10, 2026
Olahraga

Cara Verdonk Atasi Perbedaan Waktu Jakarta dan Lille

Calvin Verdonk baru saja membawa Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026. Verdonk kini telah kembali ke klub untuk memperkuat Lille.]]>

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Cara Verdonk Atasi Perbedaan Waktu Jakarta dan Lille

Perbedaan waktu antara Jakarta dan Lille menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi Calvin Verdonk saat memperkuat timnas Indonesia. Gelandang berusia 27 tahun itu harus menyesuaikan ritme tubuhnya dengan selisih waktu yang mencapai enam jam antara kedua kota tersebut. Lille, yang terletak di Prancis utara, berada pada zona waktu Eropa Tengah, sementara Jakarta berada pada zona waktu Indonesia Barat. Selisih ini terasa signifikan ketika Verdonk harus menjalani pemusatan latihan atau pertandingan bersama skuad Garuda setelah sebelumnya bermain untuk klubnya di Eropa.

Tantangan Jet Lag dan Adaptasi Tubuh

Perjalanan panjang dari Eropa ke Asia Tenggara kerap menimbulkan jet lag yang mengganggu performa seorang pemain. Verdonk mengaku bahwa dirinya tidak bisa langsung beradaptasi begitu saja setelah mendarat di Jakarta. Tubuhnya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan siklus tidur, pola makan, dan suhu udara tropis yang jauh berbeda dari iklim Lille. Menurutnya, kunci utama dalam menghadapi perbedaan waktu adalah mengatur jadwal tidur sejak sebelum keberangkatan.

Ia biasanya mulai menggeser jam tidurnya beberapa hari sebelum penerbangan. Jika pertandingan dijadwalkan malam hari waktu Indonesia, Verdonk berusaha tidur lebih awal agar kondisi tubuhnya terbiasa dengan ritme baru. Selain itu, ia menghindari kafein berlebihan dan memastikan asupan cairan tetap tercukupi selama penerbangan. Hal ini penting karena dehidrasi dapat memperburuk rasa lelah akibat perbedaan zona waktu.

Peran Tim Medis dan Pelatih

Tim medis timnas Indonesia memiliki peran besar dalam membantu para pemain abroad seperti Verdonk. Mereka menyusun program pemulihan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pemain. Verdonk menyebut bahwa latihan ringan, peregangan, dan terapi cahaya menjadi bagian dari rutinitas untuk mempercepat penyesuaian tubuh. Paparan sinar matahari pagi di Jakarta dinilai efektif membantu mengatur ulang jam biologis.

Pelatih juga tidak memaksakan intensitas tinggi pada sesi latihan pertama. Verdonk diberi waktu untuk beradaptasi sebelum masuk ke latihan taktik dan fisik penuh. Pendekatan ini dinilai lebih bijak dibandingkan langsung menuntut performa maksimal di hari-hari awal kedatangan. Dengan begitu, risiko cedera akibat kelelahan bisa ditekan seminimal mungkin.

Pola Makan dan Istirahat yang Terjaga

Selain tidur, pola makan menjadi faktor penting lain yang diperhatikan Verdonk. Ia berusaha tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang meski berada di tengah jadwal padat. Menu makanan lokal Indonesia tidak menjadi masalah baginya karena ia cukup selektif memilih sumber protein, karbohidrat, dan sayuran. Verdonk juga rutin melakukan pendinginan otot usai latihan agar tubuh cepat pulih.

Ia mengaku tidak terlalu sulit beradaptasi dengan makanan Indonesia. Justru hal itu membantunya merasa lebih nyaman selama berada di tanah air. Yang terpenting baginya adalah menjaga jam makan tetap teratur agar metabolisme tubuh tidak kacau akibat perbedaan waktu. Verdonk juga memanfaatkan waktu istirahat siang untuk tidur singkat jika jadwal memungkinkan.

Dampak pada Performa di Lapangan

Bagi Verdonk, adaptasi yang baik berdampak langsung pada performa di lapangan. Ketika tubuh sudah menyesuaikan diri, ia bisa tampil lebih fokus dan lincah. Sebaliknya, jet lag yang tidak terkelola bisa menurunkan konsentrasi, memperlambat reaksi, dan meningkatkan risiko kesalahan. Karena itu, ia selalu berdiskusi dengan pelatih fisik dan dokter tim mengenai kondisi terbaiknya sebelum pertandingan.

Pengalaman bermain di Eropa membuat Verdonk terbiasa dengan perjalanan jauh dan perubahan zona waktu. Ia pernah merasakan hal serupa saat memperkuat klub-klub di Belanda dan Italia. Namun, perjalanan ke Asia tetap memiliki tantangan tersendiri karena selisih waktunya lebih besar. Verdonk belajar bahwa kunci sukses bukan hanya soal fisik, tetapi juga disiplin menjaga rutinitas.

Komitmen untuk Timnas Indonesia

Meski harus bolak-balik Eropa dan Asia, Verdonk menegaskan komitmennya untuk membela timnas Indonesia. Ia menyadari bahwa perbedaan waktu bukan alasan untuk menurunkan standar penampilan. Dengan manajemen istirahat yang baik, ia optimistis bisa memberikan kontribusi maksimal di setiap pertandingan. Verdonk juga berharap pengalaman ini bisa membantu rekan-rekan setimnya yang suatu saat bermain di luar negeri.

Baginya, menyesuaikan diri dengan perbedaan waktu Jakarta dan Lille adalah bagian dari profesionalisme seorang pesepak bola. Verdonk terus menjaga kedisiplinan, mengikuti arahan tim medis, dan mendengarkan sinyal tubuhnya sendiri. Dengan cara itu, ia mampu tampil optimal meski harus melintasi ribuan kilometer dan melawan perbedaan zona waktu yang tidak kecil.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter