30, 2026
Ekonomi

Danantara Dorong Pertagas Gencarkan Jargas, Bisa Tekan Impor LPG

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mendorong Pertagas mengambil peran strategis dalam pengembangan jargas.]]>

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Danantara Dorong Pertagas Gencarkan Jargas, Bisa Tekan Impor LPG

Langkah Danantara untuk mendorong PT Pertamina Gas (Pertagas) menggencarkan pembangunan jaringan gas bumi (jargas) dinilai menjadi terobosan strategis dalam upaya menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG). Inisiatif ini menjadi bagian dari agenda besar percepatan pemanfaatan gas bumi domestik bagi kebutuhan rumah tangga, komersial, dan industri kecil, yang selama ini masih bergantung pada LPG bersubsidi.

Peran Danantara sebagai badan pengelola investasi dinilai memberi ruang fiskal dan kepastian pembiayaan bagi Pertagas untuk memperluas cakupan jargas di sejumlah wilayah. Dukungan tersebut memungkinkan percepatan pembangunan infrastruktur pipa distribusi gas bumi yang selama ini menjadi kendala utama perluasan sambungan rumah tangga. Dengan skema pendanaan yang lebih kuat, target penambahan sambungan jargas dinilai lebih realistis untuk dicapai dalam beberapa tahun ke depan.

Tekanan Impor LPG dan Beban Subsidi

Indonesia hingga kini masih menjadi salah satu importir LPG terbesar di dunia. Kebutuhan LPG nasional yang terus meningkat tidak diimbangi kapasitas produksi dalam negeri, sehingga pemerintah harus mengimpor dalam jumlah besar setiap tahun. Kondisi ini membuat neraca perdagangan rentan terhadap fluktuasi harga energi global dan nilai tukar rupiah.

Beban tersebut diperberat oleh besarnya subsidi LPG tabung tiga kilogram yang menyasar rumah tangga berpenghasilan rendah. Setiap kenaikan harga LPG internasional atau pelemahan rupiah berpotensi memperlebar defisit anggaran subsidi energi. Karena itu, pengalihan sebagian konsumsi LPG ke gas bumi jaringan dinilai sebagai jalan keluar yang lebih berkelanjutan.

Gas bumi yang dialirkan melalui jargas memanfaatkan produksi domestik, sehingga secara langsung mengurangi volume impor LPG. Selain lebih murah bagi konsumen, pemanfaatan gas bumi juga menjaga ketahanan energi nasional karena tidak bergantung pada pasokan luar negeri.

Peran Pertagas dalam Perluasan Infrastruktur

PT Pertamina Gas memiliki pengalaman panjang dalam mengelola infrastruktur transmisi dan distribusi gas bumi. Melalui anak usaha dan jaringan pipa yang tersebar di berbagai daerah, Pertagas berada pada posisi strategis untuk mempercepat penyambungan rumah tangga ke jaringan gas.

Perluasan jargas membutuhkan investasi besar, mulai dari pembangunan pipa induk, jaringan distribusi, hingga instalasi meteran di rumah pelanggan. Dukungan Danantara dinilai penting untuk menutup kebutuhan pendanaan tersebut, terutama pada tahap awal pembangunan yang memiliki periode pengembalian modal relatif panjang.

Selain rumah tangga, jaringan gas bumi juga dapat dimanfaatkan oleh sektor komersial seperti restoran, hotel, rumah sakit, dan usaha kecil menengah. Konversi dari LPG ke gas bumi pada sektor ini berpotensi memperbesar volume penyerapan gas domestik sekaligus mengurangi pengeluaran operasional pelaku usaha.

Manfaat Ekonomi dan Sosial

Dari sisi konsumen, harga gas bumi jaringan umumnya lebih murah dibandingkan LPG nonsubsidi. Bagi rumah tangga penerima manfaat, peralihan ini dapat menurunkan pengeluaran harian untuk bahan bakar memasak. Sementara bagi pemerintah, pengurangan konsumsi LPG berarti menekan kebutuhan impor dan anggaran subsidi.

Pembangunan jargas juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Proyek konstruksi jaringan menyerap tenaga kerja lokal, sementara kehadiran infrastruktur gas dapat menarik investasi sektor industri yang membutuhkan pasokan energi stabil dan terjangkau.

Dari sisi lingkungan, gas bumi dinilai lebih bersih dibandingkan bahan bakar minyak dan batubara. Pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga berpotensi menurunkan emisi karbon sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Tantangan dan Prasyarat Keberhasilan

Meski prospeknya menjanjikan, perluasan jargas menghadapi sejumlah tantangan. Pembangunan jaringan pipa di kawasan padat penduduk memerlukan koordinasi lintas instansi, pembebasan lahan, serta perizinan yang tidak selalu sederhana. Kesiapan pasokan gas dari hulu juga menjadi prasyarat agar jaringan yang dibangun tidak mengalami kekurangan suplai.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat memegang peranan penting. Peralihan dari LPG ke gas bumi membutuhkan penyesuaian kebiasaan dan peralatan memasak. Tanpa pemahaman yang memadai, sebagian warga berpotensi enggan beralih meskipun secara ekonomi lebih menguntungkan.

Pemerintah dan Pertagas juga perlu memastikan pemeliharaan jaringan berjalan baik agar pasokan tidak terganggu. Keandalan layanan menjadi faktor penentu kepercayaan pelanggan terhadap gas bumi jaringan.

Prospek ke Depan

Dukungan Danantara terhadap Pertagas mencerminkan arah kebijakan energi yang lebih menitikberatkan pemanfaatan sumber daya domestik. Jika perluasan jargas berjalan sesuai rencana, ketergantungan pada impor LPG dapat ditekan secara bertahap, sementara anggaran subsidi energi dialihkan untuk kebutuhan pembangunan lain yang lebih produktif.

Keberhasilan program ini akan bergantung pada sinergi antara pemerintah, badan pengelola investasi, dan operator infrastruktur. Dengan perencanaan yang matang, pembangunan jargas berpotensi menjadi salah satu fondasi penting bagi ketahanan energi Indonesia sekaligus mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan akibat impor LPG yang terus membengkak.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter