04, 2026
Nasional

Ada Galian Proyek Trotoar di Rawa Belong Jakbar, Warga Harap Cepat Tuntas

Warga berharap galian di Jalan Rawa Belong segera selesai. Proyek ini menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.]]>

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ada Galian Proyek Trotoar di Rawa Belong Jakbar, Warga Harap Cepat Tuntas

Pekerjaan proyek trotoar di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat, meninggalkan galian yang masih terbuka dan belum selesai dikerjakan. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi pejalan kaki dan pengguna jalan yang melintas di area tersebut.

Galian yang membentang di sepanjang sisi jalan itu terlihat dibiarkan tanpa penutup yang memadai. Material sisa pekerjaan, seperti tanah dan batu, tampak berserakan di sekitar lokasi. Warga menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan bahaya, khususnya pada malam hari ketika penerangan di sekitar lokasi terbatas.

Keluhan Warga di Rawa Belong

Sejumlah warga yang ditemui di lokasi menyatakan bahwa galian proyek trotoar tersebut sudah dibiarkan cukup lama. Mereka mengaku tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai jadwal penyelesaian pekerjaan. Ketidakpastian itu membuat warga khawatir kondisi serupa akan berlangsung lebih lama, terutama jika tidak ada tindak lanjut dari pelaksana proyek.

"Kami berharap pekerjaan ini cepat selesai. Kalau dibiarkan seperti ini, yang lewat susah, apalagi kalau hujan," ujar salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Menurut warga, galian tersebut tidak hanya menghambat pejalan kaki. Pengendara sepeda motor yang melintas juga harus mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati agar tidak terperosok. Kondisi itu diperparah ketika hujan turun karena tanah bekas galian menjadi licin dan berlumpur.

Dampak bagi Aktivitas Harian

Rawa Belong dikenal sebagai kawasan yang padat aktivitas, terutama karena keberadaan pasar dan sentra perdagangan di sekitarnya. Arus kendaraan dan pejalan kaki yang tinggi membuat keberadaan galian proyek trotoar cukup terasa dampaknya. Warga menilai trotoar memang perlu diperbaiki, tetapi pelaksanaan pekerjaan sebaiknya disertai pengaturan yang tidak memberatkan pengguna jalan.

Beberapa warga menyebut bahwa galian yang dibiarkan terbuka dapat menjadi tempat penumpukan sampah dan genangan air. Jika tidak segera ditangani, kondisi itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lingkungan, seperti munculnya jentik nyamuk.

Selain itu, warga yang memiliki usaha di sekitar lokasi mengaku aktivitas jual beli ikut terdampak. Akses pembeli yang biasanya berjalan kaki melalui trotoar menjadi terhambat, sehingga sebagian pelanggan enggan mendekat.

Harapan Penyelesaian Tepat Waktu

Warga berharap pelaksana proyek dan instansi terkait segera menuntaskan pekerjaan trotoar tersebut. Mereka meminta adanya kejelasan jadwal penyelesaian agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Pemulihan fungsi trotoar dinilai penting untuk mengembalikan kenyamanan pejalan kaki, termasuk penyandang disabilitas dan orang tua.

Selain percepatan pekerjaan, warga juga mengusulkan agar keselamatan di sekitar area galian lebih diperhatikan selama proses pengerjaan berlangsung. Pemasangan penanda atau pembatas yang jelas, penerangan tambahan pada malam hari, serta penutupan galian sementara dapat mengurangi risiko kecelakaan.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan trotoar. Perbaikan trotoar justru dibutuhkan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pejalan kaki di kawasan yang memiliki mobilitas tinggi. Namun, pelaksanaan proyek diharapkan tidak meninggalkan masalah baru bagi masyarakat sekitar.

Pentingnya Koordinasi dan Pengawasan

Kasus galian proyek yang terbengkalai menjadi pengingat akan pentingnya koordinasi antara pelaksana proyek, pengawas, dan pemerintah daerah. Pengawasan berkala diperlukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan tidak menimbulkan dampak berkepanjangan bagi warga.

Warga berharap ada mekanisme pengaduan yang mudah diakses jika menemukan kondisi serupa di kemudian hari. Transparansi informasi mengenai waktu mulai dan selesainya pekerjaan juga dinilai penting agar masyarakat dapat mempersiapkan diri.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab tertundanya pekerjaan trotoar di Rawa Belong. Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dan penanganan, sehingga kawasan Rawa Belong kembali nyaman digunakan oleh seluruh pengguna jalan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter