27, 2026
Nasional

Aceh-Sumatra Utara Hujan Lebat Beruntun, Ini Penyebabnya-BMKG Warning

Hujan lebat melanda Aceh dan Sumatra Utara selama 3 hari. BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem dan dampak Siklon Tropis ARNAB tidak langsung.]]>

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Aceh-Sumatra Utara Hujan Lebat Beruntun, Ini Penyebabnya-BMKG Warning

Aceh dan Sumatera Utara Diguyur Hujan Lebat Beruntun, BMKG Sebut Penyebabnya

Wilayah Aceh dan Sumatera Utara mengalami fenomena hujan lebat yang berkepanjangan dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi kondisi ini dan menjelaskan penyebabnya secara ilmiah. Menurut laporan terbaru, fenomena ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor meteorologis yang saling memengaruhi.

Pola Cuaca Ekstim di Wilang ini

Kepala Staf BMKG Wilayah Sumatera, Mawardi, menjelaskan bahwa hujan lebat yang melanda Aceh dan Sumatera Utara merupakan bagian dari pola cuaca ekstrem yang sedang terjadi di kawasan tersebut. "Kondisi ini bukan hal yang biasa karena intensitas curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung berulang kali dalam sehari," ujar Mawardi dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual.

BMKG mencatat bahwa di beberapa wilayah di Aceh seperti Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie, curah hujan mencapai 100 milimeter per hari, jauh di atas ambang normal yang hanya 50 milimeter per hari. Sementara itu di Sumatera Utara, kota Medan dan sekitarnya juga dilanda hujan deras dengan durasi mencapai 6-8 jam per hari.

Penyebab Utama: Interaksi Angin Muson dan Lintas Selatan

Menurut BMKG, penyebab utama hujan lebat beruntun di Aceh dan Sumatera Utara adalah interaksi antara angin muson barat laut dan angin lintas selatan. "Angin muson barat laut yang bertiup dari Samudra Hindia membawa kelembaban yang tinggi. Saat bertemu dengan angin lintas selatan yang lebih kering, terjadi konvergensi yang memicu pembentukan awan cumulonimbus," jelas Mawardi.

BMKG menambahkan bahwa kondisi ini diperparah dengan adanya potensi gelombang Kelvin yang bergerak dari arah timur. "Gelombang Kelvin ini memperkuat aktivitas konveksi di wilayah tersebut, sehingga hujan menjadi lebih intensif dan berkepanjangan," tambahnya.

Dampak yang Timbul

Dampak dari hujan lebat ini sudah mulai dirasakan masyarakat di kedua provinsi. Beberapa wilayah di Aceh seperti Aceh Jaya dan Nagan Raya dilaporkan mengalami banjir bandang dan longsor. Sementara di Sumatera Utara, kota Binjai dan Deli Serdang mengalami genangan air yang cukup tinggi di beberapa permukiman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh, Irwandi Yusuf, mengatakan pihaknya sudah mengaktifkan posko darurat di beberapa wilayah. "Kita telah menyiapkan tim siaga bencana dan alat berat untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut. Selain itu, kami juga melakukan evakuasi warga di zona rawan bencana," ujarnya.

Di Sumatera Utara, BPPD Provinsi Sumatera Utara juga memberikan peringatan kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir dan longsor. "Kita minta masyarakat untuk tidak beraktivitas di dekat tepi sungai atau lereng bukit karena risiko banjir dan longsor masih tinggi," kata Kepala BPBD Sumatera Utara, Edison.

Upaya Mitigasi dan Peringatan Dini

BMKG terus memantau perkembangan cuaca di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Badan ini telah mengeluarkan peringatan dini tingkat siaga untuk wilayah tersebut hingga seminggu ke depan. "Kita meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan peringatan cuaca yang kami keluarkan dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah," kata Mawardi.

Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan berbagai upaya mitigasi bencana. Beberapa langkah yang sudah dilakukan antara lain membersihkan saluran irigasi, memperbaiki infrastruktur drainase, dan menyediakan tempat pengungsian siaga.

Sementara itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang bisa timbul akibat hujan lebat. "Hujan lebat berkepanjangan bisa memicu banjir, longsor, dan angin kencang. Kita minta masyarakat untuk mengantisipasi dengan baik," tambah Mawardi.

Prospek Cuaca di Masa Depan

Menurut prakiraan cuaca jangka pendek yang dilakukan BMKG, kondisi hujan lebat di Aceh dan Sumatera Utara diperkirakan akan berlangsung hingga akhir pekan ini. "Namun, intensitasnya diperkirakan akan mulai mereda pada akhir pekan ini seiring dengan berkurangnya aktivitas konveksi di wilayah tersebut," ujar Mawardi.

BMKG menambahkan bahwa untuk minggu depan, cuaca di wilayah Aceh dan Sumatera Utara akan cenderung berawan dengan potensi hujan lokal yang masih ada. "Kita tetap meminta masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan masih ada meskipun intensitasnya tidak setinggi saat ini," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter