07, 2026
Internasional

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M5,2 yang Guncang Lombok Barat Pagi Ini

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2024/01/03/65954f59debc3-bisakah-negara-kita-belajar-dari-jepang-dalam-mitigasi-bencana_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 yang mengguncang wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada pagi hari. Gempa yang terjadi pada Jumat pagi tersebut dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah wilayah di Pulau Lombok dan sekitarnya, namun tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis BMKG, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,34 derajat Lintang Selatan dan 116,06 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak sekitar 8 kilometer arah barat laut Lombok Barat. Kedalaman hiposenter gempa tercatat sekitar 10 kilometer. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal atau fault lokal di wilayah tersebut.

Penyebab Gempa Berdasarkan Analisis BMKG

Kepala Stasiun Geofisika Mataram mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike-slip. Hal ini menunjukkan bahwa gempa tidak disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng, melainkan akibat pelepasan energi dari sesar lokal yang aktif di daratan maupun perairan sekitar Lombok.

Wilayah Lombok memang dikenal sebagai kawasan yang memiliki banyak sesar lokal aktif. Beberapa di antaranya adalah Sesar Lombok, Sesar Belimbing, Sesar Pusuk, dan sejumlah struktur geologi lain yang tersebar di bagian utara maupun selatan pulau. Aktivitas sesar-sesar inilah yang kerap menjadi pemicu gempa bumi dangkal dengan kekuatan bervariasi, mulai dari magnitudo kecil hingga menengah.

BMKG menegaskan bahwa gempa dengan kekuatan magnitudo 5,2 ini tidak memiliki potensi tsunami karena kekuatannya tidak cukup besar dan mekanisme sumbernya tidak mengakibatkan deformasi vertikal dasar laut dalam skala signifikan. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang biasanya terjadi setelah gempa utama.

Wilayah yang Merasakan Guncangan

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan oleh warga di beberapa daerah dengan tingkat intensitas yang berbeda-beda. Berdasarkan laporan masyarakat yang dihimpun BMKG, wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram merasakan guncangan dengan skala intensitas III hingga IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar yang melintas, dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.

Wilayah lain seperti Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Lombok Timur juga merasakan guncangan dengan intensitas lebih rendah, yakni sekitar II hingga III MMI. Sementara itu, sebagian warga di Bali bagian timur melaporkan getaran lemah, meskipun tidak menimbulkan kepanikan berarti.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG terus melakukan pemantauan dan akan menyampaikan informasi terbaru apabila terjadi perkembangan, termasuk kemungkinan gempa susulan.

Respons Warga dan Mitigasi Bencana

Gempa yang terjadi pada pagi hari membuat sebagian warga Lombok Barat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Meskipun guncangan berlangsung singkat, pengalaman gempa dahsyat pada 2018 silam masih membekas di ingatan masyarakat Lombok, sehingga respons terhadap gempa kali ini cenderung cepat dan sigap.

Warga di beberapa permukiman terlihat berkumpul di titik-titik evakuasi sementara dan jalan terbuka, sembari menunggu informasi resmi dari BMKG. BPBD setempat langsung menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan di sejumlah lokasi guna memastikan tidak ada kerusakan maupun korban.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta mengikuti arahan dari pihak berwenang serta memantau informasi resmi BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia.

BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, terutama di wilayah rawan gempa seperti Lombok. Beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan antara lain mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga bencana, memperkuat konstruksi bangunan agar tahan gempa, serta memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi, seperti berlindung di bawah meja kokoh dan menjauhi kaca atau benda yang mudah jatuh.

Dengan pemahaman yang baik mengenai penyebab gempa dan langkah mitigasi, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko serta dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi di masa mendatang. BMKG memastikan akan terus memberikan informasi yang cepat, akurat, dan mudah dipahami demi keselamatan bersama.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter