30, 2026
Olahraga

Audiensi dengan Forum Rektor Muhammadiyah, Golkar Bahas Revisi UU Pemilu hingga Biaya Pendidikan

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/22/6ab27c6ea4f65-fraksi-partai-golkar-dpr-ri-terima-audiensi-forum-rektor_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPR RI menerima audiensi Forum Rektor Muhammadiyah di kompleks parlemen. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari revisi Undang-Undang Pemilu hingga persoalan biaya pendidikan yang menjadi perhatian kalangan perguruan tinggi.

Agenda Pertemuan dan Pihak yang Hadir

Audiensi berlangsung di ruang rapat Fraksi Golkar, Senayan, Jakarta. Forum Rektor Muhammadiyah hadir untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjalin komunikasi politik dengan salah satu fraksi terbesar di DPR RI. Kedatangan mereka diterima langsung oleh jajaran pimpinan Fraksi Golkar yang membidangi persoalan hukum, politik, dan pendidikan.

Forum Rektor Muhammadiyah merupakan wadah komunikasi dan koordinasi para pemimpin perguruan tinggi yang bernaung di bawah Persyarikatan Muhammadiyah. Jaringan perguruan tinggi ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan jumlah mahasiswa yang besar. Karena itu, suara forum ini dinilai merepresentasikan kepentingan dunia pendidikan tinggi sekaligus aspirasi masyarakat luas.

Revisi UU Pemilu Jadi Sorotan

Dalam audiensi itu, revisi Undang-Undang Pemilu menjadi salah satu topik utama. Pembahasan mencakup arah perubahan aturan yang mengatur penyelenggaraan pemilihan umum, mulai dari sistem pemilu, tata kelola penyelenggara, hingga tahapan dan jadwal pemungutan suara.

Fraksi Golkar menyatakan bahwa pembahasan revisi UU Pemilu harus memperhatikan aspek kepastian hukum dan kesinambungan demokrasi. Menurut mereka, perubahan aturan main pemilu tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa tanpa kajian mendalam. Revisi mesti mempertimbangkan pengalaman pelaksanaan pemilu sebelumnya agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Forum Rektor Muhammadiyah turut menyampaikan pandangan soal pentingnya partisipasi publik dalam setiap tahapan pembahasan. Dunia kampus diharapkan dapat menjadi ruang diskusi yang sehat, termasuk memberikan masukan berbasis kajian akademik terhadap rancangan aturan pemilu. Mereka menilai demokrasi yang berkualitas membutuhkan aturan yang jelas, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Isu Biaya Pendidikan Dibahas

Selain persoalan pemilu, audiensi membahas biaya pendidikan tinggi. Forum Rektor Muhammadiyah menyoroti beban pembiayaan yang ditanggung mahasiswa dan keluarga. Isu ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan akses masyarakat terhadap pendidikan yang layak.

Perguruan tinggi Muhammadiyah, seperti halnya perguruan tinggi lain, menghadapi tantangan menjaga mutu akademik di tengah keterbatasan sumber daya. Biaya operasional, kesejahteraan dosen, sarana pembelajaran, hingga kebutuhan riset menjadi faktor yang memengaruhi besaran biaya pendidikan. Di sisi lain, daya beli sebagian masyarakat masih terbatas sehingga kenaikan biaya berpotensi menurunkan angka partisipasi kuliah.

Fraksi Golkar menyatakan komitmennya untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada perluasan akses pendidikan. Pembahasan mencakup peluang skema beasiswa, dukungan pendanaan, serta kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Kolaborasi itu diharapkan mampu meringankan beban mahasiswa tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.

Peran Perguruan Tinggi dalam Kebijakan Publik

Forum Rektor Muhammadiyah menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki fungsi strategis dalam proses kebijakan publik. Kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga pusat kajian yang dapat memberi rekomendasi berbasis data dan penelitian. Karena itu, komunikasi antara akademisi dan pembuat kebijakan perlu terus dijaga.

Melalui audiensi ini, Forum Rektor Muhammadiyah berharap aspirasi dunia pendidikan dapat terakomodasi dalam pembahasan legislasi. Mereka juga mendorong agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kepentingan jangka pendek.

Kelanjutan Pembahasan

Fraksi Golkar menyambut baik masukan yang disampaikan Forum Rektor Muhammadiyah. Mereka menyatakan akan menindaklanjuti sejumlah usulan dalam forum-forum pembahasan di DPR, termasuk saat pembahasan revisi UU Pemilu dan anggaran pendidikan.

Kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi antara legislator dan kalangan perguruan tinggi penting untuk menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Pertemuan itu sekaligus menegaskan bahwa isu pendidikan dan demokrasi merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter