30, 2026
Nasional

Ada Demo Mahasiswa Trisakti, Jalan Sekitar Istana Ini Ditutup

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Demo Mahasiswa di Trisakti, Ruas Jalan Sekitar Istana Ditutup

Pemerintah Daerah DKI Jakarta menutup sejumlah ruas jalan di sekitar Istana Negara dan Monas sebagai antisipasi aksi demonstrasi mahasiswa yang akan digelar pada Jumat (14/6/2024). Aksi ini diselenggarakan untuk memperingati 25 tahun Trisakti yang dikenal sebagai peristiwa berdarah dalam sejarah reformasi Indonesia.

Kepala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) Polrestabes Jakarta, Komisaris Besar Polisi Ahmad Ramadhan, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah penutupan jalan untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. "Kami akan menutup akses jalan di sekitar Istana Negara dan Monas mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai aksi," ujar Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers, Kamis (13/6/2024).

Rute Aksi dan Penutupan Jalan

Aksi demonstrasi yang dipimpin oleh Konsorsium Mahasiswa Indonesia (KMI) ini direncanakan akan berangkat dari sekitar Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok dan menuju ke arah Istana Negara melalui Jalan HR Rasuna Said. Rute yang akan ditempuh meliputi Jalan HR Rasuna Said, Jalan Gatot Subroto, Jalan Medan Merdeka Barat, dan Jalan Merdeka Selatan.

Untuk menyanggah kemacetan dan memastikan keamanan, pihak kepolisian akan menutup beberapa ruas jalan krusial. "Jalan Gatot Subroto dari arah Slipi menuju Semanggi akan ditutup total. Demikian juga dengan akses menuju Monas dari arah Jalan Medan Merdeka Utara dan Selatan," jelas Ahmad Ramadhan.

Penutupan jalan juga akan berdampak pada akses menuju kawasan bisnis dan perkantoran di Jakarta Pusat. Pihak kepolisian meminta pengendara untuk menggunakan jalur alternatif seperti Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, atau Jahanam Raya untuk menghindari kesulitan.

Reaksi Pemerintah dan Mahasiswa

Pemerintah pusat sendiri telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi kerusuhan yang bisa terjadi selama aksi demonstrasi. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa pihaknya akan menerapkan pendekatan persuasif dalam menghadapi para demonstran.

"Kami menghormati hak unjuk rasya yang dijamin dalam undang-undang. Namun, kami juga meminta agar aksi tersebut tetap berlangsung dalam kerangka ketertiban umum dan tidak melanggar hukum," ujar Mahfud MD dalam konferensi pers terpisah.

Sementara itu, Ketua Umum KMI, Reza, menyatakan bahwa aksi ini bukanlah bentuk provokasi terhadap pemerintah, melainkan sebagai benteking peringatan terhadap ingatan sejarah yang tidak boleh dilupakan. "Kami ingin mengingatkan kepada pemerintah dan masyarakat bahwa perjuangan reformasi harus terus dijaga," kata Reza.

Reza menambahkan bahwa para peserta aksi telah diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis selama demonstrasi berlangsung. "Kami akan memastikan bahwa aksi ini berlangsung secara damai dan tertib," jelasnya.

Penyiapan Keamanan Massal

Sebagai antisipasi potensi bentrokan, pihak kepolisian telah menyiapkan sebanyak 5.000 personel gabungan dari TNI-Polri yang akan diterjunkan di sekitar jalur aksi demonstrasi. Personel tersebut akan dibagi menjadi beberapa satuan tugas yang masing-masing bertanggung jawab atas pengamanan di titik-titik krusial.

Pihak kepolisian juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pengelola transportasi umum untuk menyiapkan penanganan dampak aksi demonstrasi terhadap aktivitas masyarakat. "Kami akan memastikan bahwa layanan transportasi umum tetap berjalan meskipun dengan rute yang disesuaikan," kata Fadil Imran.

Respons Publik

Respons masyarakat terhadap rencana aksi demonstrasi bervariasi. Beberapa warga menyatakan dukungan terhadap upaya untuk mengenang peristiwa Trisakti, sementara ada pula yang khawatir akan terjadi gangguan aktivitas akibat penutupan jalan.

"Saya mendukung aksi ini karena penting untuk mengenang jasa para pahlawan reformasi. Namun, saya harap tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang lain," kata Ahmad, warga Jakarta Pusat.

Sementara itu, Maya, seorang pekerja di kawasan Sudirman-Thamrin, berharap agar pihak kepolisian dapat memberikan informasi yang jelas mengenai penutupan jalan agar para pekerja dapat merencanakan perjalanan dengan baik. "Kami butuh kepastian agar tidak terlambat ke kantor," ujarnya.

Dengan persiapan yang matang dari pihak kepolisian dan pemerintah, diharapkan aksi demonstrasi mahasiswa dapat berlangsung damai tanpa menimbulkan korban atau kerusahan yang signifikan. Sejarah Trisakti yang dikenal sebagai gerbang reformasi diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter