01, 2026
Teknologi

Enam Desa di Aceh Barat Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai

Banjir melanda 6 desa di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, akibat luapan sungai setelah hujan lebat. BPBD siaga tangani situasi darurat.]]>

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Enam Desa di Aceh Barat Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai

Enam Desa di Aceh Barat Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai

Enam desa di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat, terendam banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut. Banjir yang terjadi sejak Jumat (24/9) malam ini telah mengakibatkan puluhan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Fahrul Sani, mengatakan bahwa banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Krueng Jeumpa yang debit airnya meningkat drastis akibat hujan lebat selama beberapa hari terakhir.

"Saat ini enam desa di Kecamatan Jeumpa terdampak banjir, yaitu Desa Alue Kuyun, Alue Dua, Alue Panyang, Cot Punti, Blang Cot, dan Meurandeh. Ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 150 sentimeter," ujar Fahrul saat dihubungi, Sabtu (25/9).

Ia menjelaskan bahwa banjir telah menggenangi sejumlah rumah warga, lahan pertanian, serta infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Hingga saat ini, tim BPBD beserta tim relawan masih melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir.

Dampak Banjir dan Evakuasi Warga

Kondisi banjir di enam desa tersebut diperkirakan akan bertambah parah apabila hujan masih terus mengguyur wilayah Aceh Barat. BPBD Aceh Barat telah mengimbau warga yang tinggal di sekitar tepian sungai untuk waspada dan siap mengungsi sewaktu-waktu.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan bantuan darurat berupa sembako, selimut, tenda, dan alat kesehatan untuk para korban banjir. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui posko darurat yang telah dibuka di beberapa titik.

Kondisi Terkini dan Upaya Penanganan

Kepala Desa Alue Kuyun, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa banjir mulai surut secara perlahan pada Sabtu siang. Namun, sejumlah rumah warga masih tergenangi air setinggi 50 hingga 100 sentimeter.

Ia menjelaskan bahwa banjir tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materiil cukup signifikan. Lahan pertanian sawah yang masih dalam masa tanam tergenangi air dan dikhawatirkan akan rusak.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam keterangannya menyatakan siap membantu korban banjir di Aceh Barat. Pemerintah Provinsi Aceh akan menyalurkan bantuan tambahan jika diperlukan.

Menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebak masih akan terjadi di beberapa wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan. Pihak berwenang meminta warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter