10, 2026
Nasional

Dijanjikan Kerjaan, Ibu Muda Dijebak Jadi PSK di Salon Esek-esek di Garut

Seorang ibu muda asal Bandung, DF, menjadi korban TPPO di Garut. Dijanjikan pekerjaan, ia dipaksa melayani pria hidung belang di salon prostitusi.]]>

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dijanjikan Kerjaan, Ibu Muda Dijebak Jadi PSK di Salon Esek-esek di Garut

Dijanjikan Kerjaan, Ibu Muda Dijebak Jadi PSK di Salon Esek-esek di Garut

Seorang ibu muda di Garut, Jawa Barat, menjadi korban penipuan yang menyebabkan dirinya terjebak dalam dunia prostitusi. Perempuan berinisial N (22) ini dijanjikan pekerjaan sebagai penata rambut di sebuah salon namun ternyata salon tersebut berkedok bisus ilegal. Kasus ini menyoroti praktik penipuan yang meresahkan di kawasan Garut.

Latar Belakang Korban

N adalah seorang ibu muda yang tinggal di salah satu desa di Kecamatan Leles, Garut. Setelah melahirkan anak pertamanya, N berkeinginan untuk bekerja guna membantu kehidupan ekonomi keluarganya. Ia pun mencari lowongan kerja di berbagai tempat namun belum membuahkan hasil. Pada akhir Oktober lalu, N mendapat tawaran kerja dari seorang perempuan yang tidak dikenal melalui media sosial.

Perempuan tersebut menawarkan pekerjaan sebagai penata rambut di sebuah salon yang berlokasi di kawasan pusat kota Garut. N yang sedang membutuhkan pekerjaan dengan cepat menerima tawaran tersebut tanpa banyak ragu. Ia pun dijanjikan gaji menarik dan jam kerja yang fleksibel.

Modus Penipuan

Setelah berkomunikasi melalui telepon, N dijemput oleh sopir taksi online yang disediakan oleh salon tersebut. Ia pun dibawa ke sebuah rumah yang konon disebut sebagai salon. Namun sesampai di tempat, N segera curiga karena bangunan tersebut tidak menyerupai salon yang biasa ia bayangkan.

Beberapa jam kemudian, N disuruh berganti pakaian dan dipakai untuk melayani tamu pria. Barulah pada saat itu N menyadari bahwa dirnya telah menjadi korban penipuan dan terjebak dalam bisus prostitusi. Ia mencoba melarikan diri namun pintu rumah tersebut selalu dikunci dan dijaga oleh beberapa pria berbadan tegap.

Penyelamatan dan Penangkapan

Kondisi N dilaporkan oleh keluarganya setelah beberapa hari tidak pulang ke rumah. Keluarga N yang curiga akhirnya melapor ke polisi dan meminta bantuan untuk mencari keberadaannya. Polisi Garut pun langsung melakukan penyelidikan.

Tim gabungan dari Polres Garut dan Polsek setempat berhasil menyelamatkan N setelah melakukan operasi penyamaran. Polisi berhasil menangkap tiga orang tersangka yang terlibat dalam jaringan prostitusi tersebut, yaitu pemilik rumah, seorang perempuan yang bertindak sebagai perancang rekrutmen, serta seorang pria yang bertugas sebagai penjaga.

Motif dan Latar Belakang Penjahat

Dari pengakapan para tersangka, mereka mengaku melakukan bisus ilegal ini karena menganggap pekerjaan ini menguntungkan. Mereka menawarkan gaji sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta untuk setiap klien yang dilayani oleh para korban.

Dampak dan Tindakan Lanjutan

Kasus ini menunjukkan betulan maraknya praktik penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan di Garut. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja yang terlalu menjanjikan. Para pekerja migran dan pencari kerja perlu melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menerima tawaran kerja.

Para korban dalam kasus ini saat ini sedang mendapatkan bantuan rehabilitasi dari pihak terkait. Mereka juga akan diberikan bantuan hukum untuk membantu proses hukum berlanjut. Polisi Garut mengaku masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan lebih besar yang mungkin terlibat dalam kasus ini.

Untuk mencegah kasus serupa terulang, pemerintah setempat berencana melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama yang berada di daerah terpencil tentang bahaya penipuan dalam dunia kerja. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan terhadap usaha-usaha yang mencurigakan di kawasan tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter