Inggris Hancurkan Kroasia 7-0 dalam Laga Kualifikasi Piala Dunia
Tim nasional Inggris menorehkan kemenangan telak yang mengesankan atas Kroasia dengan skor 7-0 dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Laga yang berlangsung di Stadion Wembley, London, tersebut menjadi salah satu penampilan paling dominan yang pernah ditunjukkan skuad asuhan pelatih Gareth Southgate dalam beberapa tahun terakhir. Tujuh gol tanpa balas itu tidak hanya menegaskan superioritas Inggris di grup kualifikasi, tetapi juga mengirim pesan tegas kepada tim-tim pesaing lainnya menjelang putaran final turnamen empat tahunan tersebut.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan tinggi yang diterapkan lini depan membuat pertahanan Kroasia kewalahan sejak menit-menit awal. Gol pembuka tercipta pada menit ke-12 melalui sundulan tajam Jude Bellingham yang memanfaatkan umpan silang akurat dari sisi kanan. Keunggulan satu gol itu membuka keran gol bagi tuan rumah. Hanya berselang delapan menit, Harry Kane menggandakan keunggulan melalui eksekusi penalti setelah Bukayo Saka dilanggar di dalam kotak terlarang.
Dominasi Tanpa Henti Sepanjang Babak Pertama
Kroasia, yang dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa dengan gelar juara dunia era 1990-an dan finalis Piala Dunia 2018, tampak kehilangan bentuk permainan. Lini tengah mereka yang biasanya solid tidak mampu mengimbangi intensitas permainan Inggris. Gol ketiga lahir pada menit ke-34 lewat aksi individu Phil Foden yang melewati dua pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut jauh gawang. Babak pertama ditutup dengan gol keempat melalui kaki Saka pada menit ke-45+2, memanfaatkan kesalahan umpan bek Kroasia di area pertahanan sendiri.
Statistik babak pertama menunjukkan dominasi total Inggris dengan penguasaan bola mencapai 68 persen dan sembilan tembakan tepat sasaran, sementara Kroasia hanya mampu melepaskan dua percobaan yang tidak mengarah ke gawang. Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, terlihat beberapa kali menggelengkan kepala dari pinggir lapangan, menandakan kekhawatiran mendalam terhadap performa anak asuhnya.
Babak Kedua: Inggris Tidak Mengendurkan Tekanan
Memasuki babak kedua, Southgate melakukan rotasi dengan memasukkan beberapa pemain pelapis. Namun, intensitas permainan Inggris tidak menurun sedikit pun. Gol kelima tercipta pada menit ke-58 melalui kerja sama apik antara Kane dan Bellingham yang diakhiri dengan tembakan mendatar ke tiang dekat. Kane kemudian mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya pada menit ke-67, menyelesaikan serangan balik cepat yang dimulai dari tekanan lini tengah.
Gol ketujuh, sekaligus penutup pesta gol Wembley, lahir pada menit ke-79 melalui aksi pemain pengganti, Cole Palmer, yang baru masuk sepuluh menit sebelumnya. Pemain muda Chelsea tersebut melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tidak mampu dijangkau kiper Kroasia, Dominik Livakovic. Skor 7-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Reaksi dan Dampak di Klasemen Grup
Kemenangan ini membawa Inggris memuncaki klasemen sementara grup kualifikasi dengan koleksi poin sempurna dari empat pertandingan, mencetak total 18 gol dan baru kebobolan satu kali. Kroasia tertahan di posisi ketiga dan menghadapi tekanan besar untuk meraih hasil maksimal di laga-laga berikutnya agar tetap menjaga peluang lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2026.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Gareth Southgate menyatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pemain dan staf pelatih. Ia menekankan bahwa meskipun skor terlihat fantastis, fokus tim tetap pada pertandingan berikutnya. "Kami bermain dengan disiplin dan efisien. Namun, tidak ada yang bisa diraih hanya dari satu pertandingan. Kami harus menjaga konsistensi," ujar Southgate.
Sementara itu, Zlatko Dalic mengakui keunggulan Inggris dan menyebut pertandingan ini sebagai salah satu malam terburuk dalam karier kepelatihannya. Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum pertandingan kualifikasi berikutnya melawan Republik Ceko. "Kami harus menerima kekalahan ini dengan lapang dada dan bangkit. Ada banyak hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam bertahan dan transisi," kata Dalic.
Analisis Taktis dan Sorotan Pemain
Kemenangan 7-0 ini tidak lepas dari keberhasilan Southgate menerapkan formasi 4-2-3-1 yang fleksibel. Duet Declan Rice dan Kalvin Phillips di lini tengah memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan, sehingga Bellingham, Foden, dan Saka memiliki kebebasan berkreasi di lini depan. Kane, yang mencetak dua gol dalam laga ini, semakin memperkokoh posisinya sebagai top skor sepanjang masa tim nasional Inggris dengan total 68 gol.
Bellingham kembali menunjukkan kelasnya sebagai gelandang serang modern dengan satu gol dan dua assists. Pemain Real Madrid tersebut dinobatkan sebagai Man of the Match. Sementara itu, lini belakang Inggris yang dikawal John Stones dan Marc Guehi tampil solid, tidak memberi ruang sedikit pun bagi penyerang Kroasia seperti Andrej Kramaric dan Ante Budimir.
Dengan hasil ini, publik sepak bola Inggris semakin optimistis menyambut Piala Dunia 2026. Meski demikian, tantangan sesungguhnya baru akan diuji ketika menghadapi tim-tim kuat lainnya di putaran final. Inggris dijadwalkan menghadapi Serbia dalam laga kualifikasi berikutnya bulan depan, sementara Kroasia akan berusaha bangkit melawan Republik Ceko di Zagreb.
Komentar (0)