24, 2026
Politik

Erick Thohir Jelaskan Isi Surat Dukungan Presiden Prabowo kepada Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA 2027

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan isi surat dukungan Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden FIFA Gianni Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA pada 2027. Menurut Erick, surat tersebut bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan penegasan komitmen Indonesia untuk mendukung keberlanjutan program-program transformasi sepak bola dunia yang selama ini dijalankan Infantino.

Erick menjelaskan bahwa surat dukungan itu disampaikan melalui jalur resmi Federasi Sepak Bola Internasional. Isinya, antara lain, dukungan Indonesia terhadap pencalonan kembali Infantino sebagai Presiden FIFA pada Kongres FIFA 2027, sekaligus apresiasi atas sejumlah kebijakan yang dinilai memberi ruang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di tingkat global.

Isi Surat Dukungan

Dalam keterangannya, Erick menyebut ada tiga pokok utama yang tertuang dalam surat Presiden Prabowo. Pertama, dukungan terhadap kepemimpinan Infantino yang dinilai mampu menjaga stabilitas organisasi FIFA di tengah berbagai tantangan global. Kedua, komitmen Indonesia untuk terus menjadi mitra aktif FIFA dalam pengembangan sepak bola, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Ketiga, harapan agar FIFA terus memperluas program bantuan pembangunan infrastruktur dan pembinaan usia muda bagi negara-negara anggotanya.

"Surat itu pada dasarnya menyampaikan posisi Indonesia secara terbuka. Bahwa Indonesia mendukung keberlanjutan kepemimpinan yang selama ini terbukti membawa perubahan, terutama dalam hal pemerataan kesempatan bagi negara-negara berkembang," kata Erick dalam keterangan kepada wartawan.

Erick menambahkan, dukungan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengintervensi proses demokrasi internal FIFA. Menurutnya, keputusan akhir tetap berada di tangan para anggota asosiasi yang memiliki hak suara dalam kongres. Indonesia, lanjut Erick, hanya menyampaikan sikap politik olahraga secara terbuka sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai anggota komunitas sepak bola dunia.

Alasan Indonesia Mendukung Infantino

Erick memaparkan sejumlah alasan yang mendasari sikap Indonesia. Salah satunya adalah perhatian FIFA terhadap pengembangan sepak bola di negara-negara yang bukan tradisi kuat sepak bola. Erick menilai kebijakan tersebut terasa langsung dampaknya bagi Indonesia, mulai dari program hibah infrastruktur lapangan, pelatihan pelatih dan wasit, hingga pendampingan tata kelola federasi.

Ia juga menyinggung peran FIFA dalam mendukung Indonesia saat dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Menurut Erick, kepercayaan itu menjadi momentum penting untuk membangun kembali kredibilitas sepak bola nasional di mata dunia, sekaligus mempercepat pembenahan sistem kompetisi dan pembinaan di dalam negeri.

Fokus Pembinaan Usia Muda

Erick menyebut salah satu isi surat dukungan adalah harapan agar FIFA memperbesar porsi program pembinaan usia muda, termasuk melalui skema kerja sama jangka panjang dengan federasi nasional. Indonesia, kata dia, ingin agar program seperti FIFA Talent Development Scheme dan berbagai inisiatif akademi sepak bola terus diperluas, terutama bagi negara dengan jumlah penduduk besar dan basis penggemar yang luas.

"Kalau bicara pembinaan usia muda, itu bukan proyek satu dua tahun. Butuh keberlanjutan kepemimpinan dan kebijakan yang tidak berubah-ubah. Itu yang kami harapkan dari FIFA," ujar Erick.

Selain itu, Erick menyebut Indonesia mendorong agar FIFA memperkuat program pengembangan sepak bola putri. Menurutnya, kesenjangan fasilitas dan akses kompetisi bagi pemain perempuan di kawasan Asia masih cukup lebar, sehingga dukungan kebijakan dan pendanaan dari FIFA menjadi kunci.

Peta Politik Menuju Kongres FIFA 2027

Dukungan Indonesia kepada Infantino menambah panjang daftar negara yang menyatakan sikap serupa. Sejumlah asosiasi anggota FIFA dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin sebelumnya juga menyampaikan dukungan. Infantino sendiri pertama kali terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016 menggantikan Sepp Blatter, lalu kembali terpilih pada 2019 dan 2023.

Meski demikian, Erick menegaskan bahwa Indonesia tidak menutup ruang dialog dengan kandidat lain yang mungkin muncul. Menurutnya, komunikasi dengan semua pihak tetap dijaga agar kepentingan sepak bola nasional, termasuk peluang menjadi tuan rumah turnamen internasional, tidak terganggu.

Pengamat sepak bola menilai langkah Indonesia menyampaikan dukungan secara terbuka merupakan bagian dari diplomasi olahraga yang lazim dilakukan negara-negara anggota FIFA. Sikap semacam ini dinilai penting untuk memastikan Indonesia tetap memiliki posisi tawar dalam pembahasan agenda strategis, seperti kuota kompetisi antarklub, jadwal internasional, dan distribusi dana pengembangan.

Dampak bagi Sepak Bola Nasional

Erick berharap dukungan tersebut berdampak pada penguatan posisi Indonesia di kancah sepak bola internasional. Ia menyebut beberapa agenda yang sedang diperjuangkan, antara lain peningkatan kualitas kompetisi liga domestik, pengembangan pusat pelatihan nasional, serta upaya menarik lebih banyak event internasional ke Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi tata kelola. Menurut Erick, dukungan politik di tingkat internasional harus dibarengi dengan perbaikan di dalam negeri, mulai dari transparansi keuangan klub, pembinaan wasit, hingga pembangunan ekosistem kompetisi usia muda yang berjenjang.

"Dukungan di level internasional itu pintu. Tapi isi rumahnya harus kita benahi sendiri. Supaya ketika peluang datang, kita benar-benar siap," kata Erick.

Dengan surat dukungan yang telah disampaikan, Indonesia secara resmi menempatkan diri dalam barisan pendukung keberlanjutan kepemimpinan FIFA saat ini. Namun, dinamika menuju Kongres FIFA 2027 masih akan berkembang, dan sikap akhir Indonesia akan ditentukan melalui mekanisme internal organisasi serta kepentingan nasional yang lebih luas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter