Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Sumur Balai RW Bogor Setelah Hilang Dua Hari
BOGOR - Tim SAR berhasil menemukan jasad bocah berusia lima tahun yang hilang selama dua hari di dalam sumur balai RW di wilayah Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Korban bernama Rizki Al Fauzi ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu (15/3/2023) siang. Penemuan ini menyudahi pencarian intensif yang dilakukan warga dan tim SAR sejak Senin (13/3/2023) lalu.
Kepala Basarnas Bogor, Eko Purwanto mengatakan tim SAR mendapat laporan dari warga setempat bahwa Rizki ditemukan dalam posisi terlentang di dasar sumur. "Tim SAR segera turun ke lokasi dan berhasil mengeluarkan jenazah korban sekitar pukul 13.30 WIB," jelas Eko saat dihubungi, Rabu (15/3/2023).
Kronologi Kehilangan dan Penemuan
Rizki diketahui hilang pada Senin (13/3/2023) sore saat bermain bersama teman-temannya di sekitar balai RW setempat. Ibunda korban, Siti Aminah (32) mengaku bahwa anaknya terakhir kali terlihat bermain di dekat sumur balai RW yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.
Warga yang mendengar kabar tentang hilangnya Rizki pun membantu pencarian dengan menyisir sekitar lokasi. Namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya Tim SAR Bogor diterjunkan pada Selasa (14/3/2023) pagi.
Proses Pencarian dan Penemuan
Tim SAR Bogor yang tiba di lokasi langsung melakukan koordinasi dengan warga dan melakukan pendataan titik-titik yang mungkin menjadi lokasi hilangnya Rizki. Setelah mendapat informasi dari warga bahwa Rizki terakhir kali terlihat bermain dekat sumur balai RW, tim melakukan pengecekan ke lok tersebut.
Tim SAR kemudian melakukan evakuasi dengan menggunakan peralatan khusus untuk mengevakuasi jenazah korban dari dasar sumur. Proses evakuasi memakan waktu sekitar 30 menit karena lokasi yang terbatas dan kondisi sumur yang cukup dalam.
Reaksi Keluarga dan Warga
Saat jenazah Rizki berhasil dievakuasi, keluarga korban yang sudah menunggu di lokasi langsung menangis histeris. Siti, ibunda korban, terlihat tidak kuat menahan duka dan sempat pingsan saat melihat jenazah anaknya.
Kepala Desa Tajurhalang, Ahmad Fauzi mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa warganya ini. Pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bahaya di lingkungan desa, terutama terkait sumur-sumur tua yang tidak dilengkapi dengan penutup aman.
Tindakan Lanjutan
Polisi dari Polsek Tajurhalang yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi untuk menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam kejadian ini.
Basarnas Bogor menyerahkan jenazah Rizki kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman sesuai dengan adat istiadat setempat. Tim SAR juga memberikan arahan kepada warga tentang pentingnya pengawasan terhadap anak dan penutupan sumur-sumur yang tidak digunakan guna menghindari kejadian serupa di masa depan.
Komentar (0)