Dihajar Brighton, Mikel Arteta Akui Arsenal Sudah Bermasalah Sejak Lemparan ke Dalam Pertama
Kekecewaan Arsenal kembali memuncak usai ditaklukkan Brighton dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan Liga Inggris di American Express Community Stadium, Sabtu (14/10/2023). Hasil ini membuat posisi Arsenal di klasemen sementara semakin genting, kini terancam terpuruk ke posisi tengah tabel. Manajer The Gunners, Mikel Arteta, mengakui timnya sudah menunjukkan masalah sejak menit awal pertandingan.
Arteta tidak menutupi kekecewaannya setelah melihat timnya dikalahkan dengan mudah oleh Brighton. Performa Arsenal memang sangat buruk, terutama dalam hal pengendalian bola dan pertahanan. Menurutnya, masalah tim sudah muncul sejak lemparan ke dalam pertama yang gagal dieksekusi dengan baik.
"Kami sudah memiliki masalah sejak lemparan ke dalam pertama," ujar Arteta seperti dilansir dari BBC Sport. "Itulah awal dari semua masalah yang kami hadapi hari ini. Setelah itu, segalanya menjadi lebih buruk."
Brighton langsung menunjukkan dominasi mereka sekick pertama berbunyi. Gol pertama dicetak oleh Joao Pedro pada menit ke-18, diikuti oleh Kaoru Mitoma pada menit ke-36, dan Pascal Gross menggandakan keunggulan tuan rumah pada menit ke-53. Arsenal tampak kesulitan menghadapi tekanan dari Brighton yang terorganisir dengan baik.
Performa buruk Arsenal bukan kali ini saja. Dalam beberapa pekan terakhir, The Gunners menunjukkan performa yang tidak konsisten. Mereka sempat mengalami kekalahan telak 1-4 dari Manchester City, sebelum itu juga hanya bisa seri 2-2 melawan Tottenham Hotspur dalam North London Derby.
Problema di Lini Pertahanan dan Pengendalian Bola
Salah satu masalah utama yang dihadapi Arsenal adalah ketidakstabilan di lini pertahanan. Bek-bek mereka seperti Gabriel Magalhaes dan William Saliba sering kali terlihat kebingungan menghadapi serangan dari lawan. Brighton berhasil memanfaatkan kelemahan ini dengan mengandalkan serangan cepat dan bola mati.
Selain itu, pengendalian bola Arsenal juga sangat buruk. Mereka kehilangan bola dengan mudah di lengan tengah, yang memungkinkan Brighton untuk langsung mengancam gawang David Raya. Jumlah tembakan Arsenal juga jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Brighton yang mencatatkan 15 tembakan, dengan 6 di antaranya tepat sasaran.
Kritikan terhadap Pemain Muda
Beberapa pemain muda yang dimainkan Arteta juga mendapat kritikan tajam. Mikel Merino yang baru bergabung dari Real Sociedad gagal menunjukkan performa yang memuaskan. Begitu juga dengan Kai Havertz yang tampak kesulitan mengimbangi tempo permainan Brighton.
Arteta mengakui bahwa performa pemain-pemain muda tersebut masih jauh dari ekspektasi. "Kami memiliki pemain muda yang harus belajar dan berkembang. Tapi hari ini, performa mereka tidak cukup baik untuk menghadapi tantangan seperti ini," tuturnya.
Masa Depan Arsenal Jadi Tanda Tanya
Dengan hasil buruk ini, masa depan Arsenal semingga menjadi tanda tanya. Mereka saat ini menempati posisi ke-11 klasemen Liga Inggris dengan hanya 15 poin dari 10 pertandingan. Jarak dengan zona Liga Champions semakin melebar, terutama setelah Manchester United berhasil meraih kemenangan atas Burnley.
Arteta sekarang berada di bawah tekanan yang sangat besar. Banyak pihak yang mulai mempertanyakan apakah ia adalah orang yang tepat untuk membawa Arsenal kembali ke puncak. Meskipun demikian, Arteta menyatakan bahwa ia tidak akan gentar dan akan terus berusaha memperbaiki performa tim.
"Saya tahu ini adalah masa sulit, tetapi saya yakin kami bisa bangkit. Kami harus bekerja lebih keras dan fokus untuk memperbaiki segalanya," tegas Arteta.
Pertandingan selanjutnya Arsenal akan menghadapi tim yang sedang dalam performa bagus, yaitu Newcastle United di Emirates Stadium. Hasil buruk di Brighton harus menjadi pelajaran berharga bagi skuad asuhan Arteta jika mereka ingin tetap bersaing di semua kompetisi yang diikuti.
Komentar (0)