Bahlil 'Turun Gunung' Cek Pasang Listrik Gratis di Karawang
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif didampingi oleh Deputi Bidang Ketenagalistrikan Arcandra Tahar melakukan inspeksi mendadak atau "turun gunung" untuk memastikan implementasi program pasang listrik gratis di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kunjungan ini dilakukan pada Rabu (15/3/2023) untuk mengecek langsung pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan akses energi listrik di seluruh pelosok Indonesia.
Dalam kunjungannya, Bahlil seperti yang disapa menteri ini mengunjungi beberapa lokasi di Kecamatan Batujaya dan Pedes. Di Kecamatan Batujaya, Bahlil menyempatkan berkunjung ke rumah warga yang telah mendapat manfaat dari program listrik gratis. Salah satunya adalah rumah Siti Aminah (45), warga Desa Batujaya yang selama ini hidup tanpa akses listrik karena lokasinya yang terpencil.
"Sebelum ada program ini, kami menggunakan lampu minyak untuk menerangi malam hari. Sangat sulit bagi anak-anak untuk belajar di malam hari," kata Siti kepada Bahlil saat ditemui di rumahnya. Menurutnya, keberadaan listrik gratis telah mengubah kehidupan keluarganya, terutama untuk kebutuhan pendidikan anak-anak.
Implementasi Program di Karawang
Kabupaten Karawang menjadi salah satu daftar prioritas dalam program pasang listrik gratis karena masih terdapat beberapa wilayah yang belum memiliki akses listrik listrik. Menurut data dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, terdapat sekitar 2.500 rumah tangga di Karawang yang masih belum terjangkau oleh layanan listrik.
"Kami menargetkan pada akhir tahun 2023, seluruh rumah tangga di Karawang yang belum memiliki akses listrik akan terlayani melalui program ini," ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Karawang, Ahmad Fauzi saat ditemui di lokasi.
Program ini bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memastikan instalasi berjalan lancar dan sesuai standar. Selain pasang baru, program ini juga mencakup pemeliharaan jaringan listrik di daerah terpencil dan daerah terdampak bencana.
Tantangan dan Solusi
Meski program ini dianggap sangat bermanfaat bagi masyarakat terpencil, Bahlil mengakui masih ada beberapa tantangan dalam pelaksanaannya. Salah satu tantangan utama adalah akses menuju lokasi yang sulit, terutama di daerah pegunungan dan pedalaman.
"Kami sering menghadapi kendala aksesibilitas, terutama saat musim hujan. Beberapa lokasi terisolasi sehingga sulit untuk mengangkut material dan tenaga kerja," jelas Bahlil.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah bekerja sama dengan PLN menggunakan pendekatan partisipatif masyarakat. Masyarakat setempat turut serta dalam membantu pembangunan jaringan listrik, seperti menyediakan lahan untuk tiang listrik dan membantu transportasi material.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Program ini telah memberikan dampak positif signifikan bagi masyarakat di Karawang. Selain untuk kebutuhan penerangan, listrik gratis juga membuka peluang usaha baru bagi warga setempat. Banyak warga yang memanfaatkan listrik untuk usaha home industry, seperti pengolahan hasil pertanian dan produker kerajinan tangan.
"Dengan adanya listrik, saya bisa membuka usaha pengolahan hasil pertaniannya menjadi keripik singkong. Hasilnya jauh lebih baik dan bisa dijual ke pasar luar daerah," ujar Jumadi (52), warga Desa Pedes yang sebelumnya hanya bekerja sebagai buruh harian.
Bahlil menambahkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pasang listrik, tetapi juga memberikan pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen energi, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi dari keberadaan listrik.
Target Nasional
Secara nasional, pemerintah menargetkan 100% akses listrik di seluruh Indonesia pada tahun 2024. Saat ini, capaian akses listrik nasional telah mencapai 98,7%, dengan target 99,2% pada akhir tahun 2023.
"Kami akan terus berupaya untuk mencapai target tersebut, bahkan lebih dari target yang telah ditetapkan. Akses listrik bukan hanya kebutuhan primer, tet juga hak setiap warga Indonesia," tutup Bahlil.
Dalam kunjungannya, Bahlil juga mengecek langsung kualitas layanan listrik di beberapa lokasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan dan aspirasi mereka terkait layanan listrik.
Komentar (0)