16, 2026
Internasional

Argentina-Rusia, Ini Kisah Negara yang Terdepak ke Standalone Market

MSCI tengah mengusulkan Indonesia turun ke Standalone. Argentina, Rusia, dan Pakistan pernah mengalaminya]]>

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Argentina-Rusia,  Ini Kisah Negara yang Terdepak ke Standalone Market

Argentina dan Rusia: Ditolak Pasar Global, Mencari Jalan Sendiri

Argentina dan Rusia, dua negara yang secara geografis berjauhan namun menghadapi tantangan serupa dalam sistem ekonomi global. Kedua negara ini, masing-masing dengan konteks historis dan geopolitik yang unik, kini terpaksa mencari jalur alternatif setelah terdepak dari beberapa pasar utama. Perjalanan mereka menuju "standalone market" mencerminkan tantangan dan adaptasi yang dihadapi negara-negara yang berada di pinggiran dominasi ekonomi global.

Kondisi Ekonomi Argentina: Krisis Berulang dan Pencarian Solusi

Argentina telah lama berjuang dengan masalah ekonomi kronis yang meliputi inflasi tinggi, hutang luar negeri yang besar, dan ketidakstabilan politik. Pada 2018, negara ini mengalami krisis mata uang parah yang mendorongnya meminta bantuan kepada Dana Moneter Internasional (IMI). Program penyesuaian ekonomi yang disepakati dengan IMI menimbulkan dampak sosial yang signifikan, termasuk peningkatan angka kemiskinan.

Pada 2019, dengan datangnya presiden baru Alberto Fernández, Argentina mulai mengevaluasi kembali hubungannya dengan lembaga keuangan internasional. Pemerintah menunjukkan kecenderungan untuk mengambil pendekatan ekonomi yang lebih independen, mencari dukungan dari berbagai pihak termasuk negara-negara yang juga memiliki perspektif alternatif terhadap ekonomi global seperti Rusia dan China.

Ketegangan Argentina dengan beberapa lembaga keuangan internasional semakin memuncak pada 2022 ketangan pemerintah menunda pembayaran utang kepada para pemegang obligasi swasta. Langkah ini, meskipun kontroversial, menunjukkan tekad Argentina untuk mencari solusi di luar kerangka kebijakan yang biasanya diterapkan oleh lembaga keuangan Barat.

Rusia: Sanksi dan Pencarian Pasar Alternatif

Rusia mengalami pergeseran ekonomik yang drastis setelah intervensi militer di Ukraina pada 2022. Berbagai sanksi ekonomi yang diterapkan oleh negara-negara Barat menutup akses Rusia terhadap sistem keuangan global, teknologi canggih, dan pasar penting. Sanksi-sanksi ini secara efektif memaksa Rusia mencari jalur alternatif untuk mempertahankan stabilitas ekonominya.

Sebagai respons, Rusia mempercepat upaya untuk "membelokkan arus" ekonominya ke arah Asia, terutama China dan India. Negara ini juga meningkatkan kerjasama dengan negara-negara yang tidak bergabung dengan sanksi, seperti negara-negara di Timur Tengah dan Amerika Latin. Rusia mulai menggunakan mata uang domestik dalam perdagangan internasional dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Ekonomi Rusia menunjukkan kemampuan adaptasi yang mengagumkan meskipun menghadapi tekanan luar yang signifikan. Negara ini berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada 2022, terutama didorong oleh sektor energi dan pertanian. Pemerintah Rusia menerapkan berbagai kebijakan untuk mendukung sektor produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Kerjasama Argentina-Rusia: Alternatif dalam Keterisolasi

Kedekatan antara Argentina dan Rusia terjadi dalam konteks di mana kedua negara merasa terisolasi oleh dominasi ekonomi Barat. Kerjasama mereka mencakup berbagai bidang, dari perdagangan hingga teknologi militer. Pada 2023, Argentina menandatangani perjanjian untuk membeli pesawat tempur Rusia dan sistem pertahanan udara, langkah yang menuai kritikan dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Dalam bidang ekonomi, kedua negara berusaha meningkatkan perdagangan bilateral menggunakan mata uang lokal untuk menghindari sanksi. Rusia menawarkan eksportir gandum dan pupuk ke Argentina, sementara Argentina menyediakan produk pertanian dan makanan. Kerjasama ini menjadi semakin penting bagi Argentina yang menghadapi kelangkaan produk pertanian karena kekeringan dan bagi Rusia yang mencari pasar baru setelah kehilangan akses ke pasar Eropa.

Pada tingkat geopolitik, Argentina dan Rusia menemukan kesamaan pandangan dalam isu-isu seperti reformasi Dewan Keamanan PBB dan penentangan terhadap apa yang mereka anggap sebagai intervensi asing dalam urusan internal negara. Kedua negara juga mendukung konsep multilateralisme meskipun dengan interpretasi yang berbeda dari yang diterapkan oleh Barat.

Tantangan Masa Depan untuk Standalone Market

Meskipun Argentina dan Rusia menemukan beberapa keuntungan dalam kerjasama mereka, tantangan tetap besar. Argentina masih bergantung pada ekspor komoditas dan menghadapi masalah struktural yang dalam. Rusia, meskipun berhasil menyesuaikan dengan sanksi, menghadapi risiko stagnasi ekonomi jangka panjang karena isolasi teknologi dan investasi.

Kedua negara juga perlu mempertimbangkan dampak geopolitik dari posisi mereka. Argentina, sebagai negara dengan sejarah hubungan erat dengan Barat, harus berhati-hati dalam menjaga keseimbangan geopolitik. Rusia, di sisi lain, perlu mempertimbangkan apakah strategi "standalone market" dapat berkelanjutan dalam jangka panjang atau hanya solusi sementara.

Perjalanan Argentina dan Rusia menuju pasar independen mencerminkan pergeseran dalam tatanan ekonomi global. Kedua negara ini menunjukkan bahwa meskipun terisolasi, adaptasi dan kerjasama regional dapat membuka jalan baru. Namun, keberhasilan mereka akan bergantung pada kemampuan untuk mengatasi tantangan internal dan eksternal serta membangun ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter