YOGYAKARTA — Akademi PSIM Yogyakarta membekali para pemain dan ofisialnya dengan pemahaman Laws of the Game atau peraturan permainan sepak bola menjelang mengikuti kompetisi Elite Pro Academy (EPA) 2026. Langkah ini diambil untuk menekan risiko pelanggaran keras sekaligus membangun budaya disiplin di kalangan pemain muda.
Pembekalan Sebelum Kompetisi Bergulir
Kegiatan sosialisasi peraturan itu digelar di lingkungan akademi PSIM dan diikuti sejumlah kelompok umur yang akan berlaga di EPA 2026. Materi disampaikan oleh instruktur berlisensi yang membahas secara rinci pasal-pasal dalam Laws of the Game, mulai dari pelanggaran, kartu kuning dan merah, handsball, offside, hingga mekanisme tendangan penalti dan penggunaan teknologi pendukung keputusan wasit.
Manajemen akademi menilai pemahaman regulasi menjadi bekal wajib bagi pemain sebelum bertanding di kompetisi resmi. Banyak pemain muda dinilai masih kerap melakukan pelanggaran yang tidak perlu akibat kurang memahami batasan yang diatur dalam peraturan permainan.
"Pembekalan ini penting agar pemain tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di lapangan. Mereka harus paham konsekuensi dari setiap pelanggaran," kata seorang pengurus akademi.
Fokus pada Pencegahan Pelanggaran Keras
Penekanan khusus diberikan pada jenis pelanggaran yang berpotensi berbuah kartu merah, seperti tekel keras dari belakang, pelanggaran dengan sengaja menyakiti lawan, hingga protes berlebihan kepada wasit. Para pemain diingatkan bahwa pelanggaran semacam itu tidak hanya merugikan tim secara langsung, tetapi juga berdampak pada hilangnya kesempatan tampil pemain di pertandingan berikutnya karena sanksi larangan bermain.
Selain aspek teknis, pemateri menyoroti pentingnya sikap sportif dan penghormatan terhadap keputusan wasit. Pemain dibiasakan memahami bahwa protes yang berlebihan dapat berujung pada sanksi disiplin, baik bagi pemain maupun tim secara keseluruhan.
Menekan Risiko Sanksi dan Kerugian Tim
Kompetisi Elite Pro Academy dikenal menerapkan disiplin ketat terhadap pelanggaran aturan. Setiap kartu yang diterima pemain dicatat dan dapat berujung pada akumulasi sanksi. Karena itu, pemahaman mendalam soal regulasi menjadi bagian dari strategi tim, bukan sekadar materi tambahan.
Akademi PSIM berharap para pemain mampu mengendalikan emosi, memilih cara bertahan dan menyerang yang sesuai aturan, serta menghindari tindakan yang bisa merugikan tim. Pendekatan ini juga dibarengi dengan pembinaan karakter agar pemain tumbuh menjadi pesepak bola yang disiplin di dalam maupun di luar lapangan.
Persiapan Menuju EPA 2026
Menuju EPA 2026, Akademi PSIM disebut terus mematangkan persiapan, mulai dari aspek fisik, taktik, hingga pemahaman regulasi. Pembekalan Laws of the Game diyakini menjadi fondasi penting sebelum kelompok umur yang dibina akademi berlaga di kompetisi resmi.
Manajemen menegaskan komitmen untuk tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membentuk pemain yang taat aturan dan menjunjung tinggi sportivitas. Dengan pemahaman regulasi yang baik, diharapkan jumlah pelanggaran keras dapat ditekan dan tim terhindar dari sanksi yang merugikan.
Pesan untuk Pemain Muda
Para pemain diminta menjadikan pemahaman peraturan sebagai kebiasaan yang melekat dalam setiap pertandingan. Sikap tenang, fokus, serta kemampuan membaca situasi dinilai jauh lebih menguntungkan ketimbang bermain terbawa emosi yang berujung pada pelanggaran.
Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan akademi dalam mencetak pemain berkualitas yang siap bersaing di level nasional. Dengan bekal regulasi dan disiplin yang kuat, Akademi PSIM berharap dapat tampil kompetitif sekaligus memberi contoh positif bagi pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia.
Komentar (0)