01, 2026
Nasional

Banjir Meluas di Aceh Barat, 12 Desa Terendam

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Banjir Meluas di Aceh Barat, 12 Desa Terendam

Kejadian banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Barat pada Rabu (15/2) malam telah menyebabkan luasnya genangan air yang merendam 12 desa di Kecamatan Johan Pahlawan. Banjir yang terjadi akibat hujan deras yang mengakibatkan Sungai Meureubo meluap ini telah mengakibatkan puluhan warga mengungsi serta mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Fahrizal, mengatakan bahwa banjir ini terjadi dengan cepat dan mengejutkan. "Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Meureubo sejak sore hari menyebabkan debit air sungai meluap pesat. Banjir mulai masuk ke pemukiman warga pada pukul 21.00 WIB dan terus meluas hingga tengah malam," jelas Fahrizal pada Kamis (16/2) pagi.

Dampak Banjir

Dampak banjir terasa sangat signifikan di 12 desa yang tersebar di Kecamatan Johan Pahlawan. Desa-desa yang terdampak antara lain Desa Meureubo, Lambaro, Krueng Sabee, dan beberapa desa lainnya. Ketinggian air di beberapa wilayah mencapai 150 sentimeter, menyebabkan sejumlah rumah warga terendam.

"Kondisi saat ini masih darurat. Puluhan rumah warga terendam air setinggi 50 hingga 150 sentimeter. Beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas juga terdampak banjir. Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah terpaksa dihentikan sementara waktu," ujar Fahrizal.

Sementara itu, Kepala Desa Meureubo, Hasanuddin, mengungkapkan bahwa warga setempat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. "Warga yang rumahnya terendam sudah mengungsi ke rumah kerabat yang lebih tinggi atau ke posko pengungsian yang telah disiapkan pemerintah desa. Saat ini kondisi wirus aman, namun mereka masih trauma dan membutuhkan bantuan," kata Hasanuddin.

Upaya Penanggulangan

Pemerintah Daerah Aceh Barat telah segera merespons bencana ini. BPBD bersama tim SAR dari TNI/Polri serta relawan telah turun ke lokasi untuk membantu evakuasi warga dan distribusi bantuan. "Tim kami sudah terjun ke lapangan untuk membantu warga terdampak. Kami juga sedang melakukan pendataan kerugian secara menyeluruh untuk memastikan jumlah korban dan kerugian secara detail," jelas Fahrizal.

Bantuan yang telah disiapkan antara lain makanan, minum, selimut, tenda, dan obat-obatan. "Kami juga mendistribusikan air bersih karena beberapa sumber air warga terkontaminasi lumpur akibat banjir. Selain itu, tim kesehatan juga turun untuk melakukan penyuluhan kesehatan dan pencegahan penyakit menular pasca bencana," tambahnya.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam keterangannya menyatakan siap membantu korban banjir. "Pemerintah Provinsi Aceh siap memberikan bantuan penuh kepada korban banjir di Aceh Barat. Kami akan mengirimkan bantuan tambahan berupa alat berat untuk membersihkan lumpur dan tim rekonstruksi untuk memperbaiki fasilitas umum yang rusak," ujar Nova.

Pencegahan dan Penanganan Jangka Panjang

BPBD Aceh Barat juga telah meminta warga untuk tetap waspada karena prakiraan cuaca untuk beberapa hari ke depan masih menunjukkan adanya potensi hujan. "Kami meminta warga di sekitar daerah aliran sungai untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri jika terjadi banjir kembali. Selain itu, kami juga akan membangun tanggul sementara di beberapa titik rawan banjir," jelas Fahrizal.

Kepala BPBD juga menyoroti pentingnya penataan wilayah daerah aliran sungai untuk mencegah banjir di masa depan. "Penyebab utama banjir ini adalah hujan deras dan sedimentasi di sungai. Oleh karena itu, kami akan merekomendasikan kepada pemerintah pusat untuk melakukan normalisasi sungai dan membangun sistem drainase yang lebih baik di wilayah ini," ujar Fahrizal.

Sementara itu, warga setempat berharap bencana ini menjadi pelajaran bagi pemerintah dalam membangun infrastruktur yang lebih tangguh. "Kami berharap setelah bencana ini, pemerintah bisa memperbaiki sistem drainase dan membangun tanggul yang lebih kuat agar tidak terulang lagi bencana seperti ini di masa depan," ujar salah seorang warga, Ahmad.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter