AC Milan Dihajar Bologna dengan Skor 2-4 di San Siro
AC Milan mengalami kekalahan telak dari Bologna dengan skor 2-4 dalam lanjutan Serie A di Stadion San Siro, Minggu (17/9/2023). Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Rossoneri yang sedang berusaha bangkit dari performa tidak konsisten di awal musim. Bologna berhasil memanfaatkan kesempatan dengan sempurna dengan mencetak empat gol dalam laga yang penuh dengan kegaduhan.
Rossoneri tampil lebih dominan sejak menit awal. Namun, dominasi tersebut tidak diimbangi dengan gol hingga menit ke-35. Charles De Ketelaere berhasil membuka keunggulan untuk AC Milan setelah menyundul bola hasil sepakan silang Rafael Leão. Gol tersebut seharusnya menjadi penanda bahwa Milan akan menguasai jalannya pertandingan.
Bologna Balik Keadaan di Paruh Pertama
Tak disangka, Bologna berhasil membalikkan keadaan hanya dalam waktu tujuh menit. Joshua Zirkzee menjadi pahlawan Bologna dengan mencetak dua gol cepat. Gol pertama dicetaknya pada menit ke-42 setelah memanfaatkan kesalahan bek Milan. Tiga menit berselang, Zirkzee kembali mencetak gol setelah menerima umpan matang dari Lewis Ferguson.
Sementara itu, AC Milan kesulitan menemukan celah dalam pertahanan Bologna. Stefano Pioli tampak kebingungan melihat timnya tidak bisa mengatur serangan yang efektif. Hanya satu peluang berbahaya yang diciptakan Rafael Leão sebelum turun minum, namun masih bisa diamankan kiper Bologna.
Keputusan Pengganti yang Berpengaruh
Di babak kedua, Pioli melakukan beberapa pergantian pemain dengan memasukkan Olivier Giroud dan Yunus Musah. Keputusan ini ternyata membuahkan hasil sesaat. Pada menit ke-53, Olivier Giroud berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 dengan sundulannya yang mengarah pojok gawang Bologna.
Harapan untuk comeback Milan segera sirna. Pada menit ke-67, Bologna kembali unggul lewat gol Armando Izzo. Gol tersebut tercipta dari serangan balik yang cepat yang tidak bisa diantisipasi oleh lini pertahanan Milan. Empat menit berselang, Bologna menambah lagi keunggulannya melalui gol Riccardo Orsolini yang menyelesaikan umpan silang dari sisi kiri.
Kritikan untuk Rossoneri
Kekalahan ini menimbulkan banyak pertanyaan bagi Stefano Pioli dan timnya. Performa AC Milan di kandang ternyata masih jauh dari memuaskan. Rossoneri kesulitan dalam mempertahankan bola dan sering kehilangan penguasaan lapangan terhadap Bologna yang lebih kompak.
Charles De Ketelaere yang menjadi pemain terbaik Milan di babak pertama, justru menjadi sorotan negatif di babak kedua. Ia sering kehilangan bola dan gagal memberikan dampak positif setelah turun minum. Sementara itu, penampilan gelandang seperti Ismael Bennacer dan Tijjani Reijnders masih belum menunjukkan performa terbaiknya di musim ini.
Di laga ini, Bologna menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah dihadapi. Mereka berhasil memanfaatkan setiap kesalahan Milan dengan efektif. Kemenangan ini juga membuktikan bahwa tim asuhan Sinisa Mihajlovic memiliki potensi untuk menjadi pesaing serius di papan atas klasemen Serie A.
Bagi AC Milan, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Pioli dan skuadnya perlu segera memperbaiki performa jika ingin bersaing di semua kompetisi. Khususnya dalam mengantisipasi serangan balik dan memperkuat lini tengah yang sering kewalahan di laga ini.
Sementara itu, Bologna membuktikan kalau mereka mampu menang di kandang lawan besar. Kemenangan ini akan menjadi modal berharga untuk meningkatkan kepercayaan diri tim di pertandingan-pertandingan mendatang. Dengan tiga poin di San Siro, Bologna semakin kuat di posisi tengah klasemen Serie A.
AC Milan akan segera kembali bertanding pada akhir pekan ini menghadapi Inter Milan dalam derby della Madonnina. Kekalahan dari Bologna tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi Rossoneri untuk membalikkan arah performa. Sementara itu, Bologna akan menjalani laga tandang melawan Udinese dalam lanjutan Serie A.
Komentar (0)