30, 2026
Olahraga

Alasan Pelatih Portugal Ganti Ronaldo: Gak Bisa Pressing!

Pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, mengungkap alasan mengganti Cristiano Ronaldo saat melawan Wales. CR7 diganti karena tidak mampu melakukan pressing.]]>

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Alasan Pelatih Portugal Ganti Ronaldo: Gak Bisa Pressing!

Alasan Pelatih Portugal Ganti Ronaldo: Tekanan Tanpa Bola Jadi Pertimbangan Utama

Keputusan pelatih tim nasional Portugal untuk menarik keluar Cristiano Ronaldo pada laga terakhir penyisihan grup Euro 2024 melawan Georgia memicu diskusi luas di kalangan pengamat sepak bola. Ketika itu, Ronaldo yang selama dua dekade terakhir nyaris selalu menjadi pilihan pertama di lini serang Portugal harus menerima kenyataan digantikan oleh Gonçalo Ramos pada babak kedua. Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-2 bagi Portugal itu menandai momen langka ketika kapten sekaligus ikon tim tersebut tidak menyelesaikan pertandingan dalam turnamen besar.

Mantan pelatih tim nasional Portugal, Luis Felipe Scolari, mengungkapkan bahwa karakteristik permainan Ronaldo yang sudah berusia 39 tahun tidak lagi sepenuhnya cocok dengan gaya tekanan tinggi yang ingin diterapkan tim pada fase-fase tertentu pertandingan. Ia menilai keputusan tersebut murni taktis, bukan bentuk penyingkiran terhadap seorang pemain yang telah menyumbangkan gelar juara untuk Portugal. Menurutnya, Ronaldo saat ini lebih efektif ketika tim menguasai bola dan bermain di area pertahanan lawan, bukan ketika dituntut berlari menutup ruang dan menekan bek lawan selama 90 menit.

Beban Fisik dan Tuntutan Sepak Bola Modern

Sepak bola modern menuntut hampir semua pemain, termasuk penyerang, untuk aktif terlibat dalam fase bertahan. Data statistik memperlihatkan bahwa Ronaldo hanya mencatatkan sejumlah tekanan terhadap pemain lawan yang relatif rendah dibandingkan penyerang lain di turnamen. Angka tersebut menjadi salah satu dasar mengapa pelatih memilih memasukkan pemain yang lebih muda dan lebih energik ketika Portugal harus bermain tanpa bola atau menghadapi lawan yang bermain dengan intensitas tinggi.

Kondisi ini bukan hal baru. Sejumlah pelatih di level klub juga pernah menghadapi dilema serupa ketika memutuskan apakah tetap memainkan Ronaldo sebagai starter atau menjadikannya opsi dari bangku cadangan. Pada musim terakhirnya di Manchester United dan sepanjang kariernya di Al-Nassr, perdebatan tentang seberapa besar kontribusi Ronaldo dalam fase bertahan terus muncul. Penurunan kapasitas fisik merupakan hal yang alamiah bagi pesepak bola yang sudah menembus usia akhir 30-an.

Dinamika Internal Timnas Portugal

Pergantian Ronaldo menarik perhatian karena posisinya sebagai kapten dan pemimpin ruang ganti. Beberapa laporan menyebutkan bahwa keputusan tersebut disampaikan secara langsung kepada Ronaldo dan diterima dengan sikap profesional. Reaksi pemain lain di bangku cadangan menunjukkan bahwa mereka menyadari tuntutan rotasi pemain di tengah jadwal turnamen yang padat. Portugal memiliki kedalaman skuad di lini depan dengan hadirnya pemain seperti Rafael Leão, Diogo Jota, dan Gonçalo Ramos, sehingga pelatih memiliki opsi untuk menjaga kebugaran pemain inti menjelang babak gugur.

Dalam konteks taktis, tekanan tinggi menjadi senjata utama banyak tim papan atas Eropa saat itu. Tim yang mampu menekan secara kolektif bisa memaksa lawan melakukan kesalahan di area sendiri dan menciptakan peluang cepat. Kehadiran pemain yang tidak terlalu aktif dalam pressing dapat memecah konsistensi blok pertahanan tim. Inilah yang kemudian menjadi pertimbangan utama ketika pelatih harus memilih antara nama besar dan keseimbangan kolektif.

Respons Publik dan Pendukung

Keputusan tersebut memecah opini publik Portugal. Sebagian pendukung menilai langkah itu tepat karena tim harus mengedepankan kepentingan bersama di atas status individu. Sebagian lain menyesalkan karena menganggap Ronaldo masih mampu menjadi pembeda di momen-momen krusial, terutama dalam situasi bola mati dan penyelesaian akhir di kotak penalti. Perdebatan ini mencerminkan transisi yang sedang dialami timnas Portugal dari era yang sangat bergantung pada satu figur ikonik menuju tim dengan distribusi tanggung jawab yang lebih merata.

Hingga laga tersebut, Ronaldo tetap menjadi pemain dengan jumlah penampilan dan gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Portugal. Kontribusinya tidak bisa dihapus hanya karena satu keputusan taktis. Namun, dinamika sepak bola modern menunjukkan bahwa bahkan pemain sekaliber Ronaldo pun harus beradaptasi dengan peran yang berubah, termasuk kemungkinan dimainkan sebagai pengganti untuk memaksimalkan dampaknya di momen-momen tertentu.

Implikasi bagi Strategi Portugal Selanjutnya

Ke depan, tim pelatih Portugal menghadapi tantangan untuk merancang strategi yang tetap memanfaatkan ketajaman Ronaldo tanpa mengorbankan intensitas tekanan kolektif. Salah satu pendekatan yang mungkin adalah memainkannya sebagai penyerang tengah yang lebih fokus di kotak penalti, sementara pemain di sekitarnya menanggung beban berlari dan menekan lebih besar. Pendekatan lain adalah memainkannya sebagai pemain pengganti pada babak kedua ketika tempo pertandingan mulai menurun dan ruang lebih terbuka.

Diskusi tentang alasan pergantian Ronaldo pada akhirnya menyoroti satu kenyataan dalam sepak bola kompetitif: keputusan taktis tidak selalu berjalan seiring dengan narasi emosional yang menyertai karier seorang legenda. Pelatih dituntut membuat pilihan berdasarkan kondisi fisik, kebutuhan pertandingan, dan keseimbangan tim, sekalipun keputusan itu melibatkan pemain terbesar dalam sejarah negaranya. Ketika kemampuan menekan tanpa bola menjadi elemen yang tidak bisa ditawar dalam sepak bola modern, maka bahkan seorang Cristiano Ronaldo pun harus menerima peran yang lebih terbatas demi kepentingan tim secara keseluruhan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter