05, 2026
Ekonomi

Asing Net Sell Rp1,27 T, Tapi 10 Saham Ini Malah Diborong

IHSG ditutup menguat 0,46% pada 2 Oktober 2026, meski investor asing mencatat net sell Rp1,27 triliun. Beberapa saham tetap diborong asing, termasuk BBCA.]]>

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Asing Net Sell Rp1,27 T, Tapi 10 Saham Ini Malah Diborong

Asing Net Sell Rp1,27 Triliun, Deretan Saham Ini Justru Diborong

Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham Indonesia. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai net sell asing mencapai Rp1,27 triliun pada periode perdagangan tersebut. Meski demikian, arus keluar dana asing tidak serta-merta membuat seluruh saham tertekan. Sejumlah emiten justru mencatatkan akumulasi pembelian bersih (net buy) dari investor asing, menandakan adanya seleksi ketat terhadap saham-saham tertentu yang dinilai masih memiliki prospek positif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia tidak bergerak secara seragam. Di tengah tekanan jual yang cukup besar, sebagian saham tetap menjadi incaran karena fundamental yang kuat, prospek kinerja yang menjanjikan, maupun faktor valuasi yang dianggap menarik. Investor asing cenderung memilih saham dengan likuiditas tinggi dan prospek pertumbuhan yang jelas di tengah ketidakpastian pasar global.

Daftar Saham yang Diborong Asing

Berdasarkan data aliran dana asing, terdapat sepuluh saham yang mencatatkan net buy paling besar pada periode tersebut. Deretan saham ini menjadi perhatian pelaku pasar karena mampu menarik minat asing di tengah derasnya arus keluar modal dari pasar saham domestik.

1. Saham Perbankan dan Keuangan

Sektor perbankan masih menjadi primadona bagi investor asing. Sejumlah saham bank besar dengan kapitalisasi pasar jumbo mencatatkan akumulasi pembelian bersih. Hal ini tidak terlepas dari kinerja keuangan perbankan yang relatif stabil, permodalan yang kuat, serta prospek pertumbuhan kredit yang terjaga. Selain itu, tingkat valuasi saham perbankan dinilai masih menarik dibandingkan dengan sektor lain, sehingga menjadi pilihan utama investor institusi dalam jangka panjang.

Beberapa saham bank yang masuk dalam daftar buruan asing antara lain emiten dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan dividen yang konsisten. Kehadiran investor asing di saham-saham ini juga memberikan sinyal positif terhadap stabilitas sektor keuangan domestik di tengah gejolak eksternal.

2. Saham Barang Konsumsi

Sektor barang konsumsi primer dan sekunder juga mencatatkan net buy dari investor asing. Saham-saham di sektor ini dianggap sebagai pilihan defensif karena permintaannya cenderung stabil, bahkan ketika daya beli masyarakat menghadapi tekanan. Emiten dengan pangsa pasar besar dan merek yang kuat menjadi sasaran utama akumulasi.

Investor asing melihat prospek jangka panjang sektor konsumsi Indonesia yang ditopang oleh jumlah penduduk besar dan pertumbuhan kelas menengah. Meski demikian, mereka tetap selektif dalam memilih emiten yang memiliki fundamental sehat serta strategi bisnis yang adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen.

3. Saham Energi dan Komoditas

Beberapa saham di sektor energi dan komoditas turut masuk dalam daftar saham yang diborong asing. Fluktuasi harga komoditas global serta dinamika permintaan energi menjadi faktor yang memengaruhi minat investor. Emiten dengan cadangan besar, efisiensi operasional tinggi, dan kinerja keuangan solid menjadi incaran karena dianggap mampu memberikan imbal hasil menarik.

Meski sektor komoditas cenderung volatil, sejumlah investor asing memanfaatkan momentum untuk mengakumulasi saham pada level harga yang dianggap murah. Strategi ini sejalan dengan pandangan bahwa siklus komoditas masih akan memberikan peluang positif dalam jangka menengah.

4. Saham Telekomunikasi dan Infrastruktur

Saham di sektor telekomunikasi dan infrastruktur juga tidak luput dari perhatian asing. Kebutuhan akan konektivitas yang terus meningkat serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan menjadi katalis positif bagi emiten di sektor ini. Investor asing melihat potensi pertumbuhan pendapatan yang stabil dan arus kas yang kuat sebagai daya tarik utama.

Selain itu, digitalisasi ekonomi yang semakin masif mendorong permintaan terhadap layanan telekomunikasi dan data center. Emiten yang mampu beradaptasi dengan tren ini berpeluang besar mempertahankan kinerja positifnya di masa depan.

5. Saham dengan Kapitalisasi Besar Lainnya

Dua saham lainnya yang masuk dalam jajaran buruan asing datang dari sektor yang berbeda, termasuk emiten dengan kapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks utama. Karakteristik saham-saham ini umumnya memiliki likuiditas tinggi, tata kelola perusahaan yang baik, serta prospek pertumbuhan yang jelas. Kombinasi faktor tersebut menjadikannya sebagai instrumen favorit bagi investor asing yang ingin tetap ekspos ke pasar saham Indonesia.

Arti Net Sell Asing bagi Pasar

Aksi net sell asing senilai Rp1,27 triliun tidak selalu mencerminkan hilangnya kepercayaan terhadap pasar saham Indonesia secara keseluruhan. Sebaliknya, kondisi ini menunjukkan adanya rotasi sektoral dan seleksi ketat terhadap emiten tertentu. Investor asing cenderung memindahkan dana dari saham yang dinilai sudah mahal atau memiliki prospek terbatas ke saham yang dianggap masih murah dan berpotensi tumbuh.

Bagi investor domestik, data aliran dana asing dapat menjadi salah satu referensi dalam menyusun strategi investasi. Namun, keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada analisis fundamental, prospek kinerja emiten, serta toleransi risiko masing-masing. Pasar saham Indonesia masih menawarkan peluang bagi emiten dengan kinerja solid, terlepas dari dinamika arus modal asing yang bersifat jangka pendek.

Secara keseluruhan, fenomena net sell asing yang disertai dengan net buy pada sepuluh saham tertentu menggambarkan bahwa pasar bergerak secara selektif. Emiten dengan fundamental kuat dan prospek cerah tetap menjadi magnet bagi investor asing, bahkan ketika tekanan jual mendominasi pasar secara umum.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter