28, 2026
Nasional

4 Pelatih Korban Pemecatan di BRI Super League 2026/2027: Gagal Membawa Tim Menanjak, Auto Terdepak

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Empat Pelatih Diberhentikan di Tengah Musim BRI Super League 2026/2027

BRI Super League musim 2026/2027 menjadi saksi bisu terjadinya empat pemecatan pelatih di tengah jalan kompetisi. Keputusan keras ini diambil oleh manajemen masing-masing klub setelah melihat performa tim yang menurun dan gagal memberikan hasil yang diharapkan. Empat pelatih ini menjadi korban dari tekanan performa yang dialami oleh klubnya masing-masing.

Pelatih Pertama Korban Pemecatan

Pelatih pertama yang menjadi korban pemecatan adalah David Martinez dari klub Jakarta United. Martinez yang sebelumnya dikenal sukses membawa klub menengah menjadi tim yang kompetitif, ternyata kesulitan mempertahankan performa tim di musim ini. Setelah 20 pertandingan, Jakarta United hanya mampu mengoleksi 25 poin dan berada di posisi ke-14 klasemen sementara.

Keputusan untuk memecat Martinez diumumkan langsung oleh CEO Jakarta United, Budi Santoso. "Kami menghormati kontribuan Pak David selama ini, namun performa tim dalam beberapa pekan terakhir sangat menurun. Kami butuh perubahan besar untuk bisa mencapai target musim ini," ujar Budi dalam konferensi pers singkat.

Dua Pelatih Lain Ikut Jadi Korban

Tidak lama setelah Martinez, dua pelatih lainnya juga mengalami nasib serupa. Pelatih Surabaya United, Roberto Silva, resmi diberhentikan setelah timnya hanya mampu meraih dua kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir. Silva yang sebelumnya dianggap sebagai pelatih berpengalaman, ternyata tidak mampu menemukan formula yang tepat untuk membangkitkan performa tim.

Sementara itu, klub Bandung Warriors juga memutuskan untuk memecat pelatih mereka, Wahyu Pratama. Warriors yang sebelumnya menjadi pesaing serius untuk gelar juara, kini terancam tersingkir dari zona playoff. Keputusan pemecatan ini diambil setelah tim kalah telak 0-4 dari lawannya terdekat dalam perebutan posisi klasemen.

Pelatih Keempat Diberhentikan di Puncah Kekalahan

Pelatih keempat yang menjadi korban pemecatan adalah Alex Johnson dari klub Makassar Raya. Johnson diberhentikan secara langsung setelah timnya mengalami kekalahan memalukan 1-6 dari Semen Gresik United dalam lanjutan pekan ke-22. Performa buruk ini menjadi pukul final bagi manajemen Makassar Raya yang sudah lama tidak puas dengan hasil yang ditampilkan Johnson.

"Kami telah memberikan kesempatan kepada Pak Alex untuk memperbaiki performa tim, namun hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Kami butuh revitalisasi total untuk sisa musim ini," jelas Direktur Olahraga Makassar Raya, Ahmad Zaki.

Dampak Pemecatan di Tengah Musim

Pemecatan empat pelatih di tengah musim tentu saja memberikan dampak signifikan bagi klub-klub yang bersangkutan. Selain harus mencari pelatih pengganti yang tepat, klub-klub ini juga harus menghadapi proses adaptasi yang mungkin akan mempengaruhi performa tim di sisa kompetisi.

Menurut analis sepak bola, Rian Pratama, pemecatan pelatih di tengah musim bukanlah solusi ideal. "Pemecatan di tengah musim sering kali membawa konsekuensi negatif, terutama bagi tim yang sedang dalam proses pembentukan. Mencari pelatih baru dan membangun sinergi baru membutuhkan waktu," ujar Rian.

Sementara itu, keputusan pemecatan ini juga menunjukkan seberapa kompetitif BRI Super League di musim 2026/2027. Standar performa semakin tinggi dan tekanan untuk meraih hasil maksimal juga semakin besar bagi setiap pelatih.

Masa Depan Klub Setelah Pemecatan Pelatih

Empat klub yang memecat pelatihnya sekarang menghadapi tantangan besar dalam mencari pengganti yang tepat. Jakarta United dikabarkan sedang mempertimbangkan nama-nama pelatih asing berpengalaman, sementara Surabaya United lebih memilih fokus pada pelatih lokal yang memahami Liga Indonesia.

Bandung Warriors dan Makassar Raya sendiri mengaku sudah memiliki daftar kandidat singkat untuk mengisi posisi kekosongan pelatih. Kedua klub berharap dengan adanya perubahan pelatih, tim dapat bangkit dan meraih target yang ditetapkan di awal musim.

Dengan sisa kurang dari 15 pertandingan, waktu bagi klub-klub ini untuk membangun performa baru sangat terbatas. Apakah keputusan pemecatan pelatih ini akan menjadi solusi atau justru menambah masalah, hanya waktu yang akan menjawabnya di kompetisi yang semakin sengit ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter