26, 2026
Nasional

113 Rumah di Cibinong Terendam Banjir Akibat Tanggul Kali Sugu Tamu Jebol

Banjir setinggi 40 cm menggenangi perumahan di Cibinong akibat tanggul Kali Sugu Tamu jebol. 113 rumah dilaporkan teredam banjir.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

113 Rumah di Cibinong Terendam Banjir Akibat Tanggul Kali Sugu Tamu Jebol

113 Rumah di Cibinong Terendam Banjir Akibat Tanggul Kali Sugu Tamu Jebol

Sebanyak 113 rumah di wilayah Cibinong, Bogor, Jawa Barat, terendam banjir setelah tanggul Sungai Sugu Tamu jebol pada Rabu (15/11) pagi. Banjir yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB ini mengakibatkan puluhan warga harus mengungsi ke tempat aman. Ketinggian air mencapai 70-100 sentimeter di beberapa permukiman, sehingga menggenangi lantai rumah warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bogor, Eka Priyana, mengatakan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak Selasa (14/11) malam hingga Rabu pagi. "Curah hujan yang tinggi di hulu Sungai Sugu Tamu menyebabkan debit air meluap dan mengakibatkan tanggul di sejumlah titik jebol," jelas Eka saat dikonfirmasi.

Dampak Banjir di Beberapa Kelurahan

Banjir terparah terjadi di Kelurahan Cibinong dan Kelurahan Pabuaran. Di Kelurahan Cibinong saja, sebanyak 83 rumah terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi. Sementara itu, di Kelurahan Pabuaran, 30 rumah lainnya juga mengalami kebanjiran. Air yang menggenangi permukiman tersebut membuat aktivitas warga terhambat. Beberapa warga terpaksa naik ke lantai atas rumah mereka menunggu surutnya air.

"Saya terbangun sekitar pukul 05.00 WIB dan melihat air sudah masuk ke rumah. Air terus naik sampai ke lantai dua. Kita terpaksa naik ke lantai atas sambil menunggu anak-anak sekolah," ujar Siti, salah satu warga terdampak di Kelurahan Cibinong.

Evakuasi dan Penanganan Darurat

Pihak BPBD Bogor telah melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir ke posko pengungsian yang telah disiapkan. Sebanyak tiga posko pengungsian telah dibuka di SDN Cibinong 1, SDN Pabuaran 3, dan Masjid Al-Muhajirin. Pihak berwenang masih menghitung jumlah total pengungsi untuk memastikan semua warga terdampak telah mendapatkan bantuan.

Bupati Bogor, Ade Yasin, yang mendatangi lokasi banjir memerintahkan jajarannya untuk memberikan bantuan maksimal kepada warga terdampak. "Kita akan membantu warga yang terdampak banjir. Selain bantuan sembako, kami juga akan memastikan tidak ada warga yang kekurangan kebutuhan dasar selama di posko pengungsian," kata Ade.

Penyebab Banjir dan Upaya Pencegahan

Berdasarkan hasil investigasi sementara, banjir disebabkan oleh meluapnya debit air Sungai Sugu Tamu akibat curah hujan ekstrem yang berlangsung beberapa jam. Selain itu, kondisi tanggul yang tidak kuat menahan tekanan air juga menjadi faktor utama terjadinya kebocoran di beberapa titik.

"Tanggul di sejumlah titik memang sudah lama tidak diperbaiki. Kondisinya memang sudah memprihatinkan. Kami akan segera melakukan perbaikan setika air surut," jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bogor, Budi Santoso.

Pihak berwenang juga menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut. "Kami akan mengevaluasi kembali sistem drainase dan tanggul di sepanjang sungai untuk mencegah banjir serupa di kemudian hari," tambah Budi.

Kondisi Saat Ini dan Proses Pembersihan

Hingga siang hari, air di sejumlah permukiman masih tergenangi meski sudah mulai surut. Warga terdampak mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sisa-sisa banjir. Pihak BPBD bersama relawan terus membantu proses pembersihan dan penyediaan bantuan.

"Kita berharap dalam waktu dekat air bisa surut total sehingga warga bisa kembali ke rumah mereka. Kami juga akan melakukan sterilisasi di wilayah terdampak untuk mencegah penyakit pasca-banjir," jelas Eka dari BPBD Bogor.

Warga yang terdampak banjir mengharapkan perbaikan infrastruktur sungai dan tanggul segera dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari. "Semoga pemerintah bisa memperbaiki tanggul agar tidak lagi jebol saat hujan deras. Ini sudah terjadi berkali-kali," ujar salah warga.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter