20, 2026
Nasional

DPD PSI Sampang Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya H. Toto Sutaryo

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

SAMPANG, MADURA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Sampang menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya H. Toto Sutaryo, ayahanda Surya Nofiantoro, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sampang. Ungkapan belasungkawa itu disampaikan melalui karangan bunga yang dipasang sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan, Senin (20/10).

Karangan bunga tersebut mencantumkan nama Prasetyo Lukman Hakim, S.E., selaku Ketua DPD PSI Kabupaten Sampang. Melalui pesan itu, DPD PSI Kabupaten Sampang menyatakan kepeduliannya kepada keluarga Surya Nofiantoro yang tengah berduka atas kehilangan anggota keluarga tercinta.

Pesan Duka dan Penghormatan Terakhir

Pesan yang tertulis pada karangan bunga berbunyi "Turut Berduka Cita atas Meninggalnya H. Toto Sutaryo". Kalimat itu disertai doa dan penghormatan bagi almarhum, sekaligus dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan dalam menghadapi masa sulit.

Penyampaian belasungkawa tersebut dinilai sebagai bentuk solidaritas dan rasa kemanusiaan di tengah suasana duka yang dialami keluarga almarhum. Kehadiran karangan bunga, meski bersifat simbolik, menjadi penanda bahwa kepergian almarhum turut dirasakan oleh kalangan di luar lingkaran keluarga dan partai politik tempat putranya bernaung.

Melampaui Sekat Kepartaian

DPD PSI Kabupaten Sampang dan DPD Partai NasDem Kabupaten Sampang merupakan dua struktur partai yang berbeda. Meski demikian, perbedaan afiliasi politik tidak menghalangi munculnya kepedulian ketika salah satu keluarga besar partai lain mengalami musibah. Sikap tersebut mencerminkan bahwa relasi antarelite politik di tingkat daerah tidak sepenuhnya dibingkai oleh kepentingan elektoral.

Dalam banyak kesempatan, momentum duka menjadi ruang pertemuan bagi tokoh-tokoh politik lokal dari berbagai latar belakang partai. Kehadiran mereka, baik secara langsung maupun melalui kiriman karangan bunga, lazim dimaknai sebagai wujud penghormatan kepada keluarga yang berduka sekaligus peneguhan hubungan sosial yang telah terbangun sebelumnya.

Tradisi Karangan Bunga dalam Budaya Masyarakat

Pengiriman karangan bunga untuk menyampaikan belasungkawa bukan hal baru dalam tradisi masyarakat Indonesia. Praktik itu tidak hanya dilakukan oleh pejabat publik atau pengurus partai politik, tetapi juga oleh warga biasa, kolega kerja, hingga lingkungan tempat tinggal almarhum. Karangan bunga biasanya dipasang di kediaman duka atau di lokasi persemayaman sebelum proses pemakaman berlangsung.

Selain sebagai tanda penghormatan terakhir, karangan bunga kerap dipahami sebagai bentuk kehadiran simbolik bagi mereka yang tidak dapat datang langsung. Ucapan duka yang tertulis pada papan bunga menjadi pesan singkat yang mewakili rasa kehilangan, doa, serta harapan agar keluarga yang ditinggalkan mampu melewati masa berkabung dengan baik.

Dalam konteks kehidupan politik lokal, karangan bunga juga dapat dibaca sebagai penanda kedekatan sosial antarfigur. Namun, makna utamanya tetap berada pada ranah kemanusiaan, yakni solidaritas terhadap keluarga yang sedang mengalami kehilangan.

Doa untuk Almarhum

Meninggalnya H. Toto Sutaryo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Surya Nofiantoro. Sebagai putra almarhum, Surya Nofiantoro dikenal aktif dalam kegiatan kepartaian di Kabupaten Sampang melalui posisinya sebagai Ketua DPD Partai NasDem setempat.

Berbagai ucapan duka mengalir dari kalangan tokoh masyarakat, pengurus partai, hingga rekan sejawat. Mereka mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt., segala amal ibadahnya diterima, dan segala kekhilafannya diampuni. Doa serupa juga ditujukan bagi keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberi kesabaran dan keikhlasan.

Prosesi penghormatan terakhir kepada almarhum berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh kekhidmatan. Keluarga, kerabat, dan para pelayat tampak hadir untuk mengantarkan jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir.

Kepedulian yang Tetap Terjaga

Langkah DPD PSI Kabupaten Sampang menyampaikan belasungkawa melalui karangan bunga menunjukkan bahwa kepedulian sosial tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan berpolitik. Sikap tersebut sekaligus menegaskan bahwa aktivitas politik tidak berhenti pada persoalan kekuasaan, tetapi juga menyentuh dimensi kemanusiaan yang lebih luas.

Bagi keluarga almarhum, dukungan moral dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban duka yang dirasakan. Kehadiran pesan-pesan belasungkawa menjadi pengingat bahwa kepergian H. Toto Sutaryo tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan sosial di sekitarnya.

Ucapan duka dari DPD PSI Kabupaten Sampang menutup rangkaian penghormatan bagi almarhum, dengan harapan keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan serta ketabahan dalam menjalani hari-hari ke depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter