12, 2026
Nasional

Dishub DKI Dorong Ada Shelter Ojol di Mal: Masuk Gedung Tak Perlu Parkir

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menanggapi usulan parkir 30 menit di mal gratis untuk ojol. Dishub dorong ada shelter ojol di setiap mal.]]>

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dishub DKI Dorong Ada Shelter Ojol di Mal: Masuk Gedung Tak Perlu Parkir

Dishub DKI Dorong Pengembangan Shelter Ojol di Mal

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta terus mendorong pengembangan shelter ojek online (ojol) di berbagai mal di ibu kota. Langkah ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna ojek online yang hendak masuk ke dalam gedung mal tanpa perlu melakukan parkir kendaraan pribadi. Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan konektivitas transportasi publik dan mengurati kepadatan lalu lintas di Jakarta.

Konsep Shelter Ojol di Mal

Menurut Syafrin, konsep shelter ojol di mal dirancang agar pengguna dapat dengan mudah naik turun dari ojek online tanpa harus parkir kendaraan pribadi di area parkir mal. "Dengan adanya shelter ini, pengunjung yang datang menggunakan ojol tidak perlu lagi masuk ke area parkir mal. Mereka bisa langsung turun di titik yang telah ditentukan dan memasuki gedung mal," jelasnya.

Sa ini, Dishub DKI telah bekerja sama dengan beberapa mal besar di Jakarta untuk mengimplementasikan konsep ini. Beberapa mal yang telah memiliki shelter ojol antara lain adalah Mall of Indonesia, Pondok Indah Mall, dan Grand Indonesia. Syafrin menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola mal lainnya untuk segera menyediakan fasilitas serupa.

Manfaat bagi Pengguna dan Pengelola Mal

Pengembangan shelter ojol di mal menawarkan berbagai manfaat baik bagi pengguna maupun pengelola mal. Bagi pengguna, kehadiran shelter ini akan mempermudah akses masuk ke mal tanpa harus repot mencari lahan parkir yang semakin terbatas seiring dengan semakin padatnya kendaraan di Jakarta.

"Dulu, pengguna ojol seringkali kesulitan karena harus parkir di area parkir mal yang penuh atau terpaksa parkir di sepanjang jalan yang bisa menyebabkan kemacetan. Dengan shelter ini, mereka bisa langsung masuk ke mal tanpa harus parkir," ujar Syafrin.

Untuk pengelola mal, keberadaan shelter ojol diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang menggunakan transportasi online. "Ini juga merupakan upaya untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mendorong penggunaan transportasi online yang ramah lingkungan," tambahnya.

Implementasi dan Tantangan

Implementasi shelter ojol di mal tidaklah tanpa tantangan. Salah satu kendala utama adalah penyediaan lahan yang memadai di area mal yang seringkali sudah padat. Untuk mengatasi hal ini, Dishub DKI bekerja sama dengan pengelola mal untuk mengoptimalkan penggunaan ruang kosong di sekitar area mal.

"Kita harus bijak dalam mengatur ruang. Tidak boleh sembarangan menempatkan shelter ojol karena bisa mengganggu akses pejalan kaki atau aktivitas di sekitar mal. Oleh karena itu, kita selalu berkoordinasi dengan pengelola mal untuk menentukan lokasi yang strategis," jelas Syafrin.

Selain itu, Dishub juga memastikan bahwa shelter ojol yang dibangun memenuhi standar keamanan dan kenyamanan. "Shelter harus dilengkapi dengan atap untuk melindungi pengguna dari hujan dan panas. Selain itu, kita juga memastikan pencahayaan yang memadai dan jalur yang aman bagi pengguna," tambahnya.

Program Jangka Panjang

Pengembangan shelter ojol di mal merupakan bagian dari program jangka panjang Dishub DKI dalam mengembangkan sistem transportasi yang terintegrasi. Selain di mal, Dishub juga mendorong pengembangan shelter ojol di area-area strategis lainnya seperti stasiun kereta, halte Transjakarta, dan pusat perbelanjaan lainnya.

"Kita ingin menciptakan ekosistem transportasi yang terintegrasi di mana pengguna dapat dengan mudah beralih antar moda transportasi tanpa harus repot. Shelter ojol di mal ini adalah salah satu langkah konkret untuk mewujudkan visi tersebut," ujar Syafrin.

Ia menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi dan monitoring terhadap implementasi shelter ojol di mal untuk memastikan program berjalan sesuai rencana. "Kita akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan program ini berhasil dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Jakarta," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter