Cuma Main 36 Menit di FIFA ASEAN Cup 2026 tapi Jadi Penentu, Ini Pengakuan Jujur Egy Maulana Vikri
Pemain muda berbakat Egy Maulana Vikri menjadi sorotan usai penampilannya singkat namun berdampak besar dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Meski hanya bermain selama 36 menit selama turnamen berlangsung, kontribusinya menjadi penentu kemenangan Timnas Indonesia. Pemain yang kini membela klub Thailand Dewa United ini mengakui bahwa durasi mainnya yang terbatas menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapinya selama kompetasi berlangsung.
Dalam wawancara eksklusif usai timnas kembali ke tanah air, Egy mengungkapkan berbagai hal tentang pengalamannya selama bergabung dengan skuat Garuda. Ia mengaku tidak kecewa meski hanya mendapatkan durasi main yang terbatas, sebab ia melihat dari perspektif yang berbeda tentang peranannya di dalam tim.
Pengakuan Jujur tentang Durasi Main yang Terbatas
"Saya tahu persis bahwa durasi main saya tidak sebanyak pemain lain. Itu menjadi fakta yang harus saya terima," ujar Egy dengan jujur. Namun, ia menambahkan bahwa ia selalu siap masuk kapan saja peluang diberikan kepada dirinya. "Sebagai seorang pemain, mentalitas utama adalah siap masuk kapan saja dipanggil dan memberikan kontribusi terbaik yang bisa saya berikan."
Egy menjelaskan bahwa ia menggunakan waktu di bangku cadangan dengan sebaik-baiknya. "Saya tidak hanya duduk dan menunggu giliran. Saya terus memantai permainan, mempelajari pola perlawanan, dan mempersiapkan diri secara mental untuk bisa langsung berkontribusi saat masuk lapangan," tuturnya.
Momen Penentu yang Mengubah Semua
Salah satu momen paling berkesan bagi Egy adalah ketika masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua pertandingan melawan Singapura. Dengan skor 1-1, pelatih Shin Tae-yong memasukkan Egy menggantikan Egy Sandi yang mengalami cedera ringan. Dalam waktu kurang dari 20 menit, Egy berhasil mencetak gol penentu kemenangan 2-1 untuk Indonesia.
"Saat itu saya merasa semua tekanan berada di pundak saya. Tapi saya mencoba tidak memikirkannya terlalu banyak. Saya hanya fokus pada instruksi pelatih dan memberikan yang terbaik," kenang Egy. Gol tersebut membawa Indonesia lolos ke babak selanjutnya sebagai juara grup.
Performa impresif Egy tidak berhenti di situ. Ia juga mencetak gol dalam laga selanjutnya melawan Malaysia, meskipun Indonesia akhirnya harus tersingkir di babak perempat final. Dua gol dari 36 menit bermain membuatnya menjadi salah satu striker paling efisien dalam turnamen tersebut.
Pengalaman Berharga dari ASEAN Cup
Bertanding di ajang internasional bersama timnas menurut Egy memberikan pengalaman berharga yang tidak bisa didapatkan saat bermain untuk klub. "Kompetisi seperti ini memberikan tantangan berbeda. Tekanan lebih besar, dan setaiap detail diperhatikan," jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh pelatih Shin Tae-yong meski durasi mainnya tidak banyak. "Pelatih memberi saya kepercayaan untuk bisa menyelesaikan pertandingan saat masuk sebagai pemain pengganti. Itu membuat saya terpacu untuk memberikan yang terbaik."
Masa Depan Egy di Timnas
Usai turnamen, nama Egy semakin sering disebut-sebut sebagai andalan timnas di masa depan. Performanya di ASEAN Cup 2026 menunjukkan bahwa ia mampu bermain di level kompetisi yang lebih tinggi. Egy sendiri menegaskan bahwa ia akan terus bekerja keras untuk mempertahankan performa konsisten.
"Saya tahu masih banyak yang harus diperbaiki. ASEAN Cup ini adalah pengalaman berharga yang akan saya jadikan bekal untuk masa depan. Saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Indonesia," pungkas pemain yang memiliki nama lengkap Egy Maulana Vikri ini.
Dengan pengalaman dan gol-gol penting yang ia raih meski durasi mainnya terbatas, Egy Maulana Vikri membuktikan bahwa seorang pemain tidak perlu bermain penuh waktu untuk menjadi pahlawan bagi tim. Yang terpenting adalah bagaimana ia memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan.
Komentar (0)