13, 2026
Teknologi

Erick Thohir Buka Peluang Pengurangan Poin Usai Dua Insiden Suporter

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Erick Thohir Buka Peluang Pengurangan Poin Usai Dua Insiden Suporter

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan pihaknya membuka peluang untuk melakukan pengurangan poin terkait dua insiden yang melibatkan suporter sepak bola Indonesia. Pernyataan ini disampaikan setelah sejumlah kejadian tidak terpuji terjadi di tribun penonton selama beberapa pekan terakhir. Erick Thohir menegaskan bahwa pengurangan poin merupakan salah satu sanksi yang bisa diterapkan jika terbukti ada pelanggaran yang dilakukan oleh kelompok suporter.

Kronologi Dua Insiden Suporter

Dua insiden yang dimaksud adalah aksi pelemparan botol dan barang-barang keras saat laga Persib Bandung vs Persija Jakarta pada pekan kedua Liga 1, serta kerusuhan yang terjadi saat laga Madura United vs Persib Bandung di Stadion Pamekasan, Madura, beberapa hari kemudian. Kedua insiden tersebut menyebabkan beberapa orang luka-luka dan mengakibatkan gangguan dalam jalannya pertandingan.

Untuk insiden pertama, Komite Disiplin PSSI sudah memberikan sanksi kepada klub Persib Bandung dengan denda sebesar Rp 50 juta dan wajib memainkan laga kandangnya di tanah netral tanpa penonton selama tiga pertandingan. Sementara itu, untuk insiden kedua, Komite Disiplin PSSI masih melakukan investigasi menyeluruh sebelum menetapkan sanksi bagi Madura United.

Pernyataan Erick Thohir

Erick Thohir dalam konferensi pers usai rapat dengan Komite Eksekutif PSSI menyatakan bahwa pemerintah melalui Kemenko Polhukam dan KemenBUMN akan memberikan dukungan penuh kepada PSSI dalam menindak tegas segala bentuk kekerasan di tribun. "Kita lihat dua insiden terakhir ini sangat meresahkan. Kita akan berkoordinasi dengan PSSI untuk memastikan tidak ada lagi kejadian serupa di masa depan," ujar Erick Thohir.

Ia menambahkan bahwa pengurangan poin bisa menjadi salah satu opsi sanksi jika suporter sebuah klub terbukti melakukan aksi yang meresahkan. "Pengurangan poin bisa menjadi pilihan jika klub gagal mengendalikan suporter mereka. Ini adalah cara untuk memberikan efek jera kepada klub dan suporter agar tidak mengulangi lagi," jelasnya.

Langkah-Langung Pencegahan yang Akan Diambil

Selain membuka peluang pengurangan poin, Erick Thohir juga menyebutkan bahwa akan ada beberapa langkah pencegahan yang akan diambil. Pertama, pemerintah akan memperketat pengawasan di stadion-stadion dengan memasang kamera CCTV di titik-titik rawan. Kedua, akan dibentuk satuan khusus yang terdiri dari aparat keamanan dan petugas keamanan stadion untuk mengawasi jalannya pertandingan.

Ketiga, pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada suporter tentang pentingnya sportifitas dan fair play dalam menonton pertandingan. "Kita akan bekerja sama dengan suporter ultras untuk menjadi agen perubahan. Mereka yang biasanya dekat dengan suporter lain bisa menjadi perantara untuk menenangkan suasana," tambahnya.

Reaksi dari PSSI dan Klub

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyambut baik langkah yang diambil oleh Erick Thohir. Menurutnya, pengurangan poin bisa menjadi sanksi yang efektif untuk mencegah terulangnya insiden serupa. "Kami mendukung penuh langkah Bapak Menteri Erick Thohir. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk membersihkan sepak bola Indonesia dari kekerasan," ujar Iriawan.

Sementara itu, beberapa klub di Liga 1 juga memberikan respons positif. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyatakan bahwa klubnya sudah menyiapkan langkah-langkah preventif untuk menghindari insiden serupa. "Kami sudah berkoordinasi dengan suporter untuk menjaga sportifitas. Kami juga akan meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan saat laga berlangsung," katanya.

Tantangan di Depan

Meskipun begitu, masih banyak tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan lingkungan sepak bola Indonesia yang aman dan sportif. Salah satunya adalah masalah mentalitas suporter yang masih sulit diubah. Selain itu, koordinasi antara pemerintah, PSSI, dan klub juga perlu diperkuat agar langkah-langkah yang diambil bisa berdampak maksimal.

Erick Thohir menegaskan bahwa semua pihak harus bekerja sama untuk menciptakan perubahan. "Ini bukan tugas PSSI atau pemerintah semata, tapi tanggung jawab kita bersama. Saya yakin jika kita kompak, kita bisa menciptakan sepak bola Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter