30, 2026
Teknologi

DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini

DPR mendesak jajaran dewan gubernur BI untuk memperkuat nilai tukar rupiah di bawah kepemimpinan baru Gubernur BI Destry Damayanti.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini

Anggota Komisi XI DPR RI mendesak Bank Indonesia untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak menguat, menyusul tekanan global yang menekan mata uang negara-negara berkembang. Desakan itu disampaikan dalam rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta. Dalam forum tersebut, sejumlah legislator menilai pelemahan rupiah tidak sejalan dengan fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih cukup kuat.

Gubernur Bank Indonesia menanggapi desakan tersebut dengan menjelaskan bahwa kebijakan nilai tukar tidak bisa ditentukan semata oleh keinginan satu pihak. Menurutnya, pergerakan rupiah sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, terutama kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, aliran modal asing, serta ketegangan geopolitik yang memengaruhi sentimen pasar. Ia menegaskan bahwa Bank Indonesia terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah melalui triple intervention, yakni intervensi di pasar spot, pasar Domestic Non-Deliverable Forward, dan pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder.

Desakan DPR: Rupiah Harus Menguat

Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota Komisi XI menyoroti bahwa pelemahan rupiah berdampak langsung pada masyarakat, terutama melalui kenaikan harga barang impor, bahan baku industri, dan beban utang luar negeri. Mereka menilai pemerintah dan Bank Indonesia perlu bekerja lebih keras agar rupiah kembali ke level yang mencerminkan kekuatan ekonomi nasional.

Beberapa legislator bahkan mempertanyakan efektivitas langkah Bank Indonesia dalam menahan pelemahan rupiah. Mereka meminta penjelasan rinci mengenai strategi yang ditempuh, termasuk sejauh mana cadangan devisa digunakan untuk stabilisasi dan bagaimana koordinasi dengan pemerintah dalam menjaga arus masuk modal asing.

Desakan agar rupiah menguat juga dikaitkan dengan target pertumbuhan ekonomi. Menurut para anggota dewan, nilai tukar yang stabil dan cenderung menguat akan memberikan kepastian bagi dunia usaha, menurunkan biaya impor, serta meningkatkan daya beli masyarakat. Mereka berpendapat bahwa tanpa stabilitas nilai tukar, upaya mendorong investasi dan konsumsi rumah tangga akan menghadapi hambatan besar.

Respons Gubernur BI

Gubernur Bank Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya memahami kekhawatiran DPR dan masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa nilai tukar rupiah bukan sekadar angka yang bisa dinaikkan melalui keinginan politik. Rupiah, katanya, bergerak berdasarkan interaksi antara permintaan dan penawaran di pasar valuta asing yang dipengaruhi banyak faktor eksternal dan internal.

Ia memaparkan bahwa salah satu faktor utama tekanan terhadap rupiah adalah kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat yang membuat imbal hasil aset dolar AS lebih menarik. Kondisi ini mendorong investor global untuk memindahkan dana ke aset-aset berdenominasi dolar, sehingga mata uang negara berkembang termasuk rupiah mengalami tekanan. Selain itu, ketidakpastian geopolitik di sejumlah kawasan turut meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.

Meski demikian, Gubernur BI menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga. Inflasi berada dalam sasaran, pertumbuhan ekonomi relatif stabil, dan sektor keuangan cukup resilient. Ia juga menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak terjadi gejolak yang berlebihan, namun tetap membiarkan mekanisme pasar bekerja secara wajar.

Langkah Stabilisasi yang Ditempuh

Bank Indonesia memaparkan sejumlah langkah yang telah dan akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah. Pertama, triple intervention di pasar valuta asing dan pasar Surat Berharga Negara. Kedua, penguatan koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, dan lembaga terkait lainnya. Ketiga, mendorong masuknya devisa dari ekspor, terutama melalui kebijakan penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam.

Selain itu, Bank Indonesia juga menjaga daya tarik imbal hasil aset keuangan domestik melalui kebijakan suku bunga yang terukur. Gubernur BI menyebut bahwa keputusan suku bunga selalu mempertimbangkan stabilitas nilai tukar, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan bahwa Bank Indonesia tidak akan ragu mengambil langkah lanjutan bila terjadi tekanan yang mengancam stabilitas sistem keuangan.

Prospek ke Depan

Dalam pandangan sejumlah ekonom, desakan DPR agar rupiah menguat merupakan aspirasi yang wajar, tetapi realisasinya sangat bergantung pada kondisi global. Mereka menilai pemerintah dan Bank Indonesia perlu memperkuat fondasi ekonomi domestik, seperti meningkatkan ekspor bernilai tambah, mengurangi ketergantungan pada impor barang konsumsi, dan mempercepat hilirisasi industri.

Dengan langkah tersebut, tekanan terhadap rupiah dapat berkurang secara struktural, bukan hanya bersifat sementara melalui intervensi pasar. Koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang.

Rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dan Bank Indonesia akhirnya menyepakati perlunya komunikasi yang lebih intensif mengenai perkembangan nilai tukar dan langkah stabilisasi. DPR akan terus mengawasi kebijakan Bank Indonesia, sementara Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas rupiah demi kepentingan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter