Ballon d'Or 2026: Luis Enrique Tak Terima Vitinha Finis di Peringkat 14
Paris - Vitinha menempati peringkat ke-14 dalam pemungutan suara Ballon d'Or 2026, hasil yang dianggap mengecewakan oleh mantan pelatihnya Luis Enrique. Pemain berusia 24 tahun itu tampil mengesankan bersama Paris Saint-Germain (PSG) musim lalu, namun tidak masuk dalam 10 besar penghargaan individu bergengsi ini.
Luis Enrique, yang kini melatih timnas Spanyol, menyatakan kekecewaannya atas posisi Vitinha dalam voting Ballon d'Or. "Saya pikir Vitinha layak berada dalam 10 besar. Performanya bersama PSG lalu luar biasa," ujar Luis Enrique dalam konferensi pers persiapan laga internasional.
Vitinha bergabung dengan PSG dari Porto pada 2022 dengan biaya transfer yang signifikan. Musim lalu, ia menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah klub ibu kota Prancis. Statistiknya mencatat 42 penampilan di semua kompetisi dengan 4 gol dan 8 assist. Performa konsisten itu seharusnya, menurut Luis Enrique, cukup untuk masuk dalam 10 besar Ballon d'Or.
"Ballon d'Or adalah penghargaan yang subjektif, tapi saya yakin Vitinha tidak mendapat pengakuan yang layak. Dia bekerja keras dan memberikan kontribusi besar bagi PSG," tambah mantan pelatih Barcelona tersebut.
Karir Vitinha di PSG
Sejak bergabung dengan PSG, Vitinha terus menunjukkan perkembangan positif. Pemain asal Portugal ini dikenal karena kemampuan menyelesaikan bola, visi permainan yang baik, dan stamina luar biasa. Ia menjadi pilihan utama di lini tengah PSG, sering bermain bersama pemain bintang seperti Marco Verratti dan Danilo Pereira.
Musim 2025-2026, Vitingga mencatat beberapa penampilan gemilang. Salah satunya adalah saat PSG mengalahkan Real Madrid 3-1 di babak grup Liga Champions. Ia mencetak satu gol dan memberikan satu assist dalam pertandingan tersebut. Performa itu membuatnya dipuji oleh berbagai media olahraga Eropa.
Menurut statistik dari Opta, Vitinha memiliki rata-rata 89,3% akurasi passing dan berhasil melakukan 2,3 dribble per pertandingan di Ligue 1 musim lalu. Ia juga mencatat 4,3 duel udara yang dimenangkan per pertandingan, angka yang mengesankan untuk seorang gelandang.
Reaksi dari PSG
PSG sendiri tampaknya tidak terlalu mempermasalahkan peringkat Vitinha dalam Ballon d'Or. "Kami menghargai setiap penghargaan, tetapi yang terpenting adalah kontribusi Vitinha untuk tim," kata direktur olahraga PSG, Luis Campos, dalam wawancara eksklusif.
Campos menegaskan bahwa klub tidak memaksa pemain untuk mengejar penghargaan individu. "Fokus kami adalah meraih gelar bersama tim. Vitinja adalah bagian penting dari rencana kami untuk musim depan," tambahnya.
Sejauh ini, PSG masih memegang status favorit di Ligue 1 dan dianggap sebagai salah satu kandidat kuat untuk meraih trofi Liga Champions. Dengan Vitinha sebagai salah satu pemain kunci, PSG memiliki peluang baik untuk meraih gelar ganda musim ini.
Pesaing Vitinha di Posisinya
Meski tidak masuk 10 besar Ballon d'Or, Vitinha tetap dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa. Pemain-pemain di posisinya yang biasanya masuk dalam nominasi Ballon d'Or antara lain Rodri (Manchester City), Casemiro (Real Madrid), dan Toni Kroos (Real Madrid).
"Rodri dan Casemiro memang berada level berbeda saat ini. Tapi Vitinha masih muda dan memiliki waktu untuk berkembang," ujar seorang analis sepakbola dari L'Equipe.
Vitinya sendiri tampaknya tidak terlalu terganggu dengan hasil Ballon d'Or. "Saya fokus pada permainan tim. Penghargaan individu adalah bonus, tapi yang terpenting adalah meraih trofi bersama PSG," kata Vitinha dalam sesi wawancara terakhirnya.
Dengan kontrak yang berlangsung hingga 2030, PSG memiliki rencana jangka panjang untuk Vitinha. Pelatih baru PSG, Luis Enrique, juga menyatakan keyakinannya pada kemampuan pemain Portugal tersebut. "Vitinha adalah tipe pemain yang bisa memainkan peran kunci dalam strategi kami," ujar Luis Enrique.
Ballon d'Or 2026 dimenangkan oleh Lionel Messi untuk kedelapan kalinya, diikuti oleh Kylian Mbappe di posisi kedua dan Erling Haaland di posisi ketiga. Hasil pemungutan suara ini memang mengejutkan banyak pihak, terutama karena beberapa pemain yang tampil konsisten musim lalu tidak masuk dalam 10 besar.
Komentar (0)