30, 2026
Gaya Hidup

Ahli Gizi Ungkap Pilihan Minuman Terbaik untuk Penderita Hipertensi

Ini dia minuman terbaik untuk mendukung kesehatan jantung dan menurunkan tekanan darah.]]>

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ahli Gizi Ungkap Pilihan Minuman Terbaik untuk Penderita Hipertensi

Ahli Gizi Ungkap Pilihan Minuman Terbaik untuk Penderita Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu penyakit kronis paling umum di dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini sering disebut sebagai "silent killer" karena jarang menimbulkan gejala berarti, namun dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal apabila tidak dikelola dengan baik. Selain mengatur pola makan dan rutin berolahraga, pemilihan minuman sehari-hari ternyata memegang peranan penting dalam membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Para ahli gizi mengingatkan bahwa apa yang diminum setiap hari bisa memberi dampak besar bagi penderita hipertensi, baik sebagai penunjang pengobatan maupun sebagai pemicu naiknya tekanan darah.

Menurut sejumlah ahli gizi, prinsip utama dalam memilih minuman bagi penderita hipertensi adalah menghindari asupan natrium dan gula berlebih, serta memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Air putih tetap menjadi pilihan utama dan paling aman. Dehidrasi ringan saja dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga tekanan darah berpotensi meningkat. Oleh karena itu, penderita hipertensi dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan harian, umumnya sekitar delapan gelas per hari, meskipun jumlah pastinya bergantung pada berat badan, aktivitas, dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Jus dan Minuman Kaya Kalium

Selain air putih, minuman yang kaya akan kalium menjadi rekomendasi para ahli gizi. Kalium berperan membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh dan meredakan ketegangan dinding pembuluh darah. Beberapa pilihan yang disarankan antara lain air kelapa murni tanpa tambahan gula, jus tomat tanpa garam, jus jeruk, serta jus buah bit. Air kelapa dikenal mengandung elektrolit alami, termasuk kalium, yang cukup tinggi. Sementara itu, buah bit telah lama diteliti karena kandungan nitrat alaminya yang diyakini dapat membantu melancarkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah.

Jus tomat juga sering disebut sebagai minuman yang bersahabat bagi penderita hipertensi karena kaya akan likopen dan kalium. Namun, ahli gizi menekankan pentingnya memilih jus yang dibuat sendiri tanpa penambahan garam, gula, atau bahan pengawet. Jus kemasan yang dijual bebas kerap mengandung natrium tersembunyi dalam jumlah tinggi, sehingga manfaatnya justru bisa hilang dan berbalik merugikan.

Teh Herbal dan Susu Rendah Lemak

Teh herbal tanpa kafein, seperti teh hibiscus dan teh bunga telang, menjadi alternatif yang semakin populer. Teh hibiscus telah lama dikaitkan dengan efek menurunkan tekanan darah berkat kandungan antioksidannya. Sementara itu, susu rendah lemak atau susu skim dapat menjadi pilihan karena kaya akan kalsium dan vitamin D, dua nutrisi yang berperan dalam pengaturan tekanan darah. Penderita hipertensi dianjurkan memilih susu tanpa pemanis tambahan agar asupan gula tetap terkendali.

Kopi menjadi topik yang kerap menimbulkan perdebatan. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah moderat tidak berbahaya bagi sebagian penderita hipertensi, tetapi kafein dapat memicu lonjakan tekanan darah sementara pada orang yang sensitif. Ahli gizi umumnya menyarankan penderita hipertensi untuk membatasi konsumsi kopi, tidak melebihi satu hingga dua cangkir per hari, dan menghindari minuman energi berkafein tinggi yang juga mengandung gula dan natrium berlebih.

Minuman yang Harus Dihindari

Hal yang tak kalah penting adalah mengenali minuman yang sebaiknya dihindari. Minuman bersoda, minuman manis kemasan, serta minuman olahraga instan umumnya mengandung gula dan natrium dalam jumlah besar. Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan resistensi insulin, yang keduanya berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah. Sementara itu, alkohol dapat meningkatkan tekanan darah secara langsung dan mengganggu efektivitas obat antihipertensi. Minuman beralkohol sebaiknya dihindari atau dibatasi seminimal mungkin.

Para ahli gizi juga mengingatkan bahwa minuman bukanlah obat. Pemilihan minuman yang tepat hanya bersifat mendukung pengelolaan hipertensi, bukan menggantikan pengobatan yang diresepkan dokter. Penderita hipertensi tetap perlu memantau tekanan darah secara rutin, menjaga pola makan rendah garam, mengurangi makanan olahan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengubah pola konsumsi secara signifikan.

Dengan memperhatikan jenis dan jumlah minuman yang dikonsumsi setiap hari, penderita hipertensi dapat mengambil langkah sederhana namun berarti dalam upaya menjaga tekanan darah tetap terkendali. Air putih, minuman kaya kalium, teh herbal tanpa kafein, dan susu rendah lemak menjadi pilihan yang direkomendasikan, sementara minuman manis, bersoda, dan beralkohol sebaiknya dibatasi. Kombinasi gaya hidup sehat secara menyeluruh tetap menjadi kunci utama dalam pengelolaan hipertensi jangka panjang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter