Bakal Debut di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Asal Usul Darah Indonesia Luke Vickery dan Dion Markx
Dua nama baru akan memperkaya skuad timnas Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Luke Vickery dan Dion Markx resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan berhak mewakili Indonesia dalam turnamen bergengsi tersebut. Kedua pemain ini memiliki darah Indonesia yang mengalir dalam tubuh mereka, meski lahir dan tumbuh di luar negeri.
Latar Belakang Luke Vickery
Luke Vickery lahir di Melbourne, Australia, pada 15 Maret 2002 dari ayah berkebangsaan Australia dan ibu berdarah Indonesia. Ibunya, Siti Aminah, lahir di Surabaya, Jawa Timur, sebelum pindah ke Australia pada usia 20 tahun. Luke menghabiskan masa kecilnya di Melbourne dan menunjukkan bakat sepak bola sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Ketika ditanya tentang darah Indonesia yang diwarisi dari ibunya, Luke menyatakan bangga. "Saya selalu tahu bahwa saya memiliki darah Indonesia. Ibanya sering bercerita tentang kampung halamannya di Surabaya, makanan khas, dan budaya yang indah. Itu membuat saya terhubung dengan Indonesia meski tinggal di Australia," ujar Luke dalam sebuah wawancara eksklusif.
Perjalanan karir sepak bola Luke dimulai di akademi sepak bola lokal Melbourne Victory sebelum pindah ke akademi profesional Brisbane Roar pada usia 16 tahun. Dengan tinggi badan 189 cm, Luke berkembang menjadi bek tengah yang tangguh dan memiliki kemampuan udara yang baik.
Dion Markx: Pemain dengan Darah Jawa-Sunda
Dion Markx lahir di Den Haag, Belanda, pada 8 Juli 2001. Ayahnya adalah Mark van der Linden, seorang insinyur Belanda, sedangkan ibunya Dewi Lestari adalah orang Jawa-Sunda asal Bandung. Dion menghabiskan masa kecilnya di Belanda namun sering berkunjung ke Indonesia selama liburan sekolah untuk bertemu keluarga ibunya.
"Saya memiliki dua identitas yang kuat. Di Belanda, saya adalah Dion Markx, tetapi di Indonesia, saya dikenal sebagai Dion Markx Lestari. Saya senang bisa berbicasa Bahasa Indonesia dan mengenal budaya Jawa-Sunda dari ibu dan kakek-nenek saya," kata Dion yang fasih berbicara dalam Bahasa Indonesia, Belanda, dan Inggris.
Karir sepak bola Dion dimulai di akademi ADO Den Haag sebelum pindah ke akademi Ajax Amsterdam. Dengan posisi sebagai gelandang serang, dikenal dengan kemampuan passing yang akurat dan visi permainan yang tajam. Dion juga memiliki sepak kaki kiri yang andal, sering menjadi ancaman bagi lawan dari sisi kiri lapangan.
Proses Naturalisasi dan Persiapan Timnas
Proses naturalisasi kedua pemain ini memakan waktu hampir satu tahun. Mereka harus melalui serangkaian prosedur administratif dan verifikasi darah Indonesia yang dilakukan oleh PSSI dan pemerintah. Ayah Luke Vickery dan ayah Dion Markx juga harus menyetujui proses naturalisasi anak mereka.
"Kami sangat mendukung keputusan Luke untuk mewakili Indonesia. Ini adalah kesempatan emas baginya untuk menunjukkan bakatnya di level internasional dan menghormati darah yang diwarisi dari istrinya," ujar John Vickery, ayah Luke.Menurut sumber dari PSSI, kedua pemain ini telah memenuhi semua persyaratan untuk mewakili Indonesia. Mereka telah mengikuti latihan intensif dengan timnas selama tiga bulan terakhir di Jakarta untuk menyesuaikan diri dengan gaya bermain timnas Indonesia dan kondisi cuaca di Asia Tenggara.
Target di FIFA ASEAN Cup 2026
Kepala Pelatih timnas Indonesia, Indra Sjafri, menilai kedatangan Luke dan Dion akan memberikan dampak positif bagi tim. "Luke dan Dion adalah pemain berkualitas internasional yang memiliki darah Indonesia. Mereka akan memperkuat lini pertahanan dan lini tengah kami. Saya yakin mereka dapat beradaptasi dengan cepat dan memberikan kontribusi signifikan," ujar Indra.
Target timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 adalah meraih gelar juara untuk pertama kalinya sejak turnamen ini berganti nama dari AFF Suzuki Cup. Dengan adanya Luke Vickery dan Dion Markx, timnas Indonesia diharapkan memiliki tambahan kekuatan dan variasi dalam strategi permainan.
Luke dan Dion menyatakan siap memberikan yang terbaik bagi Indonesia. "Ini adalah mimpi saya untuk bisa memperjuangkan nama Indonesia di panggung internasional. Saya akan memberikan segala tenaga dan kemampuan saya untuk membawa trofi ke Indonesia," kata Luke penuh semangat.
Sementara itu, Dion menambahkan, "Indonesia adalah negara kedua saya. Saya bangga bisa membela timnas dan bermain di depan pendukung Indonesia. Kami akan bekerja keras bersama rekan-rekan satu tim untuk meraiju kesuksesan di ASEAN Cup 2026."
Komentar (0)