14, 2026
Teknologi

2 WNI Terluka Terdampak Serangan Houthi di Arab Saudi

Kelompok Houthi menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, melukai dua WNI. KBRI imbau WNI waspada dan mematuhi arahan otoritas setempat.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

2 WNI Terluka Terdampak Serangan Houthi di Arab Saudi

2 WNI Terluka Terdampak Serangan Houthi di Arab Saudi

Sebanyak dua warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban luka-luka akibat serangan rudal yang dilakukan oleh pemberontak Houthi di wilayah Arab Saudi. Insiden ini menunjukkan ketegangan masih tinggi di kawasan Teluk Arab meski upaya perdamaian terus berlangsung.

Kedua WNI yang terluka dalam serangan tersebut bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di fasilitas industri di wilayah Najran, Arab Saudi. Menurut informasi yang diperoleh, serangan rudal dilakukan oleh kelompok Houthi dari wilayah Yaman pada Rabu (15/3) sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Detail Insiden dan Dampaknya

Serangan tersebut mengenai area industri di mana kedua korban sedang bertugas. Akibatnya, satu WNI mengalami luka serius akibat pecahan logam, sementara korban kedua mengalami luka ringan akibat getaran ledakan. Kedua korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Agus Ma'ruf, mengkonfirmasi adanya dua WNI terluka dalam insiden tersebut. "Kami sudah menghubungi pihak berwenang di Arab Saudi untuk memastikan kondisi kedua korban dan memberikan bantuan hukum serta perlindungan yang diperlukan," ujar Agus dalam keterangannya, Kamis (16/3).

Pihak KJRI Jeddah juga telah menghubungi keluarga kedua korban di Indonesia untuk memberikan informasi tentang kondisi terkini mereka. "Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan bantuan penuh kepada WNI yang terdampak konflik di wilang tersebut," tambah Agus.

Latar Belakang Konflik

Konflik di Yaman yang berlarut-larut telah melibatkan berbagai pihak, termasuk pemberontak Houthi yang didukung Iran dan koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi. Serangan semacam ini bukan kali pertama terjadi, meski intensitasnya cenderung menurun sejak beberapa terakhir.

Kawasan Najran, tempat terjadinya insiden, terletak di perbatatan Arab Saudi dengan Yaman dan sering menjadi sasaran serangan dari pihak Houthi. Pemerintah Arab Saudi secara rutin melaporkan serangan semacam ini, meskipun kerugian jiwa seringkali minim.

Respon Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyatakan prihatin atas kejadian tersebut. "Kami mengecam keras serangan yang mengancam keamanan warga negara Indonesia di luar negeri," ucap juru bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah, dalam keterangannya.

Teuku menambahkan bahwa Kemenlu terus memantau situasi keamanan di seluruh dunia, terutama di wilayah yang berpotensi konflik. "Kami berkoordinasi dengan KJRI setempat untuk memberikan bantuan dan perlindungan kepada WNI yang terdampak," ujarnya.

Kemenlu juga mengimbau WNI yang berada di kawasan berpotensi konflik untuk waspada dan selalu memperbarui informasi keamanan melalui aplikasi SiKap dan layanan konsuler yang disediakan.

Kondisi Korban dan Tindakan Lanjutan

Menurut update terakhir dari KJRI Jeddah, kondisi kedua korban WNI yang terluka dalam serangan Houthi tersebut sudah mulai membaik. "Korban pertama yang mengalami luka serius sudah menjalani operasi dan proses pemulangannya diperkirakan butuh waktu beberapa minggu," jelas Agus Ma'ruf.

Sementara itu, korban kedua yang mengalami luka ringan diperbolehkan pulang ke tempat tinggalnya setelah mendapatkan perawatan medis yang memadai. "Kami akan terus memantau kondisinya hingga sembuh total," tambahnya.

Pihak KJRI Jeddah juga sedang mengkaji kemungkinan evakuasi WNI lainnya dari wilayah Najran jika situasi keamanan memburuk. "Kami sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang Arab Saudi dan perusahaan tempat WNI bekerja untuk memastikan keselamatan mereka," ujar Agus.

Peran Diplomasi Indonesia

Indonesia terus aktif memainkan peran diplomasi untuk menekan terorisme dan kekerasan di kawasan Teluk. Pemerintah Indonesia secara konsisten menyerukan solusi damai untuk konflik di Yaman dan mengecam segala bentuk kekerasan yang mengancam keamanan warga negara Indonesia.

Dalam forum internasional, Indonesia terus mendukung upaya-upaya perdamaian yang diinisiasi oleh PBB dan negara-negara lain. "Kami percaya bahwa solusi damai adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik dan mencegah korban lebih lanjut," tegas Teuku Faizasyah.

Dengan semakin seringnya insiden keamanan di kawasan Teluk, pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk mengevaluasi kebijakan pengerahan TKI ke negara-negara yang berpotensi konflik. "Kami akan melakukan penilaian ulang terhadap risiko keamanan di setiap negara tujuan TKI," ujar Teuku.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter