20, 2026
Teknologi

AS Blokir AI China DeepSeek dari Sistem Pemerintah

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pemerintah Amerika Serikat memperluas pembatasan penggunaan kecerdasan buatan (AI) buatan China, DeepSeek, dengan melarang aplikasi dan layanan tersebut di lingkungan sistem pemerintahan. Larangan itu diberlakukan di sejumlah lembaga federal, termasuk badan antariksa NASA, cabang Angkatan Laut, serta di tingkat negara bagian, dengan alasan risiko keamanan nasional dan perlindungan data. Kebijakan ini menandai langkah pertama Washington yang secara terbuka memblokir akses sistem pemerintah terhadap model AI generatif asal China.

Latar Belakang Kemunculan DeepSeek

DeepSeek menjadi perhatian global setelah merilis model penalaran DeepSeek-R1 pada Januari 2025. Model tersebut dipromosikan memiliki kemampuan setara dengan produk AI terkemuka dari Amerika Serikat, namun dikembangkan dengan biaya komputasi yang jauh lebih rendah. Aplikasi DeepSeek sempat menempati posisi teratas unduhan di sejumlah toko aplikasi, termasuk App Store di Amerika Serikat.

Kemunculan DeepSeek mengguncang pasar teknologi. Saham produsen cip Nvidia mengalami penurunan tajam pada akhir Januari 2025, ketika investor menilai model berbiaya rendah berpotensi mengubah asumsi kebutuhan infrastruktur komputasi AI. Perusahaan induk DeepSeek, Hangzhou DeepSeek Artificial Intelligence Basic Technology Research Co Ltd, berbasis di Hangzhou, China.

Larangan di Lingkungan Pemerintah

Angkatan Laut Amerika Serikat mengeluarkan arahan kepada personelnya untuk tidak menggunakan DeepSeek dalam perangkat maupun jaringan resmi. Arahan itu menyebut penggunaan aplikasi tersebut berpotensi menimbulkan risiko keamanan informasi dan kebocoran data. NASA menyusul dengan instruksi serupa, termasuk melarang penggunaan DeepSeek pada perangkat yang digunakan pegawai untuk keperluan pekerjaan.

Di tingkat negara bagian, Departemen Sumber Daya Informasi Texas mengumumkan pemblokiran DeepSeek pada perangkat dan jaringan pemerintah negara bagian. Sejumlah pejabat keamanan siber menyatakan aplikasi tersebut tidak diizinkan diinstal pada perangkat resmi. Kongres Amerika Serikat juga menerapkan pembatasan penggunaan DeepSeek pada perangkat staf dan sistem internal lembaga legislatif.

Langkah itu diikuti oleh beberapa institusi lain, termasuk lembaga keuangan dan kontraktor pertahanan yang memiliki kontrak dengan pemerintah federal. Pemblokiran umumnya dilakukan melalui kebijakan internal yang melarang pemasangan aplikasi tertentu pada perangkat kerja dan jaringan kantor.

Kekhawatiran soal Data dan Keamanan Nasional

Kekhawatiran utama berpusat pada praktik penyimpanan dan pengelolaan data pengguna. Menurut kebijakan privasi yang dipublikasikan, data pengguna aplikasi DeepSeek disimpan di server yang berlokasi di China. Pemerintah Amerika Serikat menilai ketentuan hukum China memungkinkan otoritas negara mengakses data yang disimpan oleh perusahaan domestik.

Selain itu, sejumlah analis keamanan siber menyoroti potensi risiko pada integritas model dan rantai pasok perangkat lunak. Mereka menilai aplikasi AI generatif dapat menjadi vektor baru bagi pengumpulan informasi sensitif, termasuk dokumen dan komunikasi internal pemerintah.

Beberapa anggota Kongres dari Partai Republik maupun Demokrat mengajukan rancangan undang-undang yang melarang penggunaan DeepSeek pada perangkat pemerintah. Rancangan tersebut juga mengatur pembatasan penggunaan model AI yang dikembangkan di negara-negara yang dianggap memiliki risiko keamanan. Sejumlah jaksa agung negara bagian mengirim surat kepada anggota Kongres yang mendorong pengawasan lebih ketat terhadap aplikasi AI asal China.

Respons Perusahaan dan Dampak Pasar

DeepSeek menyatakan modelnya dikembangkan secara mandiri dan menekankan bahwa pihaknya berkomitmen pada transparansi teknis. Perusahaan merilis makalah teknis yang menjelaskan metode pelatihan model, termasuk penggunaan teknik efisiensi komputasi yang menurunkan biaya. Namun sejumlah pengembang AI di Amerika Serikat menuding DeepSeek menggunakan metode distilasi terhadap model mereka, tuduhan yang belum terbukti secara hukum dan dibantah perusahaan.

Pembatasan di lingkungan pemerintah menambah tekanan terhadap posisi DeepSeek di pasar global. Meski demikian, aplikasi tersebut tetap tersedia bagi konsumen di banyak negara, dan modelnya dapat diakses secara terbuka melalui platform pengembang. Kalangan akademisi dan pengembang independen masih memanfaatkan model DeepSeek untuk riset karena sifatnya yang terbuka.

Langkah Negara Lain

Selain Amerika Serikat, sejumlah negara mengambil kebijakan serupa. Otoritas perlindungan data Italia memblokir sementara pemrosesan data pengguna DeepSeek dan membuka penyelidikan. Pemerintah Australia melarang penggunaan DeepSeek pada perangkat pemerintah. Taiwan dan Korea Selatan juga membatasi akses di lingkungan instansi pemerintah, sementara sejumlah kementerian di Eropa melakukan kajian internal.

Uni Eropa tengah mengevaluasi penerapan aturan perlindungan data dan Undang-Undang AI terhadap layanan AI generatif asal China. Regulator di beberapa negara anggota meminta klarifikasi mengenai lokasi penyimpanan data dan mekanisme pengawasan.

Perdebatan Kebijakan AI

Pemblokiran DeepSeek memperlihatkan ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan China di sektor teknologi, khususnya semikonduktor dan AI. Washington sebelumnya membatasi ekspor cip canggih ke China, yang menurut sejumlah analis turut membentuk strategi efisiensi yang dikembangkan DeepSeek.

Di sisi lain, sebagian pakar mengingatkan bahwa larangan berbasis asal negara berpotensi menghambat kolaborasi riset dan inovasi terbuka. Mereka menilai kebijakan yang lebih tepat adalah penguatan standar keamanan data dan audit model, bukan pelarangan menyeluruh. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan kebijakan pembatasan akan terus ditinjau sesuai perkembangan ancaman dan evaluasi teknis.

Hingga kini, belum ada keputusan federal yang melarang penggunaan DeepSeek oleh masyarakat umum. Pembatasan yang berlaku bersifat sektoral, terbatas pada perangkat dan jaringan pemerintah, serta bergantung pada kebijakan masing-masing lembaga dan negara bagian.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter