22, 2026
Nasional

Dirut I.League Jawab Isu Pengurangan Poin terhadap Persija: Belum Tertera di Kode Disiplin, tapi Kami Dorong Regulasi Tersendiri

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Direktur Utama I.League angkat bicara mengenai isu pengurangan poin yang dikaitkan dengan Persija Jakarta. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa sanksi pengurangan poin belum tercantum secara eksplisit dalam kode disiplin yang berlaku saat ini. Meski demikian, operator kompetisi mendorong agar pengaturan mengenai sanksi tersebut dibahas dan dituangkan dalam regulasi tersendiri agar memiliki dasar hukum yang jelas.

Pernyataan itu muncul sebagai respons atas berkembangnya wacana di publik mengenai kemungkinan penerapan sanksi pengurangan poin terhadap klub ibu kota tersebut. Menurut Direktur Utama I.League, persoalan ini menyangkut ranah regulasi, bukan sekadar keputusan teknis di lapangan. Karena itu, pembahasannya perlu melibatkan pemangku kepentingan, termasuk otoritas sepak bola nasional dan komite disiplin.

Pengurangan Poin Belum Tertera dalam Kode Disiplin

Direktur Utama I.League menjelaskan bahwa ketentuan mengenai pengurangan poin memang belum menjadi bagian dari pasal-pasal yang tercantum dalam kode disiplin yang dipakai sebagai rujukan penyelenggaraan kompetisi. Kondisi ini, menurutnya, membuat penerapan sanksi semacam itu tidak bisa dilakukan secara serta-merta tanpa dasar aturan yang memadai.

Ia menekankan bahwa setiap sanksi yang dijatuhkan kepada klub harus memiliki landasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan prosedural. Tanpa dasar aturan yang jelas, keputusan semacam itu berpotensi menimbulkan persoalan, baik bagi klub yang bersangkutan maupun bagi kredibilitas kompetisi secara keseluruhan.

Dalam pandangannya, kode disiplin yang ada saat ini lebih banyak mengatur jenis pelanggaran dan sanksi yang bersifat umum, seperti denda, larangan mendampingi pertandingan, hingga sanksi pengurangan poin dalam kondisi tertentu yang telah diatur. Namun, untuk kasus yang menjadi sorotan publik belakangan, pengaturan yang lebih spesifik dinilai belum tersedia.

Dorong Regulasi Tersendiri

Karena belum terakomodasi secara jelas, Direktur Utama I.League mendorong agar pengurangan poin diatur dalam regulasi tersendiri. Langkah ini dinilai penting agar ke depan terdapat pedoman baku yang bisa dirujuk ketika muncul persoalan serupa.

Menurutnya, regulasi khusus akan memberikan kepastian bagi semua pihak. Klub akan mengetahui secara pasti konsekuensi dari setiap tindakan, sementara penyelenggara kompetisi memiliki dasar yang kuat ketika harus mengambil keputusan. Selain itu, keberadaan aturan yang rinci dapat mengurangi ruang tafsir ganda yang kerap memicu polemik di ruang publik.

Ia menyebut pembahasan mengenai regulasi tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh, melibatkan klub, otoritas liga, dan federasi. Prosesnya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri karena menyangkut kepentingan bersama dalam ekosistem kompetisi.

Konteks Sanksi Pengurangan Poin dalam Sepak Bola

Dalam praktik sepak bola, pengurangan poin merupakan salah satu bentuk sanksi yang cukup berat. Sanksi ini biasanya dijatuhkan pada kasus-kasus tertentu, misalnya pelanggaran administratif yang berulang, persoalan kepemilikan atau pendaftaran pemain, hingga pelanggaran yang dinilai merugikan integritas kompetisi.

Karena sifatnya yang signifikan, penerapan sanksi ini umumnya diatur secara ketat dalam kode disiplin. Setiap keputusan harus disertai pertimbangan yang jelas, termasuk jenis pelanggaran, tingkat kesalahan, serta dampak yang ditimbulkan. Tanpa kerangka aturan yang memadai, sanksi semacam ini rawan diperdebatkan.

Di Indonesia, persoalan disiplin dalam kompetisi berada di bawah kewenangan komite disiplin yang bekerja berdasarkan statuta dan kode disiplin yang ditetapkan federasi. Operator liga berperan sebagai penyelenggara kompetisi yang menjalankan regulasi tersebut dalam praktik pertandingan sehari-hari.

Menjaga Kredibilitas Kompetisi

Direktur Utama I.League menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin polemik mengenai sanksi mengganggu jalannya kompetisi. Fokus utama penyelenggara adalah memastikan pertandingan berjalan sesuai jadwal dan aturan, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap integritas liga.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara penyelenggara, klub, dan pendukung. Menurutnya, banyak persoalan menjadi ramai di ruang publik karena informasi yang beredar tidak utuh. Oleh sebab itu, penjelasan mengenai kerangka regulasi perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi.

Bagi Persija sendiri, isu ini menjadi perhatian karena menyangkut posisi klub di klasemen. Namun, penyelenggara menegaskan bahwa pembahasan mengenai sanksi harus mengikuti prosedur yang berlaku dan tidak boleh didahului oleh tekanan publik.

Langkah Selanjutnya

Ke depan, pembahasan mengenai regulasi pengurangan poin akan menjadi salah satu agenda yang perlu dituntaskan. Penyusunannya membutuhkan waktu karena harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesesuaian dengan statuta federasi hingga dampaknya terhadap kompetisi.

Direktur Utama I.League berharap agar seluruh pihak menahan diri dan menunggu proses pembahasan berjalan. Ia memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil akan mengedepankan asas keadilan, transparansi, dan kepastian hukum bagi semua klub peserta kompetisi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter