30, 2026
Nasional

10 Fakta Letusan Dahsyat Krakatau yang Hebohkan Dunia

Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 merupakan salah satu bencana paling mematikan. Peristiwa ini diperkirakan menewaskan lebih dari 36.000 jiwa]]>

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

10 Fakta Letusan Dahsyat Krakatau yang Hebohkan Dunia

10 Fakta Letusan Dahsyat Krakatau yang Hebohkan Dunia

Letusan Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 merupakan salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah manusia. Letusan gunung berapi ini menghasilkan ledakan yang terdengar hingga 4.800 kilometer jauhnya dan menimbulkan tsunami yang menghancurkan pulau-pulau di sekitarnya. Berikut adalah 10 fakta mengejutkan mengenai letusan dahsyat yang hebohkan dunia ini.

1. Volume Letusan yang Menggemparkan

Letusan Krakatau melepaskan sekitar 25 kilometer kubik material vulkanik ke atmosfer. Volume ini setara dengan sekitar 200 kali lebih besar dari letusan Gunung St. Helens pada tahun 1980. Material yang dikeluarkan mencakup debu, batu apung, dan lava yang mencapai ketinggian 80 kilometer di atmosfer Bumi.

2. Tekanan Suara yang Mencengangkan

Suara letusan Krakatau dianggap sebagai suara buatan manusia terbesar yang pernah tercatat. Tekanan suara tersebut diperkirakan mencapai 180-190 desibel, terdengar hingga ke Australia dan Pulau Rodrigues di Samudra Hindia. Para awak kapal yang berada 40 mil dari pulau melaporkan telinga mereka berdarah karena tekanan suara yang ekstrem.

3. Perubahan Iklim Global

Debu vulkanik yang dilepaskan oleh Krakatau membentuk awan asam sulfat di stratosfer yang mengelilingi Bumi. Akibatnya, suhu global turun hingga 1,2 derajat Celsius selama lima tahun berikutnya. Peningkatan suhu global ini menyebabkan gagal panen dan kelaparan di belahan bumi utara.

4. Tsunami Mematikan

Tsunami yang dihasilkan dari letusan Krakatau mencapai ketinggian 40 meter di beberapa daerah. Gelombang raksasa ini menewaskan lebih dari 36.000 orang di pesisir Jawa dan Sumatra. Banyak korban tewas tidak karena letusan itu sendiri, tetapi akibat tsunami yang datang tanpa peringatan.

5. Waktu Terjadinya yang Ironis

Letusan terbesar terjadi pada hari Minggu, 27 Agustus 1883, jam 10:02 pagi waktu setempat. Ironisnya, banyak korban tewas sedang beribadah di masjid atau gereja, yang menempatkan mereka di lokasi yang lebih terbuka dan rentan terhadap dampak letusan dan tsunami.

6. Fenomena Sunsets Berwarna Merah

p>Selama bertahun-tahun setelah letusan, matahari terbit dan terbenam di seluruh dunia terlihat berwarna merah dan oranye yang tidak biasa. Fenomena ini disebabkan oleh partikel-partikel sulfat di atmosfer yang memantulkan cahaya matahari. Seniman seperti Edvard Mencapture fenomena ini dalam beberapa karyanya.

7. Kematian Terkait Bunyi

Beberapa korban tewas bukan karena ledakan langsung atau tsunami, melainkan karena tekanan suara yang ekstrem. Laporan menyebutkan bahwa beberapa orang tewas seketika karena paru-paru mereka pecah karena tekanan udara yang disebabkan oleh ledakan yang sangat keras.

8. Pulau Baru Terbentuk

Setelah letusan, 75% dari pulau Krakatau hancur. Namun, dari reruntuhan tersebut, pulau Anak Krakatau lahir dari lautan pada tahun 1927. Pulau ini terus tumbuh dengan kecepatan sekitar 13 sentimeter per minggu karena aktivitas vulkanik yang berlanjut hingga hari ini.

9. Dampak Terhadah Kehidupan Laut

Letusan Krakatau memiliki dampak signifikan terhadah ekosistem laut di sekitarnya. Air laut menjadi sangat panas dan asam, membunuh sebagian besar kehidupan laut di area tersebut. Namun, pulau baru yang terbentuk menjadi laboratorium alami untuk mempelajari kolonisasi spesies baru di habitat yang terisolasi.

10. Warisan Sejarah dan Budaya

Letusan Krakatau meninggalkan warisan abadi dalam sejarah dan budaya. Peristiwa ini menjadi inspirasi untuk novel "Krakatit" karya penulis Ceko Karel Čapek, novel "Cloud Atlas" karya David Mitchell, dan bahkan muncul dalam novel "The Children's Story" kingga James Clavell. Di Indonesia, peristiwa ini diabadikan dalam cerita rakyat dan menjadi bagian penting dari kesadaran sejarah bangsa.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter