Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap performa Timnas Indonesia akan segera dilakukan bersama pelatih baru John Herdman. Evaluasi tersebut difokuskan pada persiapan menghadapi Piala Asia 2027, dengan identifikasi sejumlah titik kelemahan yang dinilai masih harus diperbaiki.
Erick menyatakan bahwa proses evaluasi tidak hanya menyentuh aspek teknis di lapangan, tetapi juga menyeluruh hingga ke pembenahan struktur, sumber daya manusia, dan pengembangan jangka panjang. Menurutnya, Piala Asia 2027 bukan sekadar target jangka pendek, melainkan momentum membangun fondasi sepak bola nasional yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Herdman Diberi Ruang Identifikasi Masalah
Dalam keterangannya, Erick menjelaskan bahwa John Herdman akan diberi ruang dan waktu untuk mengidentifikasi persoalan yang ada. Evaluasi akan mencakup hasil pertandingan, kualitas permainan, dan kesiapan skuad. Sejumlah aspek yang menjadi sorotan antara lain konsistensi performa, kedalaman skuad, serta efektivitas taktik saat menghadapi tim dengan kualitas di atas rata-rata.
“Kami akan duduk bersama untuk mengevaluasi semuanya. Banyak titik-titik kelemahan yang harus diperbaiki, dan itu bukan pekerjaan satu malam,” ujar Erick dalam pernyataan resmi yang diterima media.
Ia menambahkan bahwa evaluasi dirancang agar tidak berhenti pada pembenahan permainan saja. Ada sejumlah hal yang perlu disiapkan, termasuk pembinaan pemain muda, penguatan kompetisi domestik, hingga peningkatan kualitas pemusatan latihan. Menurutnya, target di Piala Asia 2027 menuntut perencanaan yang rapi, mulai dari pemilihan pemain, pola latihan, hingga persiapan mental.
Erick Sebut Perlu Perbaikan Menyeluruh
Erick menilai hasil yang diraih Timnas Indonesia dalam sejumlah laga terakhir menunjukkan adanya kemajuan, namun belum cukup untuk menghadapi turnamen sekelas Piala Asia. Ia menyebut ada sejumlah pertandingan di mana Garuda kesulitan menjaga ritme dan cenderung kehilangan kendali pada babak kedua. Persoalan transisi bertahan menyerang, penyelesaian akhir, dan komunikasi antarlini menjadi beberapa hal yang perlu dibenahi.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan semangat. Kita butuh kualitas permainan yang stabil selama 90 menit. Evaluasi ini akan mengukur sejauh mana kesiapan kita,” tegasnya.
Menurut Erick, persiapan menuju Piala Asia 2027 memerlukan pendekatan berbeda dari turnamen sebelumnya. Ia menyebut pentingnya uji coba melawan tim-tim dengan peringkat lebih tinggi, serta pemusatan latihan yang berkelanjutan. Selain itu, komunikasi antara pelatih, pemain, dan manajemen harus terbuka agar setiap keputusan didasari data dan kebutuhan tim, bukan sekadar asumsi.
Kolaborasi PSSI-Herdman Jadi Kunci
Erick menyebut kolaborasi antara PSSI dan John Herdman menjadi kunci dalam proses evaluasi. Ia menekankan bahwa pelatih asal Inggris tersebut memiliki pengalaman menangani tim nasional di level kompetitif, sehingga diharapkan mampu menghadirkan struktur permainan yang lebih jelas dan disiplin.
“Kami tidak ingin evaluasi hanya jadi formalitas. Harus ada rencana aksi yang bisa diukur. Setiap kelemahan harus punya solusi,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal kompetisi domestik. Menurutnya, kualitas Liga Indonesia berpengaruh langsung pada performa Timnas. PSSI akan mendorong peningkatan standar kompetisi, termasuk menjaga jadwal yang lebih tertata, memperbaiki kualitas wasit, dan menciptakan iklim kompetisi yang sehat. Erick menilai langkah tersebut penting agar pemain yang dipanggil ke Timnas datang dengan kondisi fisik dan mental yang siap.
Fokus Jangka Panjang dan Piala Asia 2027
Erick menegaskan bahwa Piala Asia 2027 adalah target antara yang harus disikapi serius. Ia menyebut Timnas Indonesia tidak boleh hanya menjadi peserta, tetapi juga diharapkan mampu bersaing. Karena itu, evaluasi bersama Herdman akan diarahkan pada peningkatan standar permainan dan penguatan mental bertanding.
Ia menambahkan bahwa proses ini harus melibatkan banyak pihak, termasuk klub, akademi, dan pemangku kepentingan sepak bola nasional. Menurutnya, perbaikan tidak bisa hanya bergantung pada pelatih atau pemain saja, tetapi perlu ekosistem yang mendukung.
“Banyak titik-titik kelemahan yang harus diperbaiki. Itu sebabnya kami ingin evaluasi menyeluruh, bukan parsial. Target kami jelas, tapi jalan menuju ke sana harus disiapkan dengan benar,” kata Erick.
Dengan evaluasi yang melibatkan John Herdman, PSSI berharap arah pembinaan Timnas Indonesia lebih terukur dan berkelanjutan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan program latihan, pemilihan pemain, dan strategi menghadapi Piala Asia 2027.
Komentar (0)