30, 2026
Nasional

Api Masih Nyala, 600 Personel Gabungan Dikerahkan Padamkan TPA Galuga Bogor

Petugas gabungan berjuang memadamkan kebakaran di TPA Galuga, Bogor. Bupati Rudy Susmanto kerahkan 600 personel untuk penanganan dan pendinginan titik api.]]>

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Api Masih Nyala, 600 Personel Gabungan Dikerahkan Padamkan TPA Galuga Bogor

Api Masih Nyala, 600 Personel Gabungan Dikerahkan Padamkan Kebakaran di TPA Galuga Bogor

Tim penanggulangan kebakaran terus berupaya memadamkan api yang masih menyala di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor. Sebanyak 600 personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk menangani kebakaran yang terjadi sejak Kamis (15/9) malam ini. Upaya pemadaman berlanjut hingga Jumat (16/9) pagi dengan didukung alat berat untuk membuka akses menuju titik api.

Kondisi Lokasi dan Upaya Pemadaman

Kepala Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, Ade Yasin, menyatakan bahwa api masih terlihat menyala di beberapa titik di area TPA Galuga. "Kondisi di lokasi masih terdapat api yang masih menyala di beberapa titik, terutama di bagian selatan TPA. Tim terus berupaya memadamkannya," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Ade Yasin, tim penanggulangan kebakaran terdiri dari personel dari BPBD Kabupaten Bogor, Damkar, TNI/Polri, serta relawa dan warga setempat. "Kita menggabungkan kekuatan untuk memadamkan api secepat mungkin. Saat ini kita menggunakan 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 2 unit pompa air," jelasnya.

Api pertama kali terlihat menyala pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kebakaran diduga berasal dari proses pembakaran sampah secara ilegal oleh oknum tak bertanggung jawab. "Kita masih dalam investigasi untuk mengetahui penyebab pastinya. Namun dugaan sementara adalah ada pembakaran sampah di area yang dilarang," kata Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Eka Firmansyah.

Dampak Kebakaran

Kebakaran di TPA Galuga mengakibatkan asap tebal menyebar hingga kawasan sekitar. Warga di sekitar TPA Galuga melaporkan gangguan pernapasan akibat asap yang menyelimuti. "Asapnya sangat pekat, menyebabkan mata dan tenggorokan terasa iritasi," ujar salah satu warga setempat, Ahmad (45).

Selain itu, kebakaran juga mengakibatkan kerugian materiil sejumlah alat berat yang sedang beroperasi di lokasi. "Dua unit alat berat kita alami kerusakan akibat api yang meluas. Nilai kerugiannya diperkirakan mencapai miliaran rupiah," jelas Eka.

Pihak berwenang telah meminta warga di sekitar TPA Galuga untuk mengenakan masker dan menghindari aktivitas di luar rumah sementara kondisi asap masih pekat. "Kita minta warga untuk tetap waspada dan menggunakan masker jika harus keluar rumah. Tim kesehatan juga sudah disiagakan untuk menangani dampak kesehatan akibat asap," kata Ade Yasin.

Tanggapan Pemerintah

Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor telah mengumumkan status siaga darurat bencana kebakaran di TPA Galuga. "Kita sudah mengaktifkan posko darurat di lokasi. Tim dari berbagai instansi sudah diterjunkan untuk menangani situasi ini," ujar Ade Yasin.

Pemerintah juga berencana mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di TPA Galuga untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. "Kita akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait pengelolaan TPA. Nantinya akan ada langkah-langkah preventif agar kebakaran seperti ini tidak terulang lagi," tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta pihak terkait untuk segera menyelesaikan kebakaran di TPA Galuga. "Kita harus bekerja keras untuk memadamkan api dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini," ujarnya melalui keterangannya.

Masa Depan TPA Galuga

Kebakaran di TPA Galuga kembali menyoroti masalah pengelolaan sampah di Kabupaten Bogor. Pemerintah daerah berencana mengembangkan program pengurangan sampah dan pengelolaan sampah yang lebih baik di masa depan.

Dampak kebakaran di TPA Galuga masih terasa hingga Jumat siang. Tim penanggulangan kebakaran terus berupaya memadamkan sisa api yang masih menyala. "Kita berharap dalam waktu dekat ini api bisa benar-benar padam dan situasi kembali normal," pungkas Eka Firmansyah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter