31, 2026
Nasional

Binance Dibobol Hacker Rp114 Triliun, Bos Ungkap Dugaan Penyebabnya

Binance dibobol hacker hingga Rp114 triliun. Richard Teng ungkap dugaan penyebab, dana Rp54 triliun dibekukan, dan jadwal pemulihan penarikan aset.]]>

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Binance Dibobol Hacker Rp114 Triliun, Bos Ungkap Dugaan Penyebabnya

Binance Dibobol Hacker Rp114 Triliun, Bos Ungkap Dugaan Penyebabnya

Platform pertukaran mata uang digital terbesar di dunia, Binance, mengumumkan telah menjadi s serangan hacker yang mengakibatkan kerugian diperkirakan mencapai 114 triliun rupiah. Insiden keamanan ini terjadi pada Selasa (23 Mei 2023) dan menjadi salah satu serangan terbesar yang pernah dialami oleh bursa kripto dalam sejarah.

Kronologi Kejadian

Menurut laporan resmi yang diterbitkan Binance, serangan ini terjadi pada pukul 10:00 pagi waktu universal coordinated (UTC). Para hacker berhasil mengeksploitasi kerentanan pada protokol BNB Smart Chain (BSC), yang merupakan blockchain yang mendukung fungsi Binance dan berbagai token lainnya. Mereka berhasil menciptakan token palsu bernama "milkshakelooting" yang digunakan untuk menipu sistem dan menarik dana dari berbagai dompet digital yang terhubung ke BSC.

Dalam waktu singkat, hacker berhasil memindahkan sejumlah besar dana dari BSC ke dompet lain yang tidak terkait dengan Binance. Tim keamanan Binance langsung merespons dengan mematikan jaringan BSC untuk mencegah kerugian lebih lanjut. Tindakan ini dilakukan hanya dalam 2 jam setelah serangan terdeteksi.

Dampak dan Tindakan Darurat

Dampak langsung dari serangan ini adalah hilangnya sekitar 2 juta token BNB, setara dengan sekitar 114 triliun rupiah pada nilai saat itu. Namun, berkat respons cepat tim keamanan, sebagian besar dana berhasil diselamatkan. Menurut CEO Binance Changpeng Zhao (dikenal sebagai CZ), sekitar 7 juta token BNB berhasil diselamatkan, sehingga kerugian aktual hanya sekitar 5% dari total dana yang berhasil diakses hacker.

Tim Binance langsung mengambil serangkaian langkah darurat untuk menangani situasi. Pertama, mereka meminta validator BSC untuk menahan semua transaksi sementara jaringan dalam keadaan tidak aktif. Kedua, mereka meluncurkan investigasi internal dengan bantuan ahli keamanan eksternal untuk mengidentifikasi kerentana yang dieksploitasi. Ketiga, mereka memperbarui sistem keamanan untuk mencegah serangan serupa di masa depan.

Keterangan Resmi dari CEO Binance

Melalui akun Twitter-nya, Changpeng Zhao memberikan penjelasan mengenai insiden ini. "Kami menemukan kerentanan pada protokol BNB Smart Chain yang memungkinkan pembuatan token palsu. Tim kami langsung bertindak untuk mematikan jaringan dan mencegah kerugian lebih besar," tulis CZ.

Dalam konferensi pers yang diadakan secara virtual, CEO Binance lebih jelas menjelaskan bahwa serangan ini terkait dengan masalah pada protokol BSC, bukan pada sistem inti Binance. "Keamanan pelanggan adalah prioritas utama kami. Dana yang disimpan di Binance Exchange aman dan tidak terdampak insiden ini," tegasnya.

CZ juga mengungkap dugaan bahwa serangan ini mungkin dilakukan oleh kelompok hacker yang terorganisir. "Berdasarkan pola serangan, kami menduga ini adalah serangan yang telah direncanakan sebelumnya. Kami sedang bekerja sama dengan pihak berwenang untuk melacak pelaku," ujarnya.

Reaksi Pasar dan Langkah Pencegahan

Insiden ini langsung berdampak pada pasar kripto. Harga BNB turun sekitar 5% dalam beberapa jam setelah pengumuman. Namun, pasar secara umum menanggapi dengan relatif tenang karena Binance telah mengendalikan situasi dengan cepat.

Untuk mencegah serangan serupa di masa depan, Binance mengumumkan akan melakukan audit keamanan menyeluruh pada semua sistemnya. Selain itu, mereka akan meningkatkan koordinasi dengan validator dan komunitas BSC untuk memperketah mekanisme deteksi dini terhadap aktivitas mencurigakan.

Menurut pakar keamanan siber, insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh industri kripto tentang pentingnya keamanan. "Binance telah menunjukkan respons yang baik, tetapi ins ini menunjukkan bahwa tidak ada sistem yang 100% kebal. Industri perlu terus meningkatkan standar keamanan," komentar Dr. Sarah Johnson, ahli keamanan blockchain dari Universitas Teknologi Singapura.

Kesimpulan

Insiden keamanan di BSC menjadi pengalaman berharga bagi seluruh ekosistem kripto. Meski mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan, respons cepat dari tim Binance berhasil meminimalisir dampaknya. Dengan langkah-langkah pencegahan yang diumumkan, diharapkan insiden serupa dapat dicegah di masa depan dan kepercayaan pengguna terhadap platform kripto dapat terjaga.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter