03, 2026
Teknologi

Demo Buruh Berujung Chaos, Tuntut Gaji Naik 140%-Mobil Polisi Dibakar

Ribuan buruh garmen di Bangladesh protes menuntut kenaikan upah minimum hingga 140%. Aksi ini berujung bentrokan dengan aparat dan kerusuhan di berbagai lokasi.]]>

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Demo Buruh Berujung Chaos, Tuntut Gaji Naik 140%-Mobil Polisi Dibakar

Demonstrasi Buruh Berakhir Kacau, Mobil Polisi Dibakar

Sebuah demonstrasi buruh yang meminta kenaikan gaji hingga 140% berujung ricuh di tengah kota pada Rabu siang. Aksi unjuk rasa yang awalnya berjalan tenam tiba-tial memanas dan berujung bentrokan antara para buruh dengan aparat keamanan. Kejadian ini menimbulkan kerusakan properti dan melukai beberapa orang, termasuk anggota polisi dan buruh yang ikut serta dalam aksi.

Awal Mula Aksi Demonstrasi

Demonstrasi ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di depan kantor gubernur. Sekitar 2.000 buruh dari berbagai perusahaan manufaktur berkumpul untuk menuntut peningkatan upah minimum regional (UMR) sebesar 140%. Para buruh menganggap gaji saat ini tidak sebanding dengan biaya hidup yang terus meningkat. Mereka membawa spanduk dan poster berisi tuntutan mereka serta bernyanyi lagu perjuangan selama berjalan menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Ketika rombongan tiba di depan gedung DPRD, sejumlah perwakilan buruh diterima oleh wakil ketua DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka. Namun, pertemuan ini tidak menghasilkan hasil yang memuaskan karena pihak pemerintah daerah menilai tuntutan kenaikan gaji 140% tidak realistis dan akan merugikan para pekerja sendiri jika perusahaan memutuskan untuk memindahkan pabriknya.

Memanasnya Situasi

Situasi mulai memanas ketika beberapa buruh yang tidak terlibat dalam pertemuan dengan wakil ketua DPRD mendengar bahwa tuntutan mereka tidak akan dikabulkan. Beberapa di antara mereka mulai melempar batu dan botol kosong ke arah gedung DPRD serta ke arah aparat keamanan yang sedang berjaga.

Aparat keamanan yang awalnya hanya bersikukuh meminta para buruh untuk bubar dengan tenang, akhirnya memutuskan untuk menggunakan air keras untuk mengendalikan massa. Namun, langkah ini justru memicu amuk massa yang semakin marah. Para buruh mulai melempar batu lebih intens dan beberapa dari mereka berhasil merusak pagar sekitar gedung DPRD.

Bentrokan dan Kerusakan

Situasi buntu ini berubah drastis ketika seorang anggota polita berusaha menangkap salah satu buruh yang diduga melempar batu. Tindakan ini memicu reaksi massa yang melumpuhkan anggota polisi tersebut. Beberapa buruh lain ikut menyerang anggota polisi lainnya yang sedang berusaha membantu rekan mereka.

Di tengah keributan, sejumlah mobil polisi yang sedang mengamankan lokasi menjadi sasaran amukan massa. Beberapa mobil polisi dilempari batu dan hingga akhirnya salah satu mobil polisi yang sedang parkir di pinggir jalan dibakar oleh massa. Api dengan cepat melahap mobil tersebut dan hanya bisa dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran yang tiba kemudian.

Reaksi Pihak Terkait

Kepala Kepolisian Resor setempat, AKBP Budi Santoso, mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden ini. "Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi mata untuk mengetahui siapa di balik kerusuhan ini. Kami akan menindak tegas pelaku kekerasan baik dari buruh maupun aparat yang melebihi wewenang," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan, meminta agar semua pihak tetap tenang. "Kami memahami aspirasi buruh, tetapi kekerasan bukanlah solusi. Kami akan segera menggelar pertemuan dengan serikat buruh dan pengusaha untuk mencari titik temu yang bisa memuaskan semua pihak," kata Gubernur dalam konferensi persnya.

Dampak dan Tindakan Lanjutan

Insiden ini menyebabkan beberapa jalur utama di sekitar lokasi demonstrasi ditutak sementara waktu. Selain itu, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, termasuk kerusakan mobil polisi yang dibakar dan beberapa fasilitas umum yang rusak akibit amukan massa.

Sejumlah organisasi buruh lainnya menyatakan menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi. Mereka menegaskan bahwa aksi demonstrasi harus tetap dilakukan secara damai. "Kami mendukung tuntutan kenaikan gaji, tetapi tidak setuju dengan cara kekerasan. Hal ini hanya akan merugikan citra buruh secara umum," kata Ketua Federasi Serikat Buruh Metal Indonesia.

Pemerintah daerah mengumumkan akan membentuk tim khusus untuk menangani masalah ini. Tim tersebut akan terdiri dari perwakilan pemerintah, serikat buruh, dan pengusaha untuk membahas kenaikan UMR secara intensif sebelum bulan depan. Selain itu, pihak kepolisian juga akan menambah pengamanan di sekitar pabrik-pabrik dan kantor pemerintahan untuk mengantisipasi adanya demonstrasi spontan yang mungkin terjadi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter