12, 2026
Olahraga

Air Keran IKN Bak di Luar Negeri Bisa Langsung Diminum

IKN memiliki fasilitas pengolahan air minum berkapasitas 300 liter per detik yang mampu menyediakan air layak minum 150 liter per orang per hari.]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Air Keran IKN Bak di Luar Negeri Bisa Langsung Diminum

Air Keran IKN Bak di Luar Negeri Bisa Langsung Diminum

Departemen Kesehatan Nusantara mengumumkan bahwa air minum yang akan disediakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal memenuhi standar internasional yang memungkinkan air keran dapat diminum langsung tanpa harus direbus terlebih dahulu. Kepala Dinas Kesehatan Wilayah IKN, Dr. Ahmad Wijaya, menjelaskan bahwa sistem penyediaan air minum di IKN akan menerapkan teknologi canggih yang mirip dengan standar negara-negara maju di Eropa dan Amerika Utara.

"Kami berkomitmen untuk menyediakan air minum yang aman dan sehat bagi seluruh warga dan pengunjung IKN. Air keran di IKN tidak hanya akan jernih dan bebas dari kontaminan, tetapi juga memenuhi standar kelayakan minum langsung dari keran," ujar Dr. Ahmad dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (15/3).

Teknologi Terdepan untuk Keamanan Air

Sistem pengolahan air di IKN akan menggunakan teknologi multi-stage filtration yang terdiri dari proses sedimentasi, filtrasi aktif karbon, ultrafiltrasi, dan sterilisasi dengan ultraviolet (UV) serta ozon. Teknologi ini dianggap mampu menghilangkan 99,9% bakteri, virus, dan partikel-partikel berbahaya lainnya yang biasanya ditemukan dalam air permukaan atau air tanah.

"Kami bekerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi air terkemuka dari Jerman dan Singapura untuk mengimplementasikan sistem terbaik ini. Selain itu, seluruh pipa distribusi air akan menggunakan material pipa stainless steel atau material berkualitas tinggi lainnya yang tidak berkarat dan tidak merusak kualitas air," tambah Dr. Ahmad.

Monitoring 24 Jam untuk Memastikan Kualitas

Untuk memastikan kualitas air tetap terjaga, Dinas Kesehatan IKN akan mengimplementasikan sistem monitoring real-time di seluruh titik distribusi air. Sebanyak 100 sensor akan dipasang di berbagai lokasi mulai dari sumber air hingga ke titik-titik akhir di rumah warga dan gedung-gedung publik.

"Setiap sensor akan mengirim data kualitas air secara real-time ke pusat monitoring kami. Jika ada indikasi penurunan kualitas, sistem otomatis akan mengisolasi area tersebut dan segera memberitahukan tim teknis untuk menanganinya," jelas Kepala Divisi Teknik Dinas Kesehatan IKN, Ir. Siti Hartati.

Keuntungan bagi Kesehatan Masyarakat

Dengan adanya sistem air minum yang aman untuk diminum langsung, diharapkan dapat menurunkan angka penyakit menular yang disebabkan oleh air kotor seperti diare, tifus, dan kolera. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 2 miliar orang di dunia mengonsumsi air yang tidak aman, yang menyebabkan lebih dari 500.000 kematian setiap tahunnya karena diare saja.

"Dengan memiliki akses terhadap air minum yang aman, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat secara signifikan. Ini juga merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dengan kualitas hidup yang tinggi," ujar Menteri Kesehatan Nusantara dalam sampaian resminya.

Tanggapan Positif dari Berbagai Pihak

Keputusan ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Asosiasi Dokter Indonesia (IDI) menyambut baik langkah ini karena dianggap dapat membantu mencegah penyebaran penyakit melalui air. "Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam meningkatkan standar kesehatan di Indonesia. Air minum yang aman adalah hak dasar setiap warga negara," kata Ketua IDI, Prof. Dr. Budi Santoso.

Di sisi lain, organisasi lingkungan juga memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah dalam memastikan keberlanjutan sumber air. "Sistem yang direncanakan tidak hanya fokus pada kualitas akhir, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sumber air dan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan," ujar Direktur Eksekutif Green Indonesia, Maya Sari.

Tantangan yang Akan Dihadapi

Meski begitu, implementasi sistem ini tidak tanpa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah biaya investasi yang cukup besar untuk membangun infrastruktur pengolahan air dan jaringan distribusi. Selain itu, perlu juga diperhatikan aspek pemeliharaan sistem jangka panjang untuk memastikan kualitas air tetap terjaga.

"Kami sedang menyiapkan anggaran yang memadai untuk proyek ini. Selain itu, kami juga akan melatih tenaga teknis lokal agar mampu mengoperasikan dan memelihara sistem ini secara mandu," jelas Dr. Ahmad menambahkan.

Proyek ini direncanakan akan rampung pada tahun 2025 bersamaan dengan selesainya tahap awal pembangunan IKN. Diharapkan dengan adanya sistem air minum berkualitas internasional, IKN dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam menyediakan akses air minum yang aman dan berkualitas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter