725 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Kena Diare Massal, Diduga Keracunan Makanan Minuman Bersumber
Sebanyak 725 siswa dan guru di SMA Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengalami gejala diare secara bersamaan pada Kamis (15/6/2023). Kejadian ini diduga sebagai keracunan makanan minuman bersumber (MBG) yang terjadi di lingkungan sekolah. Pihak sekolah segera melakukan penanganan darurat dan meminta bantuan tenaga medis untuk membantu para korban.
Gejala Muncul Secara Bertahap
Menurut Kepala SMA Negeri 1 Lasem, Bambang Santoso, gejala pertama kali muncul pada siswa kelas XII pada Kamis pagi. Awalnya hanya beberapa siswa yang mengeluhkan perut kembung dan diare. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah korban terus bertambah hingga mencapai ratusan orang pada sore harinya.
"Sekitar pukul 08.00 WIB, beberapa siswi kelas XII datang ke kantor dengan keluhan perut kembung dan diare. Kami langsung memeriksanya di kesehatan sekolah. Namun pada pukul 12.00 WIB, jumlah siswa yang mengeluhkan gejala sama sudah mencapai puluhan orang," jelas Bambang.
Pihak sekolah kemudian mengambil langkah preventif dengan memindahkan seluruh siswa dan guru yang mengalami gejala ke ruang khusus di gedung olahraga sekolah. Selain itu, juga dibentuk posko khusus untuk menangani kejadian ini dengan bantuan tenaga kesehatan dari Puskesmas Lasem dan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.
Diduga Terkait Makanan dari Katering
Berdasarkan hasil sementara penyelidikan, kejadian diare massal ini diduga terkait dengan makanan yang disediakan oleh katering sekolah untuk sarapan dan makan siang siswa. Beberapa siswa yang tidak makan di kantin sekolah tidak mengalami gejala serupa.
"Kami sudah mendatangkan tim dari Dinas Kesehatan untuk melakukan investigasi. Dari keterangan awal, korban yang mengalami gejala adalah mereka yang makan di kantin sekolah hari ini. Kami juga sudah menghentikan sementara waktu penyediaan makanan dari katering," tambah Bambang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ahmad Yani, mengatakan timnya sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti dari kejadian ini. Pihaknya telah mengambil sampel makanan dan minuman yang disajikan serta sampel tinja dari beberapa korban untuk diperiksa di laboratorium.
"Kami masih dalam tahap investigasi. Ada beberapa kemungkinan penyebab, mulai dari kontaminasi makanan, higienitas penyajian, hingga kualitas bahan makanan yang digunakan. Hasil laboratorium akan menjadi acuan kita untuk menentukan langkah selanjutnya," jelas dr. Ahmad Yani.
Evakuasi ke Rumah Sakit
Karena jumlah korban yang terus bertambah, pihak berwenang memutuskan untuk melakukan evakuasi sebagian korban ke beberapa rumah sakit di sekitar Rembang. Sebanyak 45 siswa dan 3 guru dirawat di RSUD Dr. R. Soetijono Rembang, sementara 20 orang lainnya dirawat di RSUD Lasem.
Dokter RSUD Dr. R. Soetijono, dr. Siti Aminah, menjelaskan kondisi mayoritas korban sudah stabil setelah mendapat perawatan medis. "Mayoritas korban mengeluhkan mual, muntah, dan diare berulang. Kondisi mereka sudah mulai membaik setelah diberikan obat rehidrasi oral dan infus. Tidak ada korban yang mengalami kondisi kritis," ujar dr. Siti Aminah.
Langkah Pencegahan dan Evaluasi
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Supriyanto, mengatakan pihaknya akan segera menggelar evaluasi terkait kejadian ini. Pihaknya juga akan memeriksa seluruh katering yang bekerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayahnya.
"Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kualitas katering yang bekerja sama dengan sekolah. Kejadian di SMAN 1 Lasem ini sangat menyedihkan dan tidak boleh terulang di sekolah lain. Kami juga akan memberikan arahan khusus kepada kepala sekolah mengenai pengawasan kualitas makanan yang disajikan," kata Supriyanto.
Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) Kabupaten Rembang, Eko Prasetyo, menyatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap izin usaha katering yang menyediakan makanan untuk SMAN 1 Lasem. "Kami akan melakukan pengecekan kelayakan izin dan standar sanitasi dari katering tersebut. Jika ternyata melanggar regulasi, izinnya akan kami cabut," tegas Eko.
Para orang tua siswa yang menunggu di lokasi kejadian menunjukkan keprihatinan mereka terhadap insiden ini. Mereka berharap pihak sekolah dan dinas terkait dapat mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
"Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Anak saya dirawat di RSUD Lasem karena mengalami diare berulang. Saya berharap pihak sekolah lebih selektif dalam memilih katering dan memperketat pengawasan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa," ujar salah satu orang tua siswa, Siti Rohmah.
Pihak berwenang masih terus melakukan investigasi untuk menentukan penyebab pasti dari kejadian diare massal di SMAN 1 Lasem. Hasil investigasi diharapkan dapat segera keluar agar dapat diambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dan terukur.
Komentar (0)