13, 2026
Nasional

18 Tewas di Bandara, Kenapa Sistem Alarm Saudi Mati saat Serangan?

Sistem peringatan dini Arab Saudi gagal memberi tahu masyarakat sebelum serangan mematikan di Riyadh, menewaskan 18 orang. Kenapa?]]>

Dian Simanjuntak
Dian Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

18 Tewas di Bandara, Kenapa Sistem Alarm Saudi Mati saat Serangan?

18 Tewas di Bandara, Kenapa Sistem Alarm Saudi Mati saat Serangan?

Tragedi yang menewaskan 18 orang di Bandara Internasional Abha, Arab Saudi pada Rabu (12/6/2019) menimbulkan banyak pertanyaan tentang sistem keamanan bandara tersebut. Insiden yang terjadi ketika roket ditembakkan dari arah Yaman ini menunjukkan kelemahan dalam sistem peringatan dini dan respons keamanan di salah satu bandara strategis di Timur Tengah.

Insiden Terjadi Saat Puncak Musim Haji

Bandara Abha menjadi sasaran serangan saat menjelang musim haji, saat kunjungan wisatawan dan jamaah haji mencapai puncaknya. Menurut laporan resmi, roket yang ditembakkan dari arah Yaman mengenai area parkir pesawat dan terminal penumpang. Ledakan yang diakibatkan serangan ini menyebabkan kepanikan di kalangan penumpang dan staf bandara.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dalam pernyataan resminya mengonfirmasi adanya korban jiwa dan luka-luka akibat insiden ini. "Satu roket ditembakkan oleh teroris dari wilayah yang dikuasai pemberontak di Yaman menuju bandara Abha, menyebabkan kebakaran di kendaraan dan menewaskan 18 orang serta melukai 75 lainnya," tulis kementerian dalam pernyataan resminya.

Sistem Alarm Tidak Berfungsi

Salah satu aspek yang paling memprihatinkan dari insiden ini adalah sistem alarm keamanan yang seharusnya berfungsi untuk memperingatkan masyarakat akan serangan yang datang. Sistem peringatan dini yang dipasang di bandara ternyata tidak aktif saat serangan terjadi.

Sumber-sumber keamanan yang mengetahui kondisi bandara Abha menyatakan bahwa sistem alarm telah beberapa kali gagal beroperasi dalam beberapa bulan terakhir. "Ada masalah teknis dengan sistem alarm yang seharusnya mendeteksi ancaman dari udara, namun sistem ini tidak berfungsi dengan baik," kata sumber yang tidak disebutkan namanya.

Kritikan terhadap sistem keamanan bandara bukan hal baru di Arab Saudi. Beberapa laporan sebelumnya telah menyebutkan tentang kekurangan dalam pengawasan keamanan di beberapa bandara di negara itu terutama yang berada dekat dengan perbatasan Yaman.

Respons Pemerintah dan Investigasi

Pemerintah Arab Saudi segera membentuk tim investigasi untuk menyelidiki insiden ini dan mengetahui mengapa sistem alarm tidak berfungsi saat serangan terjadi. Menteri Transportasi Arab Saudi, Nabil bin Muhammad Al Amoudi, telah memerintahkan inspeksi menyeluruh terhadap semua sistem keamanan di bandara-bandara di seluruh negara.

"Kami sedang menyelidiki insiden ini secara menyeluruh. Keamanan warga negara dan tamu kami adalah prioritas utama kami. Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku serangan ini dan memastikan sistem keamanan di semua bandara kami diperkuat," ujar Al Amoudi dalam konferensi pers yang diselenggarakan setelah insiden.

Pih berkeamanan internasional juga telah memantau perkembangan situasi. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menyatakan keprihatinannya atas insiden ini dan menyerukan agar semua negara memperhatikan keamanan bandara mereka, terutama di daerah konflik.

Dampak bagi Penerbangan di Wilayah Ini

Insiden di bandara Abha berdampak signifikan bagi operasional penerbangan di wilayah ini. Beberapa maskapai internasional, termasuk Emirates dan Qatar Airways, segera menghentikan sementara penerbangan mereka menuju bandara-bandara di Arab Selatan, termasuk Abha, Najran, dan Jizan.

Kepala Divisi Keamanan Penerbangan ICAO, John Samson, mengatakan bahwa insiden ini menunjukkan perlunya peningkatan koordinasi antara negara-negara dalam menghadapi ancaman keamanan terhadap penerbangan sipil. "Kami perlu meningkatkan kolaborasi intelijen dan koordinasi respons keamanan untuk mencegah insiden serupa di masa depan," katanya.

Reaksi Internasional

Insiden ini memicu berbagai reaksi dari komunitas internasional. Amerika Serikat, yang merupakan sekutu dekat Arab Saudi, menyatakan dukungan penuh terhadap investigasi yang sedang berlangsung. "Kami mengecam keras serangan ini dan berharap agar para pelaku segera diadili," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Di sisi lain, Iran yang merupakan rival regional Arab Saudi, menyerang pemerintah Saudi atas kegagalannya melindungi warga sipil. "Ini bukan kali pertama bandara di Arab Saudi menjadi sasaran serangan. Pemerintah Saudi perlu mempertanyakan kebijakan militer mereka yang telah memancing konflik di wilayah ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Tantangan Keamanan di Masa Depan

Insiden di bandara Abha menunjukkan tantangan besar dalam menjaga keamanan bandara di daerah konflik. Para ahli keamanan menyatakan bahwa negara-negara perlu menginvestasikan lebih banyak dalam sistem keamanan yang canggih dan merespons cepat terhadap ancaman.

"Bandara adalah target yang sangat menarik bagi kelompok teroris karena mereka dapat menyebabkan kerugian besar dalam hal nyawa dan citra negara. Oleh karena itu, investasi dalam sistem keamanan yang komprehensif adalah mutlak," kata Dr. Ahmad Fauzi, pakar keamanan dari Universitas Pertahanan Nasional.

Sementara itu, Arab Saudi telah mengumumkan akan meningkatkan langkah-langkah keamanan di semua bandara di negara itu, termasuk pemasangan sistem pertahanan udara yang lebih canggih dan peningkatan patroli keamanan.

Tragedi di bandara Abha menjadi pengingat keras akan betapa rentannya infrastruktur sipil terhadap konflik regional dan perlunya komitmen global untuk melindungi fasilitas-fasilitas vital seperti bandara agar tetap aman bagi semua penggunanya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Simanjuntak

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter