19, 2026
Internasional

Awas! Israel Sebar Spyware Lewat Iklan, Tanpa Diklik Langsung Kena

Discovery-Tech, perusahaan asal Israel, membantu menyebarkan spyware Candiru yang ganas lewat platform iklan online-nya.]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Awas! Israel Sebar Spyware Lewat Iklan, Tanpa Diklik Langsung Kena

Perangkat Anda bisa terinfeksi spyware hanya karena sebuah iklan muncul di layar—tanpa perlu diklik, tanpa perlu diunduh, dan tanpa peringatan apa pun. Metode penyebaran semacam ini menjadi perhatian serius kalangan peneliti keamanan siber, terutama karena jejaknya mengarah pada jaringan periklanan digital yang digunakan untuk mengantar perangkat lunak pengintai ke perangkat target.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah laporan lembaga riset keamanan dan tim tanggap insiden perusahaan teknologi mencatat pergeseran pola serangan. Jika dulu spyware ditanam melalui tautan palsu atau lampiran surel yang harus dibuka korban, kini penyebarannya memanfaatkan celah keamanan yang dieksploitasi secara otomatis begitu konten berbahaya dimuat di peramban atau aplikasi.

Iklan sebagai Pintu Masuk

Jalur yang paling sering digunakan adalah malvertising, yakni penyalahgunaan jaringan iklan digital untuk menampilkan materi promosi yang telah disisipi kode berbahaya. Pelaku membeli ruang iklan melalui platform resmi, sehingga tampilan luar tetap terlihat seperti promosi biasa. Begitu iklan itu termuat di peramban, kode berbahaya mencoba mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak yang belum diperbarui.

Pada skenario yang lebih canggih, pelaku tidak bergantung pada kerentanan peramban semata. Mereka mengarahkan pengunjung ke halaman perantara yang memeriksa jenis perangkat, versi sistem operasi, dan tingkat pembaruan keamanan sebelum memutuskan eksploit mana yang akan dijalankan. Proses ini berlangsung dalam hitungan detik dan tidak meninggalkan tanda yang kasat mata bagi pengguna awam.

Karena iklan sah dan iklan berbahaya tampil di ruang yang sama, penyedia situs maupun platform periklanan kerap kesulitan menyaringnya lebih dulu. Moderasi konten iklan umumnya menilai materi visual dan teks promosi, bukan kode yang berjalan di baliknya.

Dari "Zero-Click" hingga "Near Zero-Click"

Istilah zero-click merujuk pada serangan yang tidak memerlukan interaksi korban sama sekali. Eksploitasi dilakukan terhadap layanan yang selalu aktif, misalnya aplikasi pesan, pemanggilan suara, atau proses latar belakang sistem. Beberapa kasus paling dikenal melibatkan rantai eksploitasi terhadap aplikasi perpesanan yang memungkinkan penanaman spyware hanya dengan menerima pesan masuk.

Selain zero-click murni, terdapat pola near zero-click, yaitu korban hanya perlu melakukan tindakan sangat kecil—misalnya membuka pratinjau tautan atau menerima panggilan yang tidak dijawab—sebelum perangkat diambil alih. Dalam banyak laporan, kombinasi iklan berbahaya dan eksploitasi peramban masuk kategori near zero-click.

Setelah berhasil masuk, spyware biasanya meminta hak akses tambahan, menyamarkan diri sebagai komponen sistem, lalu mengirimkan data secara berkala ke server kendali. Data yang diambil dapat mencakup pesan, riwayat panggilan, lokasi, kontak, hingga tangkapan layar.

Jejak Industri Spyware Komersial

Perdebatan mengenai asal-usul spyware sering mengarah pada industri spyware komersial yang tumbuh pesat. Sejumlah perusahaan pengembang teknologi pengintaian berbasis di Israel dan memasarkan produk mereka ke lembaga penegak hukum serta badan intelijen berbagai negara. Produk seperti Pegasus, Predator, dan Graphite telah berulang kali menjadi objek penyelidikan organisasi hak asasi manusia dan peneliti independen.

Pemerintah Israel secara umum tidak mengomentari operasi spesifik, sementara perusahaan pengembang menyatakan produk mereka hanya dijual kepada pemerintah dengan kontrak yang melarang penyalahgunaan. Namun penyelidikan jurnalistik dan forensik digital berulang kali menemukan perangkat milik aktivis, jurnalis, dan politisi oposisi yang terinfeksi. Tuduhan bahwa penyebaran dilakukan oleh negara tertentu, termasuk melalui jaringan iklan, tetap menjadi bahan sengketa dan tidak selalu dapat dibuktikan secara terbuka.

Sasaran dan Dampak

Kelompok yang paling sering menjadi target adalah jurnalis investigasi, aktivis hak asasi manusia, pengacara, pejabat oposisi, serta pegawai lembaga pemerintah. Bagi mereka, infeksi spyware tidak hanya berarti kehilangan privasi, tetapi juga risiko keselamatan fisik karena lokasi dan pola komunikasi dapat terpantau.

Dampak lain adalah melemahnya kepercayaan terhadap ekosistem digital. Ketika iklan—elemen yang dianggap remeh dan sering diabaikan—berubah menjadi kendaraan serangan, pengguna kehilangan asumsi dasar bahwa membuka situs berita atau aplikasi hiburan tidak berisiko.

Respons Industri dan Langkah Perlindungan

Perusahaan teknologi telah meningkatkan deteksi terhadap pola eksploitasi yang tidak lazim, memblokir kampanye iklan berbahaya, dan mempercepat distribusi tambalan keamanan. Beberapa penyedia layanan pesan juga menerapkan enkripsi serta pembatasan pemrosesan konten untuk mempersempit peluang eksploitasi.

Bagi pengguna, langkah pencegahan yang dianjurkan meliputi pembaruan sistem operasi dan peramban secara rutin, menghindari penggunaan perangkat lama yang tidak lagi menerima tambalan keamanan, membatasi izin aplikasi, serta mengaktifkan mode penguncian atau fitur keamanan tambahan pada perangkat seluler. Pemasangan pemblokir iklan juga dapat mengurangi paparan, meski tidak menghilangkan risiko secara menyeluruh.

Pada tingkat kebijakan, sejumlah negara mendorong pengawasan lebih ketat terhadap perdagangan spyware komersial, termasuk kewajiban uji tuntas terhadap pembeli dan sanksi bagi penyalahgunaan. Hingga kini, aturan di tingkat global masih terfragmentasi, sementara pasar perangkat pengintai terus berkembang.

Yang jelas, ancaman tidak lagi datang dari tautan mencurigakan yang dikirim lewat surel. Ia bisa muncul di sela artikel yang sedang dibaca, di dalam aplikasi yang dipakai sehari-hari, dan bekerja tanpa suara—menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi dari pengguna maupun penyedia layanan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter