16, 2026
Nasional

Dari Anak Seorang Pedagang, Ini Profil Mayjen Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru yang Dilantik Hari Ini

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/15/6ad081ee6fc7d-mayjen-kristomei-sianturi_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dari Anak Pedagang hingga Kepala BNPB: Profil Mayjen Kristomei Sianturi

Mayjen TNI Kristomei Sianturi resmi dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Letjen Suharyanto yang telah menjabat sejak 2021. Pelantikan ini dilakukan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu (15/10/2024). Dalam perjalanan kariernya, Kristomei telah membuktikan kemampuannya dari bawah hingga menjadi tokoh kunci di lembaga penanggulangan bencana nasional.

Latar Belakang dan Pendidikan

Kristomei Sianturi lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 1 Januari 1970. Ia merupakan anak dari seorang pedagang biasa yang menghidupi keluarga dengan usaha dagang kecil. Latar belakang sederhana ini menjadi bekal penting dalam membentuk karakternya yang sederhana dan dekat dengan rakyat.

Pendidikan dasar hingga menengah dijalani Kristomei di kota kelahirannya. Ia melanjutkan pendidikan milir di Akademi Militer (Akmil) yang diselesaikannya pada 1992. Sejak itu, perjalanan karirnya di dunia militer terus menanjak. Selain pendidikan formal, Kristomei juga mengikuti berbagai pendidikan militer lanjutan termasuk Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dan Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI).

Perjalanan Karir di TNI

Kristomei memulai karirnya di TNI Angkatan Darat dengan bertugas di berbagai satuan. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 131/Wirasakti di Jambi, Komandan Resor Militer (Danrem) 012/TU di Pekanbaru, serta berbagai posisi strategis lainnya. Pengalamam lapangan yang luas ini membuatnya memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi daerah dan tantangan yang dihadapi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Sebelum menjabat sebagai Kepala BNPB, Kristomei pernah menjabat sebagai Pangdam Jaya/Jayakarta dan terakhir sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat. Ia juga pernah menjadi Komandan Komando Pengendalian Operasi (Kodalops) TNI yang bertugas mengkoordinasikan operasi militer di berbagai daerah termasuk Papua dan Maluku.

Pengalaman dalam Penanggulangan Bencana

Meski bukan latar belakang asli di bidang penanggulangan bencana, Kristomei memiliki pengalaman signifikan dalam menghadapi berbagai bencana alam selama bertugas di TNI. Ia pernah terlibat langsung dalam operasi penanggulangan bencana gempa bumi di Palu, Sigi, dan Donggala pada 2018. Ia juga pernah mengkoordinasikan tim militer dalam penanganan bencana banjir dan longsor di berbagai daerah.

Kemampuannya dalam mengkoordinasikan sumber daya militer untuk membantu masyarakat terdampak bencana menjadi pertimbangan penting dalam penunjukannya sebagai Kepala BNPB. Menurut Presiden Joko Widodo, pengalaman lapangan Kristomei menjadi keunggulan dalam memimpin lembaga penanggulangan bencana yang sering dihadapkan pada berbagai tantangan.

Visi dan Misi di BNPB

Dalam pidato pelantikannya, Kristomei menyampaikan visinya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih proaktif dalam penanggulangan bencana, bukan hanya reaktif setelah bencana terjadi.

"Kita perlu membangun sistem yang lebih kuat dalam pencegahan dan mitigasi bencana. Ini bukan tugas BNPB saja, tapi tanggung jawab bersama pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat," ujar Kristomei.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam penanggulangan bencana, termasuk penggunaan data dan analisis prediktif untuk memperkirakan potensi bencana dengan lebih akurat. Selain itu, ia berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi antar-lembaga dalam penanganan bencana agar respons dapat lebih cepat dan tepat sasaran.

Tantangan yang Dihadapi

Sebagai kepala BNPB, Kristomei akan menghadapi berbagai tantangan kompleks. Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di cincin api rawan bencana membutuhkan sistem penanggulangan yang matang. Beberapa bencana yang sering terjadi di antaranya gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, dan kekeringan.

Selain itu, perubahan iklim juga memberikan tantangan baru dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana alam. Kristomei perlu memastikan bahwa BNPB siap menghadapi situasi yang semakin tidak terduga ini.

Keterbatasan sumber daya dan anggaran juga menjadi tantangan tersendiri. Ia perlu mengoptimalkan alokasi anggaran dan memanfaatkan teknologi untuk efisiensi tanpa mengurangi kualitas penanggulangan bencana.

Komitmen untuk Indonesia

Dalam berbagai kesempatan, Kristomei menegaskan komitmennya untuk melayani rakyat Indonesia. Ia mengingatkan bahwa penanggulangan bencana bukanlah soal anggaran besar atau teknologi canggih, tetapi lebih pada kesadaran dan partisipasi masyarakat.

"Kita perlu membangun budah waspada dan siaga bencana di semua tingkat. Dari pemerintah pusat hingga desa, setiap orang harus tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi," tambahnya.

Dengan pengalaman militernya yang kuat dan pemahaman mendalam tentang kondisi Indonesia, ekspektasi tinggi menanti kepemimpinan Kristomei di BNPB. Masyarakat menantikan perubahan nyata dalam sistem penanggulangan bencana yang lebih efektif dan responsif demi mengurangi dampak buruk bencana bagi kehidupan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter