04, 2026
Nasional

Baru 3 Bulan Jadi Kapolda Sumbar, Djati Wiyoto Abadhy Kembali Dimutasi

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat kembali mengalami pergantian. Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, yang baru sekitar tiga bulan menjabat sebagai Kapolda Sumbar, kembali dimutasi ke posisi lain dalam struktur organisasi Polri. Mutasi tersebut tertuang dalam surat telegram yang dikeluarkan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia dan menjadi bagian dari rotasi jabatan di lingkungan korps Bhayangkara.

Djati Wiyoto Abadhy sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat menggantikan Irjen Pol Teddy Minahasa Putra. Serah terima jabatan berlangsung di Markas Besar Polri, Jakarta, dan dihadiri sejumlah pejabat utama lingkungan Polri. Dalam kurun waktu singkat kepemimpinannya, Djati tercatat menjalankan sejumlah agenda, mulai dari pengamanan wilayah hingga penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di provinsi yang memiliki karakteristik geografis beragam, dari kawasan pesisir hingga daerah pegunungan.

Rotasi Jabatan di Tubuh Polri

Mutasi Djati disebut sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Polri secara berkala melakukan rotasi jabatan di tingkat markas besar maupun kewilayahan. Surat telegram mutasi biasanya memuat sejumlah nama perwira tinggi dan perwira menengah yang berpindah posisi, baik untuk menduduki jabatan strategis maupun mengikuti pendidikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kapolda mengalami masa jabatan yang relatif singkat. Hal ini kerap dikaitkan dengan kebutuhan organisasi, promosi jabatan, serta penyesuaian terhadap prioritas tugas di daerah. Kendati demikian, masa jabatan yang hanya sekitar tiga bulan tergolong jarang dan menarik perhatian publik, terutama karena Sumatera Barat memiliki dinamika keamanan yang perlu penanganan berkelanjutan.

Jejak Tugas di Sumatera Barat

Selama menjabat, Djati menghadapi berbagai persoalan daerah. Sumatera Barat dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas perdagangan lintas provinsi, jalur transportasi darat yang panjang, serta potensi bencana alam seperti gempa dan banjir. Selain itu, persoalan narkotika, perjudian, dan konflik sosial menjadi perhatian kepolisian daerah.

Di bawah kepemimpinannya, Polda Sumbar melaksanakan operasi penegakan hukum dan kegiatan preventif. Sejumlah pengungkapan kasus dilakukan, termasuk kasus penyalahgunaan narkoba dan tindak pidana umum. Polda juga terlibat dalam pengamanan agenda nasional dan kegiatan masyarakat seperti perayaan keagamaan serta event olahraga.

Selain itu, Polda Sumbar menjalankan program pendekatan kepada masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan, termasuk di lingkungan pendidikan. Fokus lain adalah penguatan peran Bhabinkamtibmas di tingkat desa dan kelurahan, terutama untuk menjaga stabilitas keamanan menjelang dan sesudah pemilu.

Respons dan Dinamika Lokal

Kabar mutasi ini memunculkan beragam tanggapan. Sebagian kalangan menilai pergantian pimpinan yang cepat dapat memengaruhi kesinambungan program. Kelompok lain menilai hal tersebut wajar dalam institusi yang menerapkan pola tour of duty dan tour of area.

Pengamat kepolisian menilai mutasi perlu diikuti dengan transisi yang mulus. Kesinambungan kebijakan, kata mereka, menjadi kunci agar pelayanan kepolisian tidak terganggu. Transisi kepemimpinan juga diharapkan disertai penyerahan dokumen dan informasi strategis, termasuk peta kerawanan wilayah, data kriminalitas, serta program yang sedang berjalan.

Di sisi lain, masyarakat menaruh harapan agar kapolda baru dapat segera beradaptasi dengan kondisi Sumatera Barat. Persoalan yang menonjol antara lain penegakan hukum yang adil, pemberantasan narkoba, penanganan konflik agraria, serta penguatan keamanan di jalur wisata. Sumatera Barat memiliki sejumlah destinasi wisata yang menjadi sumber pendapatan daerah, sehingga stabilitas keamanan berdampak langsung terhadap perekonomian.

Tantangan Kapolda Selanjutnya

Kapolda yang akan menggantikan Djati menghadapi sejumlah tantangan. Pertama, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika sosial dan politik. Kedua, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan lembaga penegak hukum lain. Ketiga, meningkatkan kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

Selain itu, modernisasi pelayanan kepolisian menjadi agenda penting. Digitalisasi layanan seperti pembuatan surat keterangan catatan kepolisian dan pelaporan masyarakat daring perlu terus dikembangkan. Hal tersebut sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap layanan cepat, mudah, dan bebas pungutan liar.

Penguatan pengawasan internal juga menjadi pekerjaan rumah. Inspektorat Pengawasan Daerah berperan memastikan anggota menjalankan tugas sesuai aturan. Penindakan tegas terhadap pelanggaran, termasuk penyalahgunaan wewenang, menjadi prasyarat terwujudnya Polri yang presisi, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Sejarah Rotasi di Polda Sumbar

Dalam beberapa tahun terakhir, kursi Kapolda Sumbar beberapa kali berganti. Setiap pergantian membawa gaya kepemimpinan dan prioritas berbeda. Ada yang menekankan penindakan tegas terhadap kejahatan jalanan, ada pula yang mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui pembinaan masyarakat.

Pola ini menunjukkan bahwa kepemimpinan di kepolisian daerah bersifat dinamis. Mutasi bukan semata soal individu, melainkan bagian dari manajemen organisasi untuk memastikan distribusi pengalaman dan kompetensi di berbagai wilayah. Perwira yang bertugas di daerah dengan karakter berbeda akan memperoleh pengalaman yang memperkaya kapasitasnya.

Penutup

Mutasi Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menandai berakhirnya masa jabatan singkatnya sebagai Kapolda Sumatera Barat. Publik menantikan sosok pengganti yang mampu menjaga stabilitas keamanan, menegakkan hukum secara adil, dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Transisi yang lancar dan program yang berkelanjutan menjadi kunci agar pelayanan kepolisian tetap optimal bagi warga Sumatera Barat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter