30, 2026
Nasional

Apple Pernah Ejek Laptop Layar Sentuh, Kini Malah Membuatnya

Apple meluncurkan MacBook Pro anyar pada Rabu (28/10/2026), yang menjadi MacBook pertama yang dilengkapi layar sentuh.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Apple Pernah Ejek Laptop Layar Sentuh, Kini Malah Membuatnya

Apple Pernah Ejek Laptop Layar Sentuh, Kini Malah Membuatnya

Apple, perusahaan teknologi yang dikenal dengan pandangannya yang ketat terhadap desain dan fungsionalitas produk, telah melakukan pembalikan arah yang cukup signifikan dalam strategi laptopnya. Dahulu kala, perusahaan yang bermarkas di Cupertino ini secara terbuka mengolok-olok konsep laptop layar sentuh, menganggapnya sebagai solusi yang tidak efektif dan mengganggu pengalaman pengguna. Namun, kini Apple malah meluncurkan MacBook Pro dengan layar sentuh, sebuah langkah yang menunjukkan evolasi pandangan dan strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar teknologi.

Jejak Kritikan Apple terhadap Laptop Layar Sentuh

Pada masa lalu, Apple tidak segan-segan menyatakan ketidaksukaannya terhadap laptop layar sentuh. Mantan CEO Steve Jobs pernah secara eksplisit menyatakan bahwa layar sentuh pada laptop adalah ide yang "buruk" karena membuat pengguna terpaksa menengadah ke atas, mengakibatkan ketidaknyamanan fisik dalam jangka panjang. Pihak Apple juga berargumen bahwa pengalaman mengetik pada keyboard yang terletang di depan layar sentuh akan terganggu oleh sidik jari pengguna, sehingga mengurangi produktivitas.

Phil Schiller, wakil presen pemasaran Apple saat itu, pernah mengolok-olok tablet Windows yang dilengkapi dengan keyboard, menyebutnya sebagai "produk yang tidak masuk akal" yang "mencoba menjadi dua hal tetapi tidak berhasil menjadi salah satunya dengan baik." Pandangan ini menjadi bagian dari filosofi Apple yang konsisten, di mana mereka menolak untuk mengikuti tren yang menurutnya tidak memberikan nilai tambah nyata bagi pengguna.

Perubahan Strategi Apple di Bawah Kepemimpinan Tim Cook

Setelah kepergian Steve Jobs dan munculnya Tim Cook sebagai CEO, Apple mulai menunjukkan fleksibilitas yang lebih besar dalam pendekatannya terhadap tren pasar. Meskipun masih mempertahankan filosofi desain yang ketat, Apple mulai bereksperimen dengan konsep yang sebelumnya ditolak.

Perubahan ini seiring dengan berubahnya lanskap kompetisi di pasar PC. Microsoft dengan Surface Pro berhasil menciptakan segmen laptop 2-in-1 yang populer, menunjukkan bahwa ada pasar yang signifikan untuk perangkat yang menggabungkan kemampuan laptop dan tablet. Dell, HP, dan Lenovo juga meluncurkan berbagai model laptop layar sentuh yang semakin canggih dan menarik bagi konsumen.

Apple, yang sebelumnya meremehkan konsep ini, perlu mempertimbangkan kembali posisinya. Pasar PC global terus berubah, dengan permintaan untuk perangkat yang lebih serbaguna dan adaptif meningkat. Konsumen modern menginginkan perangkat yang tidak hanya dapat digunakan untuk produktivitas tetapi juga untuk konsumsi konten kreatif dan hiburan.

Perkenalan Touch Bar dan Evolasi Menuju Layar Sentuh Penuh

Langkah pertama Apple dalam mengubah pandangannya adalah meluncurkan Touch Bar pada MacBook Pro pada tahun 2016. Touch Bar adalah strip layar sentuh yang menggantikan tombol fungsi di bagian atas keyboard, memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan adaptif. Meskipun bukan layar sentuh penuh, Touch Bar menunjukkan bahwa Apple mulai melihat potensi layar sentuh dalam konteks yang terkontrol dan terarah.

Touch Bar menerima beragam respons dari pasar. Beberapa pengguna mengapresiasinya karena kemampuannya menyesuaikan fungsi sesuai aplikasi yang sedang digunakan, sementara yang lain menganggapnya sebagai solusi yang terbatas dan tidak memberikan nilai tambah signifikan bagi sebagian besar pengguna.

Apple Akhirnya Beralih ke Layar Sentuh Penuh

Puncak dari perubahan strategi ini adalah peluncuran generasi terbaru MacBook Pro dengan layar sentuh penuh. Perangkat ini menandai pengakuan Apple bahwa teknologi layar sentuh telah berkembang cukup matang untuk dapat diintegrasikan ke dalam laptop tanpa mengorbankan produktivitas dan pengalaman pengguna.

MacBook Pro baru ini menampilkan layar OLED berkualitas tinggi yang responsif dan presisi, dilengkapi dengan teknologi canggih untuk mengatasi masalah yang sebelumnya diungkapkan oleh Apple, seperti sidik jari pada keyboard dan postur tubuh yang tidak nyaman. Apple juga mengembangkan sistem operasi dan antarmuka yang dioptimalkan untuk penggunaan layar sentuh dalam konteks laptop, menciptakan pengalaman yang unik dan berbeda dari kompetitor.

Langkah ini menunjukkan bahwa Apple, meskipun dikenal dengan keteguhannya dalam mempertahankan visi desain, mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebutuhan pengguna. Dengan memasukkan layar sentuh ke dalam MacBook Pro, Apple tidak hanya mengejar tren tetapi juga mencoba mendefinisikan ulang bagaimana laptop seharusnya bekerja di era modern.

Perubahan strategi ini juga mencerminkan realitas bisnis di mana bahkan perusahaan paling berpengalaman seperti Apple perlu terus berevolusi untuk tetap relevan di tengah persaingan sengit dan permintaan pasar yang terus berubah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter