22, 2026
Olahraga

Como Vs MU: I Lariani Habisi Setan Merah 4-1

Como menghabisi Manchester United dengan skor telak 4-1 di lanjutan Liga Champions. Nico Paz tampil bersinar usai menyumbang dua gol Como.]]>

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Como Vs MU: I Lariani Habisi Setan Merah 4-1

Como Vs MU: I Lariani Habisi Setan Merah 4-1

Como 1907 menutup laga uji coba pramusim dengan kemenangan telak 4-1 atas Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como. Hasil itu menjadi pukulan bagi Setan Merah yang tengah meramu ulang skuad di bawah asuhan Ruben Amorim, sekaligus menegaskan bahwa tim tuan rumah bukan sekadar lawan pemanasan bagi klub-klub besar Eropa.

Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Como, yang dikenal dengan sebutan I Lariani, tampil agresif dan menekan tinggi pertahanan United. Pola itu membuahkan hasil ketika lini belakang Manchester United gagal mengantisipasi tekanan berlapis, dan bola akhirnya bersarang di gawang David de Gea maupun kiper pengganti yang diturunkan pada babak kedua. Tuan rumah unggul lebih dulu dan nyaris menambah keunggulan sebelum pertandingan berjalan setengah jam.

Tekanan Tinggi Como Merepotkan Lini Belakang United

Masalah utama Manchester United sepanjang laga terletak pada proses membangun serangan dari belakang. Como menempatkan pemain di zona tekanan dan memaksa bek tengah serta gelandang bertahan United mengambil keputusan cepat. Beberapa kali bola direbut di area pertahanan sendiri, dan situasi tersebut berujung pada peluang bersih bagi tuan rumah.

Keunggulan Como bertambah menjelang jeda. Kombinasi permainan sayap dan penetrasi dari lini kedua membuat pertahanan United terus terbuka. Skor 2-1 menutup babak pertama, dengan Manchester United sempat memperkecil kedudukan lewat serangan balik cepat yang diselesaikan di dalam kotak penalti. Gol itu sempat memberi harapan, tetapi tidak bertahan lama.

Rotasi Besar di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan banyak pergantian pemain. Amorim menurunkan sejumlah pemain muda dan pengganti, sementara Cesc Fàbregas tetap mempertahankan inti permainan Como dengan tempo tekanan yang sama. Keputusan itu berbuah manis. Tuan rumah kembali mencetak gol ketiga setelah memanfaatkan kesalahan koordinasi di lini belakang United, lalu menutup pesta dengan gol keempat pada fase akhir pertandingan.

Dua gol di paruh kedua lahir dari pola yang serupa: transisi cepat setelah merebut bola di area tengah, lalu penyelesaian yang tenang di depan gawang. Manchester United, sebaliknya, kesulitan menciptakan peluang berarti. Beberapa upaya dari luar kotak penalti masih dapat diantisipasi, dan serangan dari sisi sayap sering terhenti sebelum mencapai kotak penalti.

Arti Kemenangan bagi Como

Bagi Como, kemenangan ini menjadi konfirmasi atas arah pembangunan tim yang dijalankan Fàbregas. Klub yang berbasis di tepi Danau Como itu dalam beberapa musim terakhir aktif mendatangkan pemain berpengalaman dan menyeimbangkannya dengan talenta muda. Hasil atas Manchester United menunjukkan bahwa identitas permainan tim, yakni penguasaan bola singkat dengan tekanan agresif, mulai terbentuk secara matang.

I Lariani juga menunjukkan kedalaman skuad yang memadai. Pergantian pemain di babak kedua tidak menurunkan intensitas, bahkan cenderung menambah ketajaman di sepertiga akhir lapangan. Modal tersebut menjadi bekal penting menjelang kompetisi domestik, ketika Como dituntut tampil lebih konsisten dibanding musim sebelumnya.

Pekerjaan Rumah Manchester United

Di kubu Manchester United, kekalahan ini memperpanjang daftar persoalan yang harus diselesaikan Amorim. Selain rapuhnya pertahanan saat menghadapi tekanan tinggi, transisi dari bertahan ke menyerang masih berjalan lambat. Gelandang dan penyerang sering terlambat mengambil posisi, sehingga bola yang direbut kembali cepat hilang.

Laga pramusim memang tidak selalu mencerminkan performa di kompetisi resmi, dan Amorim masih memiliki waktu untuk membenahi skuad. Namun kekalahan dengan selisih tiga gol menghadapi tim Serie A menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan fisik dan taktik Setan Merah. Sejumlah pemain kunci juga tampak belum mencapai kondisi terbaik, sementara para pemain muda yang diberi kesempatan belum mampu menutup celah kualitas.

Jadwal Berikutnya

Manchester United dijadwalkan melanjutkan rangkaian pramusim dengan menghadapi lawan-lawan dari kompetisi lain, sementara Como mempersiapkan diri menuju laga pembuka musim domestik. Bagi kedua tim, pertemuan ini menjadi bahan evaluasi yang cukup jelas: Como mendapat keyakinan bahwa proyek permainan mereka berjalan sesuai rencana, sedangkan Manchester United dituntut segera memperbaiki struktur pertahanan dan efektivitas lini serang sebelum kompetisi bergulir.

Skor 4-1 di Sinigaglia akan tercatat sebagai hasil pramusim yang mencolok. Namun yang lebih penting bagi kedua kubu adalah pelajaran taktis yang muncul dari pertandingan tersebut, terutama bagaimana tekanan tinggi dan transisi cepat masih menjadi wilayah rawan bagi Manchester United, sekaligus kekuatan utama bagi Como di bawah asuhan Fàbregas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter