03, 2026
Teknologi

Belajar Keuangan sejak Dini, BRImo Junior Bantu Anak Menabung dan Bertransaksi Digital

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bank Rakyat Indonesia (BRI) memperkenalkan fitur BRImo Junior sebagai upaya mendorong literasi keuangan sejak usia dini. Fitur ini dirancang untuk membantu anak-anak mengenal kebiasaan menabung sekaligus memahami transaksi digital secara aman dan terkendali di bawah pengawasan orang tua.

Langkah ini merespons meningkatnya kebutuhan keluarga akan sarana pembelajaran keuangan yang relevan dengan gaya hidup digital. Anak-anak yang tumbuh di era teknologi kini terbiasa berinteraksi dengan perangkat pintar, sehingga pengenalan layanan keuangan digital dinilai perlu dilakukan secara terarah agar tidak menimbulkan risiko.

Konsep BRImo Junior

BRImo Junior merupakan fitur yang terintegrasi dengan aplikasi BRImo, layanan super app milik BRI. Fitur ini menyasar nasabah anak yang memiliki rekening tabungan khusus, umumnya dengan produk Simpanan Pelajar (SimPel) atau sejenisnya. Melalui BRImo Junior, anak dapat memantau saldo, melihat riwayat transaksi, serta melakukan transaksi tertentu dengan batasan yang telah ditentukan.

Kendali utama tetap berada di tangan orang tua. Orang tua berperan sebagai pemegang akun induk yang dapat mengatur limit transaksi, memantau aktivitas anak, serta menyetujui atau menolak transaksi tertentu. Dengan demikian, anak memperoleh pengalaman bertransaksi digital, sementara orang tua tetap memegang kendali penuh atas keamanan dana.

Mendorong Kebiasaan Menabung

Salah satu tujuan utama fitur ini adalah menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini. Anak-anak dapat melihat secara langsung bagaimana uang yang mereka sisihkan bertambah dari waktu ke waktu. Visualisasi saldo dan riwayat transaksi dinilai membantu anak memahami hubungan antara pemasukan, pengeluaran, dan tabungan.

Pendekatan ini sejalan dengan berbagai program literasi keuangan yang menekankan pentingnya pembelajaran praktis. Anak tidak hanya menerima penjelasan teoretis tentang pentingnya menabung, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui perangkat yang akrab bagi mereka.

Pembelajaran Transaksi Non-Tunai

Selain menabung, BRImo Junior juga mengenalkan konsep transaksi non-tunai. Anak dapat belajar bahwa pembayaran tidak selalu dilakukan dengan uang fisik, melainkan dapat melalui pemindahan dana secara elektronik. Pemahaman ini dinilai penting mengingat transaksi digital semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Namun, pengenalan transaksi digital pada anak juga menuntut kehati-hatian. Karena itu, pembatasan nilai transaksi, verifikasi orang tua, dan pemantauan aktivitas menjadi elemen kunci dalam fitur ini. Tujuannya agar anak memahami manfaat sekaligus risiko transaksi digital sejak awal.

Peran Orang Tua dalam Pendampingan

Keberhasilan pembelajaran keuangan pada anak sangat bergantung pada pendampingan orang tua. Fitur seperti BRImo Junior berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti peran orang tua dalam memberikan pemahaman. Orang tua perlu menjelaskan mengapa menabung penting, bagaimana uang diperoleh, dan mengapa pengeluaran perlu direncanakan.

Pendampingan juga mencakup pengenalan prinsip keamanan, seperti menjaga kerahasiaan PIN, tidak membagikan data pribadi, dan berhati-hati terhadap penipuan digital. Edukasi semacam ini menjadi bekal penting bagi anak ketika mereka tumbuh menjadi pengguna layanan keuangan yang mandiri.

Bagian dari Transformasi Layanan Perbankan

Kehadiran BRImo Junior mencerminkan arah transformasi layanan perbankan yang semakin menyasar segmen usia muda. Bank berlomba menghadirkan layanan yang ramah anak dan keluarga, seiring dengan meningkatnya adopsi layanan digital di masyarakat.

Bagi perbankan, menyasar nasabah muda berarti membangun hubungan jangka panjang. Anak yang terbiasa menggunakan layanan suatu bank berpotensi menjadi nasabah setia ketika dewasa. Karena itu, investasi dalam literasi keuangan anak dipandang memiliki nilai strategis, bukan sekadar program tanggung jawab sosial.

Di sisi lain, munculnya fitur keuangan untuk anak juga membawa tantangan tersendiri. Orang tua perlu memastikan bahwa penggunaan perangkat digital tetap seimbang dengan aktivitas lain, serta tidak menggeser pemahaman bahwa nilai uang tidak hanya soal angka di layar.

Literasi Keuangan sebagai Kebutuhan

Literasi keuangan kini dipandang sebagai keterampilan hidup yang perlu dikuasai sejak dini. Kemampuan mengelola uang, memahami prioritas, dan mengambil keputusan finansial sederhana menjadi bekal penting bagi generasi muda. Inisiatif seperti BRImo Junior menjadi salah satu upaya mengisi kebutuhan tersebut.

Meski demikian, literasi keuangan tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada teknologi. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial tetap menjadi fondasi utama. Fitur digital hanya menjadi sarana yang mempermudah proses pembelajaran, bukan penentu tunggal keberhasilannya.

Dengan kombinasi antara fitur yang memadai dan pendampingan yang konsisten, pengenalan keuangan sejak dini diharapkan menghasilkan generasi yang lebih bijak dalam mengelola uang dan lebih siap menghadapi berbagai pilihan finansial di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter