11, 2026
Ekonomi

Dukung Ekonomi Pulih, Pertamina Bantu Perajin Desa Adat Sade Berkarya

Pertamina bantu Desa Adat Sade pulihkan ekonomi pasca kebakaran dengan memberikan 45 alat tenun dan pelatihan bagi perajin. Dukungan untuk tradisi tenun Sasak.]]>

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dukung Ekonomi Pulih, Pertamina Bantu Perajin Desa Adat Sade Berkarya

Dukung Ekonomi Pulih, Pertamina Bantu Perajin Desa Adat Sade Berkarya

Pertamina melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus berupaya membangun ekonomi berkelanjutan di berbagai daerah. Salah satu upaya tersebut adalah membantu para perajin di Desa Adat Sade, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, untuk mengembangkan usaha kerajinan tangan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat. Program ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi COVID-19 sekaligus melestarikan budaya lokal yang sudah berusia ratusan tahun.

Program Pembinaan dan Pelatihan

Dalam rangka mendukung para perajin, Pertamina menyelenggarakan serangkaian program pembinaan dan pelatihan. Program ini mencakup pelatihan keterampilan, penguatan manajemen usaha, hingga akses pasar yang lebih luas. Para perajin mendapatkan bimbingan langsung dari ahli dalam bidangnya, sehingga kualitas produk kerajinan mereka semakin ditingkatkan. Selain itu, Pertamina juga menyediakan bantuan modal kerja berupa alat produksi dan bahan baku berkualitas tinggi.

Kepala Desa Adat Sade, H. Muhammad Zain, mengapresiasi dukungan dari Pertamina. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi para perajin yang sempat kesulitan selama pandemi. "Sebelum bantuan ini, banyak perajin yang mengalami penurunan pesanan karena keterbatasan akses pasar dan kualisan produk yang belum optimal. Dengan adanya pelatihan dan bantuan alat produksi, kami yakin kualitas produk akan meningkat dan daya saing semakin kuat," ujarnya.

Produk Unggulan Desa Adat Sade

Desa Adat Sade dikenal sebagai sentra kerajinan tenun ikat tradisional dan anyaman bambu. Kedua produk ini menjadi ciri khas desa yang masih mempertahankan adat istiadat serta budaya turun temurun. Tenun ikat Sade memiliki motif dan warna khas yang membedakannya dari produk serupa di daerah lain. Sementara itu, anyaman bambu di desa ini digunakan untuk membuat berbagai kerajinan sehari-hari seperti tikar, topi, tas, dan hiasan dinding.

Pertamina membantu para perajin untuk mengembangkan desain produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar modern tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat. "Kami tidak ingin hanya menjual produk sebagai cinderamata biasa, tetapi sebagai karya seni yang bernilai ekonomi tinggi dan bercerita tentang kekayaan budaya Indonesia," jelas Kepala Divisi CSR Pertamina, Rina Amelia.

Peningkatan Pendapatan dan Ketahanan Ekonomi

Sejak adanya program bantuan dari Pertamina, pendapatan para perajin di Desa Adat Sade meningkat signifikan. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata per perajin naik sekitar 40% dalam tiga bulan terakhir. Angka ini tentu memberikan harapan baru bagi masyarakat setempat yang sebelumnya kesulitan memulihkan kondisi ekonomi pasca pandemi.

Selain meningkatkan pendapatan, program ini juga membuka peluang kerja bagi generasi muda di desa. Banyak pemuda yang kini tertarik untuk terlibat dalam usaha kerajinan, baik sebagai pekerja maupun pengrajin mandiri. "Ini adalah investasi masa depan. Dengan menggabungkan nilai budaya dan keterampilan modern, kami percaya generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membawa desa ini lebih maju," tambah Rina Amelia.

Komitmen Jangka Panjang

Pertamina menegaskan bahwa dukungan terhadap para perajin di Desa Adat Sade bukanlah program sekedar, melainkan komitmen jangka panjang dalam membangun ekonomi berkelanjutan. Perusahaan berencana untuk terus membantu pengembangan produk hingga mampu menembus pasar internasional. Berbagai strategi akan diterapkan, seperti membangun sistem e-commerce khusus produk kerajinan Sade, serta mengikuti pameran kerajinan tingkat nasional dan internasional.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan program serupa di berbagai daerah di Indonesia. "Ekonomi lokal adalah tulang punggung ekonomi nasional. Dengan memperkuat ekonomi lokal, kita dapat menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih baik di tingkat nasional. Pertamina akan terus berkomitmen untuk menjadi mitra bagi masyarakat dalam upaya membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter