21, 2026
Olahraga

Eks Ajax hingga PSG Masuk Daftar, 4 Pemain Keturunan Ini Terkendala Gabung Timnas Indonesia

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/06/11/6a2a6ae206ba7-mitchel-bakker_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jalan Terjal Menuju Skuad Garuda

Upaya memperkuat Timnas Indonesia dengan mendatangkan pemain keturunan kembali menemui hambatan. Empat pemain berdarah Indonesia yang berkarier di Eropa, termasuk nama yang pernah menimpa pendidikan sepak bola di Ajax Amsterdam dan Paris Saint-Germain, disebut belum dapat bergabung memperkuat skuad Garuda. Kendala yang dihadapi beragam, mulai dari kelengkapan dokumen, pembuktian garis keturunan, status kewarganegaraan, hingga kesesuaian dengan regulasi FIFA.

Salah satu nama yang paling mencuat adalah Mitchell Bakker. Pemain kelahiran Amsterdam, 20 Juni 2000, itu menempuh pembinaan usia muda di Ajax sebelum melanjutkan karier di akademi Paris Saint-Germain. Posisinya sebagai bek kiri membuatnya kerap disebut sebagai sosok yang dibutuhkan Timnas Indonesia, mengingat terbatasnya stok pemain di sektor tersebut. Bakker disebut memiliki garis keturunan Indonesia dari jalur keluarga, sehingga secara potensi memenuhi syarat untuk membela Merah Putih.

Meski demikian, potensi itu tidak otomatis berujung pada kepastian bergabung. Proses yang harus dilalui tidak sekadar kesepakatan antarpihak, tetapi menyangkut sejumlah tahapan administratif dan regulasi yang tidak bisa dipersingkat.

Empat Nama dan Ragam Kendalanya

Selain Bakker, tiga pemain keturunan lain yang masuk dalam daftar pantauan menghadapi persoalan serupa dengan kadar berbeda. Kendala yang paling sering muncul adalah kelengkapan dokumen untuk membuktikan hubungan darah dengan leluhur asal Indonesia. Dokumen seperti akta kelahiran orang tua, catatan sipil generasi sebelumnya, hingga bukti kewarganegaraan kerap tidak lengkap atau tidak tercatat dengan rapi di negara tempat pemain lahir.

Persoalan Dokumen dan Pembuktian Darah

Pembuktian garis keturunan menjadi titik paling krusial. FIFA tidak hanya meminta pengakuan lisan atau klaim keluarga, tetapi bukti tertulis yang dapat diverifikasi. Dalam beberapa kasus, dokumen leluhur hilang karena faktor sejarah, perpindahan penduduk, atau pencatatan yang tidak tertib pada masa lalu. Kondisi ini memaksa pihak terkait melakukan penelusuran arsip, termasuk mencari catatan dari masa kolonial atau dokumen gereja dan catatan sipil setempat.

Tanpa dokumen yang kuat, proses naturalisasi tidak dapat dilanjutkan, sekalipun pemain bersangkutan menyatakan kesediaan membela Indonesia. Hal ini menjelaskan mengapa sejumlah nama yang sempat santer dikabarkan mendekat ke Timnas Indonesia akhirnya tidak kunjung terealisasi.

Aturan FIFA dan Perpindahan Asosiasi

Kendala lain berkaitan dengan regulasi FIFA. Pemain yang sebelumnya telah memperkuat tim nasional kelompok umur negara lain harus melalui proses perpindahan asosiasi. Regulasi memberi ruang, tetapi dengan syarat ketat, antara lain batasan jumlah pertandingan resmi yang sudah dimainkan serta keterkaitan yang sah dengan asosiasi baru. Setiap permohonan dinilai secara kasuistis, sehingga tidak ada jaminan hasil serupa untuk setiap pemain.

Selain itu, ada faktor nonteknis yang tak kalah menentukan, yakni kesiapan pemain itu sendiri. Sebagian memilih memprioritaskan karier klub, terutama ketika mereka sedang menembus tim utama atau tengah menjalani musim krusial. Komitmen untuk menetap lebih lama di Indonesia guna menjalani proses administrasi juga menjadi pertimbangan, mengingat agenda kompetisi Eropa yang padat.

Proses Naturalisasi Tidak Singkat

Perjalanan menuju status Warga Negara Indonesia bagi pemain keturunan menempuh jalur panjang. Dibutuhkan pengajuan dari induk organisasi, rekomendasi kementerian terkait, pembahasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat, hingga penerbitan keputusan presiden. Setelah itu masih ada tahapan sumpah kewarganegaraan, pengurusan paspor, dan permohonan izin bermain dari FIFA.

Setiap tahapan memiliki risiko tertunda, terutama jika berkas tidak lengkap atau terjadi perbedaan data antardokumen. Dalam sejumlah pengalaman sebelumnya, proses yang diperkirakan selesai dalam hitungan bulan bisa memanjang karena persoalan administrasi kecil yang menuntut verifikasi ulang.

Dampak bagi Kebutuhan Skuad

Bagi Timnas Indonesia, kehadiran pemain keturunan dinilai dapat menambah kedalaman skuad, khususnya di posisi yang selama ini minim stok. Sektor bek kiri, gelandang bertahan, dan penyerang sayap menjadi area yang kerap disorot. Namun, ketergantungan pada pemain keturunan juga memunculkan catatan tersendiri, yakni pentingnya pembinaan pemain lokal agar tidak tertutup oleh gelombang pemain dari luar.

Pengamat sepak bola menilai perekrutan pemain keturunan sebaiknya diposisikan sebagai pelengkap, bukan solusi tunggal. Kombinasi antara pemain hasil pembinaan dalam negeri dan pemain keturunan dinilai lebih sehat untuk keberlanjutan prestasi dalam jangka panjang.

Langkah Selanjutnya

Hingga kini, empat nama tersebut masih berstatus dalam penjajakan. Sejumlah pihak mendorong agar komunikasi dengan pemain dan klub terus dijaga, sambil menuntaskan persoalan dokumen yang menjadi penghambat utama. Pendekatan persuasif dinilai lebih efektif dibanding tekanan, mengingat keputusan akhir tetap berada di tangan pemain.

Yang jelas, pintu menuju Timnas Indonesia belum tertutup sepenuhnya. Namun, selama persoalan administrasi dan regulasi belum tuntas, harapan melihat mereka mengenakan jersey Merah Putih masih berjarak dari kenyataan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter