30, 2026
Olahraga

Erick Thohir Larang Timnas Indonesia Pandang Sebelah Mata Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menegaskan bahwa Timnas Indonesia tidak boleh memandang sebelah mata Bangladesh pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Penegasan itu disampaikan menyusul hasil undian yang menempatkan skuad Garuda satu grup dengan Bangladesh, bersama dua tim lain yang akan ditentukan kemudian melalui proses drawing lanjutan dan jalur kualifikasi.

Sikap tersebut mencerminkan pendekatan PSSI yang menolak sikap jemawa di level apa pun. Erick menilai setiap lawan pada turnamen resmi FIFA memiliki kualitas yang relatif merata, terutama karena persiapan, kualitas pemain, dan kedalaman skuad kini menjadi perhatian serius semua asosiasi anggota. Karena itu, ia meminta tim pelatih, pemain, hingga ofisial untuk bekerja dengan standar profesional yang sama terhadap Bangladesh maupun lawan-lawan lain yang akan dihadapi.

Hasil Drawing dan Posisi Indonesia

Undian FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi perhatian karena turnamen ini berada di bawah payung FIFA dan melibatkan sejumlah negara Asia Tenggara serta tim undangan. Indonesia ditempatkan dalam satu grup bersama Bangladesh. Komposisi itu membuat laga melawan Bangladesh menjadi salah satu penentu langkah Indonesia di fase grup.

Sebagai catatan, Bangladesh bukan lawan yang bisa diabaikan begitu saja. Dalam beberapa tahun terakhir, federasi sepak bola Bangladesh terus membenahi pembinaan usia muda, merekrut pelatih asing, serta menggencarkan program pemusatan latihan jangka panjang. Meski secara peringkat FIFA masih berada di bawah Indonesia, jarak itu tidak menjamin kemenangan otomatis di lapangan.

Indonesia sendiri memiliki modal penting berupa pengalaman di berbagai kompetisi internasional, termasuk keikutsertaannya pada ajang-ajang sebelumnya yang memberi jam terbang lebih bagi para pemain muda. Namun, Erick mengingatkan bahwa pengalaman hanya akan berguna jika disertai fokus, disiplin taktik, dan kesiapan mental yang matang.

Instruksi Erick Thohir kepada Tim Pelatih

Erick menyampaikan sejumlah arahan kepada tim pelatih jelang turnamen. Pertama, seluruh pemain diminta mengikuti pemusatan latihan tanpa pengecualian dan dengan standar kebugaran yang ketat. Kedua, tim pelatih diminta menyusun rencana pertandingan spesifik untuk setiap lawan, termasuk analisis detail kekuatan dan kelemahan Bangladesh.

Ketiga, PSSI berkomitmen menyediakan dukungan fasilitas, termasuk laga uji coba internasional sebagai persiapan. Keempat, aspek nonteknis seperti pemulihan, nutrisi, dan pendampingan psikologis juga diperhatikan. Menurut Erick, pendekatan menyeluruh itu diperlukan karena turnamen resmi menuntut kondisi terbaik dari setiap pemain.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga konsistensi performa. Kemenangan besar di satu laga, menurut dia, tidak cukup jika diikuti penurunan performa pada laga berikutnya. Stabilitas penampilan menjadi indikator sebuah tim siap bersaing di level regional maupun internasional.

Konteks Persaingan di Asia Tenggara

Peta persaingan sepak bola Asia Tenggara terus berubah. Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina konsisten melakukan pembinaan, sementara sejumlah tim seperti Kamboja, Laos, dan Bangladesh menunjukkan perkembangan melalui investasi di sektor kepelatihan dan pembinaan usia dini. Karena itu, Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan nama besar semata.

FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk membuktikan bahwa pembenahan tata kelola yang dilakukan PSSI berdampak pada prestasi. Erick menempatkan turnamen ini sebagai bagian dari peta jalan jangka panjang, bukan sekadar ajang sesaat. Ia ingin setiap pertandingan menjadi sarana evaluasi bagi para pemain muda yang diproyeksikan memperkuat tim senior di masa depan.

Tanggapan dan Ekspektasi Publik

Pernyataan Erick mendapat respons dari kalangan pengamat sepak bola. Sebagian menilai peringatan itu tepat karena sikap meremehkan lawan kerap menjadi penyebab kegagalan tim nasional di turnamen regional. Yang lain menekankan bahwa yang paling menentukan adalah kualitas persiapan dan eksekusi di lapangan.

Publik juga menaruh harapan besar. Dukungan suporter biasanya melonjak menjelang turnamen, baik melalui kehadiran langsung di stadion maupun lewat kanal digital. PSSI berharap dukungan itu tetap positif dan menjadi energi tambahan bagi para pemain.

Langkah Selanjutnya

Setelah undian, agenda berikutnya adalah penyusunan jadwal pemusatan latihan, pemanggilan pemain, dan penentuan laga uji coba. Tim pelatih akan melakukan pemantauan terhadap pemain yang berkarier di dalam dan luar negeri. Seleksi dilakukan berdasarkan performa di klub masing-masing serta kebutuhan taktik tim.

Erick memastikan PSSI akan mengevaluasi setiap tahapan persiapan secara berkala. Ia menegaskan tidak ada pemain yang otomatis mendapat tempat di skuad utama, karena posisi di tim nasional harus diperjuangkan. Prinsip itu berlaku untuk semua lawan, termasuk Bangladesh.

Dengan pendekatan tersebut, Indonesia berharap dapat melangkah jauh di FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, pesan Erick jelas: kesuksesan hanya datang melalui kerja keras, disiplin, dan keseriusan menghadapi setiap pertandingan, tanpa memandang nama besar atau peringkat lawan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter